Kita Harus Cermat Menggunakan Anggaran

28 Agustus 2017 - 11.09 WIB > Dibaca 401 kali | Komentar
 

RIAUPOS.CO - Rasionalisasi anggaran di pusat berdampak pada daerah. Misalnya pusat telah merasionalisasikan anggaran pendidikan, sejumlah anggaran yantgterkait dengan guru pun habis dipotong. Demikian juga di kementerian lainnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani tanpa ragu-ragu memotong anggaran teknis.

Nah tentunya rasionalisasi ini berdampak pada daerah, dan kabarnya pemerintah provinsi dan pamerintah kabupaten/ kota saat ini sedang membahasnya. Rasionalisasi anggaran ini akan berdampak pada pembangunan tahun 2017 ini. Di sinilah perlunya prioritas pembangunan. Memang Anggaran pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) terus menjadi sorotan setiap tahun. Selain penggunaannya yang dianggap sering tidak tepat sasaran, alokasi yang berlebihan, dan APBD juga banyak disorot tidak mencapai target yang sudah ditetapkan.

Masalah tidak tercapainya target penggunaan anggaran, menjadi masalah jamak di hampir semua daerah —kalau tak mau disebut terjadi di semua daerah— dan itu terjadi berulang-ulang setiap tahun.

Target pembangunan yang direncanakan 100 persen, pada kenyataan di akhir tahun anggaran mampu direalisasikan dengan angka beragam. Yang jelas, semua uang negara yang tidak terserap pembangunan harus dikembalikan ke kas negara, dan itu jelas-jelas merugikan daerah.

Sulitnya pencapaian target penggunaan anggaran yang sesuai alokasi yang ditetapkan, salah satu disebabkan lemahnya perencanaan pembangunan dan eksekusi  (pelaksanaan) anggaran di masing-masing satker dan stakeholder. Sehingga, dalam proses pelaksanaan sering tidak sesuai kenyataan di lapangan.

Perencanaan dalam pembangunan menjadi kunci utama untuk menuju pencapaian target realisasi anggaran yang baik. Baik yang dimaksudkan bukan saja pada tingginya persentase realisasi, tapi juga tidak bermasalah secara administrasi dan hukum.

Ironinya lagi, setiap tahun, seluruh daerah di Riau, berlomba-lomba merebut alokasi dana dari pusat, baik berupa dana alokasi umum maupun khusus. Begitu dana pusat sudah diraih, pada realisasinya bermasalah dan di akhir tahun anggaran dikembalikan lagi ke kas negara.

Selanjutnya, kembali diajukan untuk tahun anggaran berikutnya, dan terus berulang. Kondisi ini tentunya bertolakbelakang dengan kebijakan rasionalisasi anggaran.

Upaya merebut anggaran daerah yang bersumber dari APBN dan juga sumber lainnya merupakan langkah yang perlu terus dilakukan. Sebab, dengan banyaknya alokasi anggaran yang masuk ke Riau, semakin banyak proyeksi pembangunan yang bisa dibuat dan dilaksanakan. Hanya saja, agar dana yang sudah masuk ke kas daerah bermanfaat sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat di Riau, maka ke depan perlu disiapkan perencanaan pembangunan yang benar-benar matang. Sehingga anggaran yang puluhan triliunan yang menjadi jatah Riau tidak perlu lagi kembali ke kas, tapi benar-benar terealisasi untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Riau.

Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) yang setiap tahun diadakan jangan hanya sebatas untuk membagi-bagi ”kue APBD”. Melalui Musrenbang-lah semua rencana pembangunan dibahas, baik objeknya mapun dana realistis yang diperlukan untuk itu.

Tak kalah pentingnya, hindari kucing-kucingan anggaran antara Tim Anggaran Pemerintah Daerah dengan DPRD, karena tak jarang konflik dua lembaga ini menjadi sumber petaka dalam pelaksanaan pembangunan.

Kembali menyoal rasionalisasi anggaran, sebenarnya, jika selama ini sering terjadi Silpa (sisa lebih penggunaan anggaran), maka hendaknya tahun ini tidak terjadi lagi. Rasionalisasi memberikan peringatan kepada kita bahwa kita harus benar-benar menggunakan anggaran dengan baik. Mulai dari perencanaan, pembahasan dan eksekusi di lapangan benar-benar disiplin. Jangan ada lagi proyek yang tak terkerjakan, alasan sudah di ujung tahun, atau alasan musim hujan, sehingga proyek pun tak bisa dilaksanakan.

Kita selama ini tidak disiplin. Mulai dari perencaan, pembahasan dan eksekusi di lapangan. Terlalu banyak nilai politisnya, sehingga selalu anggaran itu tersisa. Semoga rasionalisasi angaran yang sudah terjadi di pusat ini menyadarkan kita. Kita benar-benar memaksimalkan anggaran itu dengan baik.***
KOMENTAR
Terbaru
Sepaktakraw Minta Dukungan Masyarakat Riau

Jumat, 17 Agustus 2018 - 00:39 WIB

Asian Games, Harga Diri, dan Eksistensi Sebuah Bangsa

Jumat, 17 Agustus 2018 - 00:16 WIB

Mulai Tajam, Begini Kata Media Polandia tentang Egy

Jumat, 17 Agustus 2018 - 00:15 WIB

Kalah dari Atletico, Real Madrid Rindukan Ronaldo

Jumat, 17 Agustus 2018 - 00:14 WIB

Kekayaan Jokowi Rp 50 Miliar, Sandiaga Triliunan

Jumat, 17 Agustus 2018 - 00:07 WIB

Follow Us