Depan >> Opini >> Opini >>

Husnul Kausarian Dosen Geologi UIR, Alumnus Program Doktoral Geologi Chiba University, Jepang

Alquran sebagai Pusat Informasi Bumi

17 Juni 2017 - 10.53 WIB > Dibaca 487 kali | Komentar
 

RIAUPOS.CO - Terkait dengan Nuzul Quran, yakni diturunkannya Alquran pada bulan Ramadan. Yakni bulan yang penuh berkah yang penuh ampunan, suatu setting-an yang sangat sempurna dari Allah SWT. Menari dibahas tentang penjelasan Alquran tentang bumi.

Melihat kepada asal muasal penciptaan bumi, Alquran telah menjelaskannya secara rinci yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Perlu dicatat, Alquran diturunkan pada 14 abad yang silam, saat itu ilmu pengetahuan serta teknologi mutakhir yang bisa membuktikan suatu pendapat tentang ilmu adalah sangat minim. Alquran telah menjelaskannya secara rinci tentang hal ini, bisa kita lihat dalam potongan surat Al-Anbiya’ ayat ke-30: “… bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya…”. Teori pembentukan alam semesta akhirnya terpecahkan oleh kemampuan teknologi mutakhir abad 20 yang menyatakan bahwa bumi terbentuk dari pecahan satu gumpalan padu debuan alam semesta, teori inilah yang dikenal sebagai teori Bigbang.

Lalu bagaimana daratan sebagai tempat kita berpijak bisa menjadi stabil, padahal sesungguhnya daratan ini selalu mengalami pergeseran setiap saat? Mari kita perhatikan dengan seksama ayat ini: “Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal dia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (An-Naml: 88). Gerakan gunung-gunung ini disebabkan oleh gerakan kerak bumi tempat mereka berada. Kerak bumi ini seperti mengapung di atas lapisan magma yang lebih rapat. Pada awal abad ke-20, untuk pertama kalinya dalam sejarah, seorang ilmuwan Jerman bernama Alfred Wegener mengemukakan bahwa benua-benua pada permukaan bumi menyatu pada masa-masa awal bumi, namun kemudian bergeser ke arah yang berbeda-beda sehingga terpisah ketika mereka bergerak saling menjauhi. Para ahli geologi memahami kebenaran pernyataan Wegener baru pada tahun 1980, yakni 50 tahun setelah kematiannya.

Kekayaan yang Terkandung di Dalam Bumi
Sebagai salah satu contoh kekayaan alam yang terkandung di dalam bumi adalah air. Dapat dipahami bahwa air menjadi tiang dan pokok bagi kehidupan, air adalah ibu bagi semua fenomena alam, betapa Allah menisbatkan air untuk segala bentuk kehidupan dan keberadaan, artinya tanpa air kehidupan tak akan ada. Pada abad 20 dunia biologi menemukan 80 persen penyusunan sel-sel makhluk hidup, manusia, hewan, tumbuhan dan mikro organisme adalah air, kehidupan di dunia ini pun baru terbentuk setelah adanya air, hal ini telah dijelaskan Allah dalam Alquran sejak dahulu lagi dalam surat Al-Anbiya’ ayat 30 “…dan dari air kami jadikan segala sesuatu yang hidup…”.

Asal muasal air di bumi yang meliputi hingga 70 persen dari permukaan bumi masih misterius bagi para ilmuan, banyak yang berpendapat bahwa air tidak muncul bersamaan dengan munculnya bumi, namun objek dari angkasalah yang mengantarkannya. Diperkirakan kalau air datang bersamaan dengan terbentuknya planet bumi empat setengah miliyar tahun yang lalu, namun bila itu terjadi maka kemungkinan besar air sudah menguap karena panasnya matahari yang ketika itu masih muda, berarti pilihannya tinggal air datang dari tempat lain. Selama periode sekitar 4 miliar tahun lalu yang disebut dengan periode “Late Heavy Bombardment” objek raksasa kemungkinan datang dari luar tata surya menghujani bumi dan planet-planet dalam lainnya. Ilmuwan berpendapat kawasan yang terdiri dari ratusan ribu asteoroid yang mengorbit matahari di antara planet dalam dan planet luar sebelumnya diyakini terlalu dekat dengan matahari untuk menyimpan air.

