Mutasi Pemprov, Termasuk Mantan Pejabat Rohil

8 April 2014 - 10.50 WIB > Dibaca 1940 kali Print | Komentar
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Delapan pejabat eselon II di lingkup Pemerintah Provinsi Riau, Senin (7/4) dilantik dan mengucapkan sumpah jabatan.

Pelantikan dan sumpah jabatan ini dilakukan Wakil Gubernur H Arsyadjuliandi Rachman.

Pada pelantikan kemarin, delapan pejabat dimutasi, tiga di antaranya wajah baru. Mereka adalah pejabat yang sebelumnya bertugas di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil).

Beberapa jabatan strategis diganti pascapelantikan yang dikatakan pemerintah sebagai langkah mengisi kekosongan jabatan.

‘’Pelantikan ini untuk mengisi kekosongan jabatan, dan itu biasa dilakukan demi berjalannya roda pemerintahan yang baik,’’ kata Wakil Gubernur Arsyadjuliandi Rachman.

Delapan pejabat yang dilantik adalah Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU), Muhammad ST MT menggantikan pejabat sebelumnya SF Hariyanto yang dilantik sebagai staf ahli bidang pembangunan Setdaprov Riau.

Sementara pejabat baru sebelumnya sebagai Kabid Cipta Karya di Dinas PU.

Pejabat staf ahli bidang pembangunan sebelumnya Askardia Patrianov selanjutnya ditunjuk sebagai Sekretaris Bakorluh Provinsi Riau.

Lalu Kepala Disdik Riau, Hardimiharja dimutasi mengisi kekosongan Kepala Balitbang yang ditinggalkan Prof Tengku Dahril karena pensiun.

Hadimiharja digantikan Dwi Agus Sumarno yang sebelumnya menjabat Direktur IPDN di Rohil dan sempat dilantik sebagai Kepala Biro Kemasyarakatan yang SOTK-nya batal dilaksanakan.     

Dirut RSUD Riau, Yulwiriati Moesa menempati Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Riau yang ditinggalkan Kasiaruddin yang saat ini menjabat sebagai Asisten I Setdaprov Riau.

Ia digantikan dr Anwar yang sebelumnya menjabat Dirut RSUD Bagansiapi-api.

Pejabat lain yang dilantik adalah Wan Amir Firdaus. Dia dipercaya sebagai Asisten II Setdaprov Riau menggantikan pejabat sebelumnya Drs H Emrizal Pakis.

Wan Amir Firdaus sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Rohil.

Dalam rangka akselerasi, ditegaskan Wagubri yang membacakan surat pelantikan melalui SK KPTS 259/IV/2014 tertanggal 7 April 2014 dan diteken Gubri, memang perlu dilakukan.

Sehingga pekerjaan yang harus dituntaskan segera dapat diselesaikan.

‘’Semoga seluruh pegawai yang dilantik dan mengalami rotasi pekerjaan dapat bekerja dengan baik. Karena kinerja sebagai aparatur pemerintahan harus terus ditingkatkan,’’ ucapnya.

Bakal Kembali Digelar
Pergeseran dalam jabatan pegawai memang diperlukan agar terciptanya efektivitas kinerja sesuai pengalaman pejabat.

Setelah dilakukan pelantikan untuk ketiga kalinya, Senin (7/4), pelantikan untuk keempat kalinya berpeluang kembali digelar.

Sebab masih ada beberapa jabatan kosong, seperti satu jabatan di eselon II pada kepala Badan Penghubung. Demikian pula pada beberapa jabatan eselon III dan IV.

‘’Pegawai harus siap ditempatkan di manapun. Masih adanya kekosongan jabatan, nanti akan diisi lagi,’’ tegas pria yang akrab disapa Andi Rachman ini.

Namun disinggung mengenai jadwal pelantikan selanjutnya, Wagubri belum dapat memastikan.

Hanya saja menurutnya pengisian jabatan dan rotasi serta promosi juga mutasi biasa dilaksanakan. Agar berjalannya roda pemerintahan didukung kinerja pegawai sesuai tempatnya.

Lebih lanjut, katanya penataan pegawai ke depan memang harus dilakukan sehingga bisa maksimal.

Demikian penyesuaian juga bisa dilakukan. Yang jelas, tegas Wagubri aparatur negara harus siap ditempatkan di manapun.

‘’Belum tahu kapan pelantikan. Yang jelas kekosongan akan diganti,’’ tegasnya.

