Rony Ardiansyah

Untuk Apa Bangunan Existing Di-sondir Ulang?

6 Mai 2017 - 12.24 WIB > Dibaca 967 kali | Komentar
 

RIAUPOS.CO - Akhir-akhir ini ada informasi bahwa bangunan yang sudah selesai dibangun pun harus harus di-sondir, banyak dilakukan penyondiran di Pekanbaru termasuk bangunan ruko yang sudah selesai dibangun di Jalan Kartama. Penyondiran untuk bangunan yang sudah selesai dibangun tentu bukan lagi untuk menentukan kedalaman fondasi bangunan, karena bangunannya sudah selesai dibangun toh. Tanggung-tanggung basah, mengapa tidak sekalian dilakukan pengujian mutu beton buat bangunan existing ini?

Bangunan existing seperti Ruko, rumah, kantor dan lain-lain di-sondir ulang ada manfaatnya, bila dilakukan juga serangkaian uji kekuatan material dan disertai dengan analisa teknis. Apabila analisa teknisnya butuh perkuatan, bangunan tersebut harus diperkuat. Apakah Dinas Pekerjaan umum (PU) konsisten dengan hal ini, bila tidak ya tidak manfaatnya. Bukankah hanya menambah beban masyarakat saja? Untuk apa diberikan pistol tetapi tidak ada pelurunya.

Penyondiran seperti ini sama sekali tidak ada manfaatnya lagi, kecuali sebagai data untuk mengevaluasi kekuatan bangunan existing saja. Bila hanya sekadar memenuhi persyaratan, bukankah itu pekerjaan yang mubazir dan sia-sia. Buang-buang duit sipemilik bangunan hanya untuk memenuhi sebuah persyaratan formalitas belaka. Belum lagi banyak penyondiran di Pekanbaru yang dikerjakan oleh yang mengaku perusahan sondir, tetapi mereka sama sekali tidak ada tenaga ahli tanahnya (soil engineer), bahkan banyak perusahaan yang sama sekali tidak ada tenaga teknik sipilnya.

Banyak terjadi kegagalan struktur (bangunan rubuh/ runtuh) akibat tidak diperhatikan pentingnya Pengujian  Soil test ini, untuk itu sangat disarankan untuk melakukan pengujian tanah (sondir) ini, sehingga dapat didesain jenis pondasi yang aman dan efektif sesuai dengan karakteristik tanah dari bangunan yang akan dibangun. Sekarang bangunannya sudah ada, pasti bukan untuk mendesain fondasi yang aman dan efektif. Bukankan begitu? Bukankan ini hanya sebuah formalitas belaka?

Bukankah saat ini sudah ada Tim Ahli Bangunan dan Gedung (TABG), untuk memberikan pertimbangan pada dinas PU. Seyogyanya, TABG mengkaji ulang permintaan sondir ulang bangunan existing tersebut atau menindaklanjuti dengan serangkaian uji laninya agar terasa manfaatnya. Jangan tanggung-tanggung!

Bangunan existing yang hanya di-sondir, ibarat  pasien hanya di-roengent atau sinar X-ray tanpa didianosa dan diberi obat. Buat apa data hanya di-roengent atau sinar X-ray, apakah pasien bisa sembuh dengan otomatis?

Harusnya pemerintah kota menyaratkan pengecekan ulang atau evaluasi seluruh bangunan yang terlanjur dibangun, tetapi belum ada IMB-nya. Sondir hanya sebatas data belaka buat evalusi daya dukung fondasi existing. Tidak cukup itu saja, bangunan atas (upper structure) pun harus dievaluasi berdasarkan data uji mutu beton (hammer test) dan uji tegangan tulangan bajanya. Baru ada manfaatnya, karena hasil evaluasilah yang menunjukkan kuat atau tidaknya struktur bangunan existing tersebut selama masa layannya.

Semoga, artikel ini bisa mejadi masukkan dan bermanfaat buat pemertintahan Kota Pekanbaru. Semoga.***

Ir Rony Ardiansyah MT IPU, pengamat perkotaan. Dosen Teknik Sipil UIR.
KOMENTAR
Terbaru
Ingin Segera Kembali ke KPK

Sabtu, 22 Juli 2017 - 14:37 WIB

Implementasi Belum Sesuai Harapan

Sabtu, 22 Juli 2017 - 13:40 WIB

Korban Luka Ledakan TNT Mulai Membaik

Sabtu, 22 Juli 2017 - 12:34 WIB

Aturan Verifikasi Parpol Rawan Digugat

Sabtu, 22 Juli 2017 - 12:33 WIB

DPW PPP Riau Rekomendasi Rusli Effendi Maju di Pilgubri
Follow Us