Namun, dari bukti-bukti terbaru diketahui bahwa ada es di asteoroid. Temuan ini mengindikasikan bahwa kemungkinan ada lebih banyak es di sabuk asteoroid dibanding perkiraan sebelumnya yang kemungkinan menjadi sumber datangnya air di bumi. Bumi menjadi satu-satunya planet yang mampu menyimpan air dibandingkan planet lain dalam tatasurya matahari, karena planet lain masih terlalu panas untuk menyimpannya. Temuan bukti ilmiah ini sejalan dengan apa yang Allah jabarkan dengan terang benderang dalam firman-Nya di surat Al-Mukminun ayat 18 “Kami telah menurunkan air dari langit dalam kadar tertentu, kami diamkan air itu dibumi dan kami mampu untuk menghilangkannya,” semakin jelaslah bukti bahwa air yang ada di bumi memang berasal dari langit dan atas kehendak Allah subhanahu wata’ala air sebagai sumber kehidupan makhluk-Nya.

Contoh lain kekayaan bumi yang memegang peranan sangat penting bagi kehidupan dan peradaban manusia hingga saat ini adalah besi. Besi merupakan unsur yang paling banyak digunakan oleh manusia sebagai pendukung pembangunan peradaban. Besi, yang menurut semua orang merupakan sumber daya alam yang berasal dari dalam perut bumi, sesungguhnya bukan berasal dari dalam perut bumi, tapi berasal dari angkasa yang pada suatu masa lampau menghantam bumi dan tertimbun di dalamnya, sekali lagi Alquran yang wujud pada 14 abad silam telah memberitahukan kepada kita, bahwa besi bukan berasal dari bumi, seperti yang tercantum dalam surat Al-Hadiid ayat 25 “…dan Kami turunkan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia…”, pembuktian besi bukan berasal dari bumi akhirnya terungkap ketika ilmuwan mengkaji asal muasalnya yang berasal dari luar angkasa, fakta penelitian ini membuktikan bahwa logam berat (besi) di alam semesta dibuat dan dihasilkan dari inti-inti bintang raksasa, namun sistem tata surya kita tidak memiliki struktur yang cocok untuk menghasilkan besi secara sendiri. Besi ini hanya bisa dibuat dari bintang-bintang yang ukurannya jauh lebih besar dari matahari yang suhunya mencapai ratusan juta derajat. Ketika besi telah melampaui jumlah batas tertentu dalam sebuah bintang, bintang tersebut tidak lagi mampu menanggungnya dan akhirnya meledak melalui sebuah ledakan yang disebut “Nova” atau “Super Nova”.

Akibat dari ledakan ini, meteor-meteor yang mengandung besi bertaburan di seluruh penjuru alam semesta dan mereka bergerak dalam ruang hampa di alam semesta hingga mengalami gaya tarikan oleh gravitasi benda-benda luar angkasa. Semua ini menunjukkan bahwa logam besi tidak terbentuk dibumi, melainkan kiriman dari bintang-bintang yang meledak di luar angkasa melalui meteor-meteor dan diturunkan ke bumi.

Menikmati momen Ramadan ini, mari sama-sama kita memanfaatkan waktu untuk lebih memperdalam makna Alquran, agar kita menjadi bagian orang-orang yang berilmu.***   
KOMENTAR
Terbaru
Viral Lagi, Lagu Rapper Saykoji Sindir Malaysia

Rabu, 23 Agustus 2017 - 01:38 WIB

Kemenag Tetapkan 10 Dzulhijah Jatuh pada 1 September

Rabu, 23 Agustus 2017 - 01:24 WIB

Baru 35 Persen, JK Optimistis Dana Sponsor Asian Games Capai Target
Ini Tanggapan PSSI soal Ketum Maju di Pilkada Sumut

Rabu, 23 Agustus 2017 - 01:00 WIB

Klub-klub Ligue 1 Kecam Rencana PSG Beli Mbappe

Rabu, 23 Agustus 2017 - 00:54 WIB

Follow Us