Depan >> Berita >> Feature >>

Hilang Tanpa Ada Panggilan Mayday

Malaysia Airlines Dibajak?

9 Maret 2014 - 07.38 WIB > Dibaca 2511 kali Print | Komentar
Malaysia Airlines Dibajak?
SPEKULASI tentang hilangnya pesawat Malaysia Airlines (MAS) bernomor penerbangan MH370 rute Kuala Lumpur-Beijing, Sabtu (8/3) dini hari terus menyeruak. Namun, bukan hanya kabar kabur yang beredar, karena teori konspirasi pun ikut menyertai tentang musabab pesawat Boeing 777 yang hilang saat melintas di Laut China Selatan itu.
---------------------------

Dugaan berbau konspirasi pertama adalah kemungkinan adanya teroris yang ikut dalam penerbangan MAS yang bertolak dari Kuala Lumpur kemarin pukul 00.41 itu. Pertanyaannya adalah; apakah ada penumpang yang naik ke penerbangan MH370 dengan paspor colongan?

Dilaporkan laman Malaysia Insider, ada dua nama dalam manifest yang ternyata tidak ikut dalam penerbangan MH370. Nama pertama adalah Luigi Maraldi, warga negara Italia yang disebut masuk dalam manifes MH370 tapi ternyata masih berada di Thailand. Maraldi sudah menghubungi keluarga dan otoritas Italia bahwa dirinya baik-baik saja dan masih tinggal di Phuket, Thailand. Hanya saja WN Italia berusia 37 tahun itu memang pernah kehilangan paspor.

Nama lainnya yang juga disebut dalam manifes MH370 namun ternyata tidak ikut dalam penerbangan menuju Beijing adalah Christian Kozel, seorang WN Austria. Ternyata, Kozel yang berusia 30 tahun itu dalam kondisi baik-baik saja di Austria. Hanya saja Kementerian Luar Negeri Austria mengungkapkan bahwa Kozel memang pernah kehilangan paspor saat berkunjung ke Thailand dua tahun silam.

Pengamat penerbangan yang juga editor di laman airlineratings.com, Geoffrey Thomas menduga pesawat MH370 tiba-tiba meledak di udara. Alasannya, karena tidak ada panggilan mayday yang dibuat pilot sebagai tanda kondisi darurat.

Seperti diwartakan The Age Australia, Thomas yang telah terlibat di industri penerbangan selama 35 tahun itu menambahkan, spekulasi tentang adanya ledakan itu bisa jadi karena ulah teroris yang membawa bom ke dalam pesawat.

Namun, Kementerian Transportasi Malaysia menolak mengomentari kemungkinan aksi terorisme dalam penerbangan MH370.  “Kami tidak dapat mengungkapkan terlalu rinci tentang keamanan kami,” kata Wakil Menteri Transportasi Malaysia, Datuk Abdul Aziz Kaprawi.

Ia juga berupaya menepis dugaan aksi terorisme itu. Pihaknya sudah menyimak CCTV yang merekam aktivitas penumpang maupun bagasi yang diangkut ke dalam pesawat yang mengangkut 239 orang itu. “Sejauh ini kami puas dengan segala sesuatunya,” ucapnya.

Sedangkan dugaan konspirasi kedua terkait simpang siurnya waktu persis saat pesawat hilang kontak. Pihak MAS menyebut MH370 hilang dari radar di pusat kendali lalu lintas udara Kuala Lumpur pada pukul 02.40. Periode waktu antara pesawat take off dengan hilang kontak itu dianggap cukup untuk terbang bukan hanya melintasi Teluk Thailand tetapi juga menjauh ke utara Vietnam.

Namun, Fredrik Lindahl, bos di Flightradar24.com -sebuah laman penyedia layanan pelacakan pesawat yang tengah mengudara- menyebut MH370 menghilang dari radar pada pukul 01.19. Artinya, pesawat sudah tidak terdeteksi lagi kurang dari 40 menit setelah lepas landas di Kuala Lumpur.

Tapi pihak MAS menegaskan, percakapan terakhir terakhir pilot MH370 dengan menara kontrol sekitar pukul 01.30. Sedangkan  MH370 baru menghilang dari sistem kendali lalu lintas udara Subang pada pukul 02.40.

Otoritas Malaysia pun tak memungkiri berbagai kemungkinan yang bisa menjadi penyebab kecelakaan pesawat. Karenanya, operasi pencarian dan penyelamatan terus dilakukan.

Aziz menambahkan, Angkatan Laut Malaysia telah mengarahkan pencarian pada malam hari dengan pesawat yang dilengkapi peralatan pandangan malam (night vision). Area pencarian juga telah diperluas termasuk ke wilayah pantai timur dan barat Malaysia. “Tim SAR Malaysia dan Vietnam sedang melakukan pencarian di wilayah perairan masing-masing,” ujarnya.

Aziz juga tak menampik kuatnya dugaan bahwa MH370 menghilang di laut. Merujuk pada tumpahan minyak pesawat yang ditemukan otoritas penerbangan sipil Vietnam, pemerintah Malaysia telah meminta konfirmasi. “Tapi pemerintah Vietnam belum kembali (memberi konfirmasi, red) ke kami,” ucapnya.

Sementara pihak Boeing sebagai produsen 777-222  telah membentuk tim ahli untuk memberikan saran kepada pihak berwenang terkait penyelidikan menghilangnya pesawat yang dioperasikan MAS itu. Sedangkan di Beijing, ratusan anggota keluarga penumpang MH370  berkumpul di sebuah ruangan hotel yang khusus disediakan bagi mereka dengan dilengkapi dua petugas medis. (malaysiainsider/nypost/ara/jpnn)
KOMENTAR
Riau Pos Group
Support by: