Semuanya Kini untuk Dijual?

14 November 2017 - 10.52 WIB > Dibaca 228 kali | Komentar
 

RIAUPOS.CO - SEBUAH solusi yang klasik dan mudah, jika kita berada dalam kesulitan ekonomi, berutang atau jual barang adalah jalan yang paling jitu. Tanpa memerlukan pikiran yang ruwet, tanpa ilmu yang njlimet.

Pokoknya kalau kita berada dalam kesulitan keuangan, jalan termudah untuk lepas adalah dengan berutang atau jual barang-barang yang ada. Mudah kan. Tidak perlu pergi ke konsultan keuangan, tidak perlu teori-teori ribet. Soal risiko atau dampaknya, itu belakangan.

Teori gampang dan klasik, berutang dan menjual asset negara, kini terkesan mulai menggejala di negara kita tercinta ini. Sebelumnya, ide-ide nan cemerlang membangun infrastruktur berupa jalan tol di seluruh pelosok negeri,  membuat negeri tercinta ini membuka keran utang yang sebesar-besarnya dari negara luar, terkhusus negara Cina.

Bahkan untuk sebuah rute baru kereta api cepat Jakarta-Bandung konon kabarnya, tiga bank BUMN malah dijadikan sebagai agunan untuk pinjaman ke negara Cina. Kini, ekonomi tradisional menjual asset dan barang mulai gencar dilakukan. Beberapa jalan tol yang sudah selesai dibangun, telah dijual ke swasta atau pihak asing untuk mengelolanya. Banyak ternyata yang telah “terjual” seperti pelabuhan, jalan dan bandara. Aneh bin ajaib.

Padahal pada masa kampanye dahulunya, pemerintahan sekarang ini menyatakan akan menekan utang luar negeri  dalam membangun. Dan bahkan berencana akan membeli asset-aset yang telah terlanjur terjual ke pihak asing.

Seperti pada kasus Indosat, dimana Presiden Joko Widodo berjanji akan melakukan buy back atau pembelian kembali saham yang sudah terlanjur terjual. Dan kita berharap tentu ini akan segera terlaksana mengingat sudah tiga tahun pemerintahan ini berjalan. Tapi berita terakhir malah mengejutkan, Presiden malah menyepakati usulan  untuk melebur sedikitnya 800 anak perusahaan BUMN yang tersebar di seluruh Indonesia. Cucu dan cicit BUMN tersebut diperintahkan agar dimerger atau dijual.

Sikap kritis pun mulai bermunculan terhadap wacana penjualan ini. Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhidtira meminta pemerintah agar berhati-hati dalam mengeluarkan statement tentang rencana penjualan BUMN ini. Ia menyatakan bahwa hal tersebut bisa menjadi indikasi adanya privatisasi yang merugikan kepentingan ekonomi nasional.

Menurutnya jika hanya permasalahan bahwa BUMN terlalu dominan, ia menawarkan solusi adanya kerja sama antara BUMN dengan swasta. Bhima bahkan mencurigai di balik rencana tersebut tersirat bahwa pemerintah sedang kesulitan dalam membayar bunga dan cicilan pokok utang sehingga akhirnya jual BUMN dijadikan opsi.

Namun hal ini dibantah pihak pemerintah. Kementerian BUMN menegaskan bahwa tidak ada rencana penjualan perusahaan plat merah. Sebagaimana disampaikan pihak BUMN dalam rapat kerja dengan DPR. Menurut mereka, kalaupun ada rencana penjualan BUMN, maka prosesnya privatisasi sesuai dengan undang-undang dan ketentuan yang berlaku.

Masih dalam peringatan hari pahlawanan ini, kita semua tentu berharap semua yang telah diperjuangkan para pahlawan dahulu, dapat kita pertahankan. Jangan sampai demi kata-kata pembangunan atau program jangka jangka pendek, malah membuat negeri kita tergadai ke negeri asing. Sehingga kedaulatan negara kita menjadi terbelenggu sehingga pada akhirnya rakyat juga yang menjadi tersiksa.

Seperti saat ini dimana jumlah hutang kita sekitar Rp3.779 triliun dan akhir tahun mencapai Rp4.000 triliun. Jangan sampai untuk membayar utang tersebut di tengah defisit anggaran, membuat rakyat harus menanggung kembali dengan pencabutan subsidi. Kita tentu tidak ini seperti ayam yang mati di lumbung padi.

Dengan kekayaan alam yang melimpah ruah dibumi yang kaya, gemah ripah loh jinawi ini, kita harus hidup dalam kemiskinan dan diperintah orang lain.  Semoga semua hal buruk ini terhindari dari kita. Semoga.***
KOMENTAR
Terbaru
Serunya Game Tiang Listrik, Sesulit KPK Tangkap Setya Novanto
BPJS TK Gelar Pasar Murah dan Donor Darah

Sabtu, 18 November 2017 - 21:00 WIB

Uang Sayembara Tangkap Setnov Akhirnya Disumbangkan

Sabtu, 18 November 2017 - 20:45 WIB

TNI-Polri Banjir Pujian usai Berhasil Bebaskan Sandera di Papua
Politikus Golkar Ini Sebut Setnov Sebenarnya Sudah Siap Ditahan, tapi...
Follow Us