Riau Rumah Besar

15 Januari 2018 - 14.06 WIB > Dibaca 258 kali | Komentar
 

RIAUPOS.CO - RIAU merupakan rumah besar tempat kita hidup. Ada banyak ragam suku, budaya, agama, ragam potensi kekayaan alam, ragam profesi, dan keragaman lainnya. Semua komponen anak negeri ikut bersama-sama membangun. Bersama-sama menikmati pembangunan dan bersama-sama pula menerima dampak pembangunan.

Di rumah besar ini tidak ada yang merasa paling dominan, masing-masing saling memerlukan. Misalnya di Kota Pekanbaru terlihat ekonomi menggeliat. Pedagang memerlukan pembali, tanpa pembeli dagangan tidak laku. Namun pedagang juga harus mematuhi aturan, tidak boleh berjualan sampai ke pinggiran jalan, sehingga jalan pun macet.

Di daerah, seperti di Ujung Batu, Bagan Batu, Duri, Bangkinang, Pangkalankerinci, Kuansing dan lainnya, pertumbuhan ekonomi sangat tergantung dari perkebunan, terutama perkebunan sawit. Misalnya Kota Ujung Batu jelas sangat didukung oleh petani sawit di sekitar kota ini. Demikian juga Bagan Batu, adalah kota yang dikelilingi perkebunan sawit.

Artinya pertumbuhan wilayah di Riau ini ditopang perkebunan sawit, sehingga wajar saja jika Riau telah mengalahkan Sumut dalam hal perkembangan kebun sawit. Ribuan petani sawit ikut menggerakkan denyut nadi pembangunan di negeri ini.

Riau tidak boleh berharap pada minyak bumi, sebab minyak bumi ada masanya akan habis. Riau harus mengandalkan sumber daya alam yang bisa diperbarui, yakni pertanian, perkebunan, perikanan, termasuk pariwisata.

Potensi wisata berupakan keindahan alam belum semuanya dioptimalkan, masih banyak yang terbiarkan. Ragam budaya adalah potensi wisata, namun belum juga tergarap menjadi wisata yang marketable (laku dijual).

Semua potensi itu memerlukan infrastruktur berupa jalan aspal, pelabuhan, fasilitas kesehatan, rekreasi, pendidikan dan lainnya. Jika Riau adalah rumah besar, maka rumah besar ini dibangun bersama. Masing-masing memiliki peranan dan masing tidak merasa yang paling dominan, tetapi saling memerlukan.

Bukan kepala daerah yang berperan, tetapi mulai dari tukang sapu, petani, tukang bangunan, pedagang, pegawai, staf, dan lainnya bersama-sama membangun negeri ini.

Nah memasuki tahun politik, biasanya isu suku, agama, wilayah, aliran politik selalu dihembuskan, sehingga menimbulkan gesekan, dan perseteruan yang menyebabkan ketidaknyamanan, tentunya ini tidak baik.

Memasuki tahun politik ini, maka hendaknya kita bisa memahami bahwa kita bermukim di rumah besar yang bernama Riau. Di rumah ini kita saling memerlukan, tidak ada yang merasa dia yang mulia dibandinkan saudaranya yang lain. Mari kita kawal tahun politik ini, sehingga sukses melahirkan pemimpin yang amanah.***
KOMENTAR
Terbaru
Ahok Akan Sampakan Bukti Istrinya Selingkuh

Rabu, 21 Februari 2018 - 02:17 WIB

Retail Sales Daihatsu Januari 2018 Tembus 15.896 Unit

Rabu, 21 Februari 2018 - 01:56 WIB

 18 Tahun Hino Ranger Jadi Market Leader di Indonesia
KFC Tutup Ratusan Restorannya

Rabu, 21 Februari 2018 - 01:16 WIB

BUMN Proyek Infrastruktur Dapat Ancaman

Rabu, 21 Februari 2018 - 00:58 WIB

Follow Us