Depan >> Kolom >> Chaidir >>

Bono Tujuh Hantu

Senin, 17 Sep 2012 - 09:06 WIB > Dibaca 6814 kali | Komentar

JANGANKAN masyarakat Indonesia, bahkan penduduk Riau sekalipun banyak yang belum pernah melihat Bono Tujuh Hantu (The Bono Seven Ghosts). Tetapi beberapa bule dari manca negara sudah akrab, bahkan sebagian dari bule tersebut jatuh cinta dan janjian akan ketemu lagi tahun depan. Bono Tujuh Hantu kelihatannya berhasil menjerat rindu sang tamu.

Dala tiga tahun terakhir ini Bono Tujuh Hantu telah menjadi buah bibir di manca negara. Peselancar dari Inggris, Perancis, Brazil, Israel, Amerika Serikat, dan lain-lain sudah pernah berhadapan dan sangat kagum dengan Bono Tujuh Hantu di Kuala Kampar. Konon, hanya terdapat dua lokasi Bono di dunia yang tergolong besar, yakni di Brazil tepatnya di kuala Sungai Amazon dan lainnya di kuala Sungai Kampar, Pelalawan, Riau. Ombak Bono kuala Sungai Kampar disebut lebih besar dibandingkan ombak Bono di Sungai Amazon. Tinggi ombak bisa mencapai enam sampai tujuh meter. Dan ini sangat memacu adrenalin dan disukai oleh peselancar kelas dunia.  Tim ekspedisi Rip Curl, menyebut dengan takjub, ombak Bono di kuala Sungai Kampar “mungkin tak tertandingi” (may be unrivaled).

Ombak Bono adalah fenomena alam yang disebabkan pertemuan arus pasang air laut dengan arus sungai dari hulu menuju hilir. Ombak besar mencapai puncaknya ketika terjadi pasang besar, pada bulan purnama di bulan November-Desember. Ombak Bono besar biasanya terdiri tujuh puncak gelombang yang beriringan sekaan berkejar-kejaran. Benturan massa yang demikian besar ini menimbulkan gelombang yang tinggi dan suara gemuruh yang menggetarkan. Dulu Ombak Bono di kuala Sungai Kampar itu merupakan sosok yang menakutkan, karena sudah banyak kapal yang menjadi korban. Tetapi kini justru menjadi obyek wisata andalan bagi Pemda Kabupaten Pelalawan. Keberanian peselancar kelas dunia menunggang gelombang Bono seakan tak memiliki syaraf takut, dan diberitakan oleh media nasional dan mancanegara, telah mengubah citra Bono.

Ombak Bono inilah yang divisualisasi oleh para seniman dan ribuan penari Riau dalam pesta pembukaan Pekan Olahraga Nasional Riau 2012 pada 11 September di Stadion Utama Riau. Pegelaran kolosal itu diberi tema “Air dan Peradaban.” Acara yang megah ini disaksikan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang membuka PON secara resmi.

Empat sungai besar yang seakan menjadi urat nadi Riau, Batang Rokan di utara, kemudian Sungai Siak, Sungai Kampar dan Sungai Indragiri di Selatan, tidak hanya mencatatkan fenomena alam.

 Sungai-sungai itu juga membentuk sebuah peradaban sungai. Seperti juga peradaban Sungai Nil di Mesir, Sungai Gangga di India, dan peradaban Sungai Mekong di Indocina. Peradaban sungai akrab dengan kesuburan tanah dan juga akrab dengan perdagangan.

Masyarakatnya berbilang kaum karena banyak pendatang. Oleh karena itulah masyarakat yang tinggal di tepi-tepi sungai dan di tepi pantai umumnya lebih terbuka. Perdaban Sungai Mekong misalnya dianggap sebagai awal peradaban masyarakat dunia yang mampu menunjukkan kepada dunia bahwa penduduk yang berada pada tepian sungai dapat membuat sebuah peradaban yang berpengaruh secara global.

 Jadi tidak heran, peradaban sungai dan pantai jugalah yang menyebabkan bahasa Melayu menjadi lingua franca, bahasa perdagangan, dan kemudian menjadi cikal bakal bahasa Indonesia. Tema “Air dan Peradaban” sungguh sebuah tema yang maknanya sangat dalam. Syabas!!***
KOMENTAR
BERITA POPULER
Ahok Akan Sampaikan Bukti Istrinya Selingkuh

Ahok Akan Sampaikan Bukti Istrinya Selingkuh

21 Feb 2018 - 02:17 WIB | 475 Klik
KFC Tutup Ratusan Restorannya

KFC Tutup Ratusan Restorannya

21 Feb 2018 - 01:16 WIB | 374 Klik
Seorang Pengamat Menganalisa Jokowi Bisa Ditinggal PDI Perjuangan

Seorang Pengamat Menganalisa Jokowi Bisa Ditinggal PDI Perjuangan

21 Feb 2018 - 00:31 WIB | 371 Klik
Bagi Budi Waseso, BNN Tetap di Hati

Bagi Budi Waseso, BNN Tetap di Hati

21 Feb 2018 - 00:02 WIB | 313 Klik
Sky Energy Melantai, Harga Sahamnya Rp375-Rp450 Per Lembar

Sky Energy Melantai, Harga Sahamnya Rp375-Rp450 Per Lembar

21 Feb 2018 - 00:44 WIB | 244 Klik

Follow Us