Solusi Tuntas Prostitusi Online Anak

25 Maret 2017 - 10.18 WIB > Dibaca 1910 kali | Komentar
 

RIAUPOS.CO - Prostitusi online kembali merebak di Indonesia, khususnya di Pekanbaru. Kali ini, mucikarinya pun seorang gadis belia berumur 17 tahun dibantu pasangannya yang berusia 23 tahun. Parahnya, dua sejoli ini menjajakan gadis belia di bawah umur. Mereka melancarkan aksinya melalui sosial media seperti WeChat  dan BBM. Tanpa malu, keduanya menjajakan gadis remaja dagangannya secara terang-terangan dengan meng-upload fotonya.

Zaman kian gila, kecanggihan teknologi bisa menjadi celah manusia untuk berbuat nista. Jika dahulu para pelaku bisnis haram ini beraninya di tempat khusus, kini sosial media menjadi ladang empuk menarik pelanggan lelaki hidung belang.

Ahh, atas dalih korban yang meminta dicarikan pelanggan, lantas tersangka terlepas dari jerat hukum human trafficking. Kecuali jika korban dipaksa untuk dijajakan. Jadi, kepada siapakah para generasi akan berlindung? Jika, suka sama suka masih menjadi pembenaran dalam berlaku maksiat? Semoga saja itu hanya wacana, karena sepantasnya pelaku mucikari harus tetap dihukum tegas.

Baiklah, jika ditelisik setidaknya ada dua hal yang menjadi sorotan dari fenomena prostitusi online ini, yaitu:

Pertama, dari sisi pemerintah. Pemerintah dalam hal ini, khususnya wilayah Pekanbaru dan Indonesia umumnya perlu mengkaji ulang atas upaya yang sejauh ini dilakukan dalam menangani masalah prostitusi online ini. Solusi yang ditawarkan tak pernah menyentuh akar masalah. Setidaknya dua upaya  pemerintah untuk menuntaskan permasalahn ini, yaitu pertama upaya preventif (menutup/blokir seluruh akses pornografi-pornoaksi, melakukan pembinaan berbasis akidah Islam kepada masyarakat sehingga mampu jadi kontrol sosial). Kedua, upaya sisi kuratif dengan menggeledah habis seluruh aktivitas prostitusi (online atau offline), hukuman tegas bagi pelaku dengan hukuman yang memberikan efek jera.

Sejauh ini, upaya-upaya preventif yang dilakukan pemerintah masih bersifat parsial. Korban hanya dibina di dinas sosial, lalu dibebaskan kembali. Maka, di luar sana mereka masih bebas melancarkan aksinya lagi.

Kedua, moral remaja kini. Sebenarnya, sumber masalahnya adalah paham liberalisme yang masih bercokol di negeri ini. Remaja kita terdoktrin bahwa masa muda adalah masa untuk mengekspresikan diri tanpa mempertimbangkan nilai agama. Lalu, racun ide-ide liberalisme masuk melalui gaya hidup remaja yang cenderung ingin fun, fashion, food, dan lainnya.

Serangan budaya hidup Barat menjadi kiblat dalam berbuat. Lihatlah, bagaimana remaja kita setiap hari dijejali informasi-informasi tidak mendidik dari media massa. Sehingga, mereka cenderung bergaya hidup hedonis dan permisif.

Kenapa harus prostitusi? Karena, itu dirasa jalan pintas mendulang rupiah tanpa perlu bekerja keras, apalagi menunggu gajian sebulan lamanya. Ya, racun sekulerisme (pemisahan agama dari kehidupan) dari Barat telah mencuci otak remaja kita cenderung berpikir instan (pragmatis). Jadi, mereka yang terjun ke dunia prostitusi ini bukan karena alasan finansial saja, tapi lebih pada tuntutan lifestyle.

Hakikatnya, sebagai agama yang diturunkan oleh Allah, Islam adalah rujukan komprehensif seluruh problematika umat. Sebagaimana telah dijabarkan di atas, solusi dari sisi preventif dan kuratif tersebut akan berjalan dengan baik hanya dalam sistem pemerintahan Islam. Lalu, memberikan pembinaan terhadap masyarakat melalui sistem pendidikan Islam yang berbasis akidah. Sehingga, keimanan kepada Allah menjadi benteng kokoh dari berlaku maksiat. Anak-anak sesuai dengan jenjang usianya diedukasi perkara fiqih interaksi sosial dengan yang bukan mahramnya. Mereka dimotivasi untuk menjadi para penjaga agama Allah dan generasi khairu ummah (umat terbaik) yang dijanjikan. Terakhir, hanya kembali kepada syariah Islam sajalah solusi tuntas masalah prostitusi online.***

Sulastri Kudadiri Amd, Divisi Tim Media MHTI Riau dan penulis buku motivasi Islami.
KOMENTAR
Terbaru
Petani Sawit Inginkan Solusi di Rembug Nasional

Sabtu, 20 Oktober 2018 - 22:20 WIB

Parpol Harus Punya Dana Sendiri untuk Biayai Saksi Pemilu
Musprov PSTI Riau , Nama Yurnalis Basri Mencuat

Jumat, 19 Oktober 2018 - 18:19 WIB

21 Oktober Seleksi Administrasi CPNS

Jumat, 19 Oktober 2018 - 17:00 WIB

Masyarakat Tak Dipungut Biaya

Jumat, 19 Oktober 2018 - 16:30 WIB

Follow Us