Bekerja dengan Sistem
Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau, SF Hariyanto mengimbau seluruh pegawai di instansi teknis tersebut untuk tetap melanjutkan bakti dalam pengembangan infrastruktur. Diharapkan, sistem dan aturan tetap menjadi pegangan dalam melaksanakan tugas sebagai abdi negara.

‘’Bekerjalah dengan sistem dan harus tetap loyal serta hindari hal-hal yang menyalahi aturan, apalagi sampai ke ranah hukum. Saya mengharapkan seluruh staf di PU dapat tetap semangat dan mendukung pemimpin yang baru,’’ tutur Hariyanto.

Dia juga menegaskan mendukung kebijakan Gubernur Riau dan berterima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan. Pria yang telah mengabdi selama 31 tahun di Dinas PU tersebut berharap seluruh pegawai dapat bertanggung jawab dan memberikan kinerja yang maksimal dalam memberikan pelayanan infrastruktur ke masyarakat.

‘’Saya sudah hampir 31 tahun di PU. Jadi memang sudah cukup jenuh dan ingin beristirahat. Tapi kalau pemikiran dan pendapat saya diperlukan, saya siap membantu dan memberikan masukan demi kemajuan infrastruktur di Riau ini,’’ urainya.

Selain itu, dia juga mengharapkan program-program pengembangan infrastruktur primer dapat tetap dilanjutkan. ‘’Yang paling penting bekerjalah dengan benar dan jangan melanggar aturan dan ketentuan hukum,’’ tegasnya.

Direktur Utama (Dirut) RSUD Arifin Achmad yang baru dilantik, Anwar Beth mengatakan, program prioritas utama yang dilakukan adalah meningkatkan pelayanan medis.

Hal itu tentunya mengacu pada program-program yang diinginkan Gubernur Riau, H Annas Maamun. Saat disinggung mengenai strategi dalam peningkatan pelayanan medis yang dimaksud, dia mencontohkan penyediaan obat-obat yang berkualitas untuk pasien.

Di mana, sesuai arahan Gubernur Riau, seluruh rumah sakit hingga ke instansi pelayanan kesehatan masyarakat harus menggunakan obat paten. ‘

’Ya memang obat paten itu akan kami terapkan di RSUD Arifin Achmad. Seperti di Rokan Hilir (Rohil) yang sudah melakukannya sejak lama,’’ kata Anwar yang sebelumnya menjabat Ketua Komite Medik RS Bagan Siapi-api itu.

Kadin Sambut Baik
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Riau menyambut baik mutasi dijajaran birokasi Pemprov Riau, selain sebagai upaya penyegaran (tour of duty) bagi pejabat di lingkungan pemerintah Riau juga diharapkan memberikan harapan baru bagi perubahan yang lebih baik terhadap jalannya pembangunan di Riau, terutama untuk seiringjalan dengan visi dan misi gubernur yang baru.

‘’Secara umum kami berharap Gubernur Riau dapat lebih bijak dan cermat dalam menempatkan personel yang tepat, baik integritas, kapabilitas maupun kompetensi serta profesionalismenya. Dengan demikian akselerasi pembangunan dan peningkatan pelayanan publik di Provinsi Riau dapat diwujudkan,’’ kata Ketua Umum Kadin Riau Juni Ardianto Rachman, Senin (7/4).

Adapun pergantian kepala Dinas PU menurutnya cukup strategis. Kadin Riau sangat mendukung pergantian tersebut, mengingat Dinas PU merupakan instansi penting dalam percepatan pembenahan infrastruktur, khususnya yang mendukung dunia usaha dan yang membuka akses perekonomian masyarakat.

Ketersediaan infrastruktur yang maksimum masukan di Riau adalah suatu keniscayaan dan patut digesa. Masih banyak potensi ekonomi Riau yang belum termanfaatkan secara optimal sebagai akibat minimnya ketersediaan infrastruktur.

Namun demikian Kadin juga meminta dan mengingatkan agar permasalahan yang selama ini belum jelas penyelesaiannya, tetap harus dipertanggungjawabkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.  

Antara lain Jembatan Siak III yang secara teknis sudah memenuhi syarat sebagai ‘’bangunan gagal konstruksi’’ atau tak laik dan dapat membahayakan masyarakat penggunanya.

Demikian juga dengan Jembatan Siak IV, dengan dana pembangunan yang sudah dikeluarkan lebih dari Rp400 miliar saja seharusnya bukan hanya satu jembatan yang selesai tetapi dua jembatan dengan kapasitas dan kualitas yang lebih baik. (egp/rio)

KOMENTAR
Riau Pos Group
Support by: