Kabut Asap Kepung Riau

27 Februari 2014 - 11.16 WIB > Dibaca 2180 kali Print | Komentar
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kondisi Riau yang dikepung kabut asap dan sangat berbahaya bagi kesehatan membuat Dinas Pendidikan (Disdik) Riau mengambil kebijakan meliburkan seluruh siswa mulai dari PAUD, TK, SD, SMP sederajat hingga SMA sederajat baik negeri maupun swasta. Sebelumnya, siswa yang diliburkan hanya jenjang pendidikan
PAUD, TK dan SD.

Kebijakan meliburkan siswa dari berbagai jenjang pendidikan ini juga diambil Pemkab Indragiri Hulu (Inhu), Kampar dan Rokan Hulu (Rohul). Sementara kabupaten lainnya memperlambat jam masuk sekolah. Di Kota Pekanbaru, mulai Kamis (27/2) hari ini hampir 181 ribu siswa libur.

Kepala Disdik Kota Pekanbaru, Prof Zulfadil mengatakan, keputusan meliburkan seluruh sekolah ini karena melihat kondisi udara yang berkepanjangan dengan status tidak sehat. Sehingga dikhawatirkan berdampak terhadap kesehatan anak-anak didik.

‘’PAUD, TK dan SD memang diperpanjang liburnya. SMP dan SMA sederajat termasuk MTs dan MA mulai Kamis (27/2) hari ini libur tiga hari sampai Sabtu mendatang. Artinya pelajar yang diliburkan berjumlah 181 ribu,’’ ujarnya menjawab Riau Pos, Rabu (26/2).

Kebijakan meliburkan sekolah tingkat SMP dan SMA tersebut berdasarkan hasil musyawarah bersama antara pihak Disdik dengan kepala sekolah tingkat SMA, Rabu (26/2) kemarin.

‘’Kami tetap berpatokan terhadap rekomendasi dari Dinas Kesehatan (Diskes). Namun untuk meliburkan SMP dan SMA itu melihat kondisi udara yang masih tidak sehat ini, maka kami putuskan meliburkan. Negeri swasta semua diliburkan,’’ terang Zulfadil.

Zulfadil menambahkan, meski diliburkan namun anak-anak didik tidak akan ketinggalan pelajaran. Setiap guru diwajibkan untuk memberikan pekerjaan rumah (PR) sambil dipantau oleh setiap guru mata pelajaran. Libur tersebut dapat diperpanjang jika kondisi udara semakin memburuk.

‘’Guru-guru akan memberikan PR dan berbagai program belajar, sehingga anak didik tetap tidak tertinggal pelajaran,’’ katanya.

Sementara untuk SMK kelas III tidak bisa mengikuti instruksi Disdik Pekanbaru meliburkan diri. Pasalnya, saat ini khusus SMK sedang melaksanakan ujian sekolah dan ujian kompetensi.

‘’SMK kelas III tidak libur karena masih ujian,’’ kata Zulfadil seraya menyebutkan ujian tersebut sudah dimulai dan akan berakhir pada 28 Februari 2014 mendatang.

Masih Sekolah
Meski dua pekan terakhir murid TK/PAUD dan murid kelas 1-4 SD diliburkan, namun hal tersebut belum berpengaruh pada kebijakan di sekolah swasta. Beberapa SDIT tetap melaksanakan aktivitas belajar-mengajar seperti biasanya, tetapi dengan mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Seperti yang dituturkan Kepala SDIT Al Kindi, Jamelri SPdi. Menurutnya selama bencana kabut asap pihaknya tetap melakukan aktivitas belajar-mengajar seperti biasanya.

‘’Selama ini kami tetap sekolah, namun para murid tetap berada di ruangan dan tidak ada kegiatan luar ruangan yang dilakukan. Karena sekolahnya sampai sore, jadi dari pagi hingga sore anak-anak tidak bermain di luar ruangan,’’ jelasnya.

Serupa dengan SDIT Al Kindi, SDIT Al-Izhar School juga tidak meliburkan murid-muridnya. Seperti dituturkan Arma, salah satu guru Al Izhar. Namun dijelaskannya, aktivitas belajar diundur jadwalnya hingga pukul 08.45 WIB. Sedangkan para guru tetap masuk seperti biasanya.

‘’Kami tetap sekolah, namun waktu masuk diundur dan kegiatan luar ruangan dihindari. Tetapi kalau kondisi kian gawat, kami tetap berkoordinasi dengan para orangtua siswa,’’ jelasnya.

Sementara itu, salah satu orangtua murid SDIT Annamiroh Pusat, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Tampan, Andriani (35) mengaku keberatan sekolah tetap beraktivitas. Pasalnya, anaknya masih duduk di kelas 1 SD sehingga rentan terjangkit ISPA.

‘’Sampai hari ini masih sekolah, karena para orangtua murid mengaku tidak rela jika libur. Pasalnya sudah bayar uang sekolah mahal. Sehingga timbul pro-kontra di kalangan orang tua murid. Sebagian ingin libur, sebagian lainnya tidak rela,’’ ujarnya.

Wakil Kepala SDIT Annamiroh, Riswan SPdI ketika dikonfirmasi Riau Pos, menuturkan pihaknya meliburkan murid kelas 1-4 mulai hari ini, Kamis (27/2). Sedangkan murid kelas 5 dan 6 masih sekolah karena ada kegiatan khatam quran yang sudah disusun untuk diselenggarakan Sabtu mendatang.

‘’Imbauan dari Disdik sudah ada dari dulu. Namun, sekolah kami bernaung di bawah yayasan, tentunya izin libur tidak bisa melangkahi yayasan. Sehingga diminta orangtua membuat surat pernyataan ingin libur agar menguatkan usulan libur ke pihak yayasan. Sedangkan pemberitahuan libur kelas 5 dan 6 terlambat, sehingga Kamis-Sabtu masih sekolah untuk melaksanakan kegiatan khatam Alquran yang telah disusun,’’ jelasnya.

Sekolah di 7 Kecamatan Libur
Belum berkurangnya kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Kampar, Dinas Pendidikan melibur sekolah yang berada di 7 kecamatan, mulai Kamis (27/2).

‘’Dilihat dari dampaknya, hanya 7 kecamatan di Kabupaten Kampar yang parah sekali. Makanya Dinas Pendidikan meliburkannya,’’ kata Kadisdik dan Kebudayaan Kampar, H Jawahir.

Ia menjelaskan, 7 kecamatan yang diliburkan tersebut adalah Tambang, Siak Hulu, Perhentian Raja, Bangkinang, Tapung, Tapung Hulu dan Tapung Hilir. ‘’Sedangkan untuk di Kota Bangkinang, yang diliburkan hanya kelas 1, 2 dan 3 SD saja. Selebihnya tetap mengikuti proses belajar-mengajar,’’ jelasnya.

Ia menambahkan, untuk proses belajar mengajar selama bencana asap ini dilakukan di dalam kelas saja. ‘’Jadi tidak ada kegiatan lain selain di dalam kelas. Hal itu sudah diberitahukan kepada setiap sekolah,’’ ungkapnya.

Semua Siswa di Inhu Libur
Disdik Kabupaten Inhu juga meliburkan aktivitas belajar mengajar di seluruh SD, SMP dan SMA sederajat se-Kabupaten Inhu hari ini Kamis (27/2) hingga Jumat (28/2) besok. Sementara penderita ISPA akibat asap hingga Rabu (26/2) sudah mencapai 910 orang.

Sedangkan untuk penetapan status KLB, masih menunggu hasil rapat koordinasi yang akan digelar pada hari ini Kamis (26/2) di Kantor Bupati Inhu. Sebab berdasarkan hasil pengukuran pencemaran udara, ketebalan kabut asap pada Ahad (23/2) baru mencapai 90 indeks pencemaran udara.

Kadisdik Inhu H Ujang Sudrajat SP MSi mengatakan, aktivitas belajar bukan diliburkan. Siswa tetap belajar di rumah dengan tugas terstruktur yang telah diberikan oleh guru untuk dua hari ke depan. ‘’Kondisi ini disebabkan karena kabut asap sudah membahayakan kesehatan siswa,’’ ujarnya.

Menurut Ujang, surat edaran meliburkan siswa dari aktivitas belajar di sekolah tersebut sudah disampaikan kepada seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan Inhu untuk diteruskan kepada seluruh sekolah di wilayahnya masing-masing. Selain itu, pemberitahuan juga disampaikan melalui telepon dan SMS.

‘’Untuk saat ini, libur belajar di sekolah hanya untuk dua hari saja. Ke depannya kami masih melihat perkembangan kondisi kabut asap di wilayah Inhu,’’ ucapnya.

Kebijakan Disdik Inhu, sambung Ujang merupakan hasil koordinasi dengan Dinas Kesehatan. Di mana dalam surat yang diterima dari Dinas Kesehatan menyebutkan bahwa kondisi udara sudah masuk dalam kategori tidak sehat. Bahkan dari laporan yang diterima Dinas Pendidikan Inhu, di Kecamatan Batang Cenaku dan Batang Gansal, kondisi kabut asap cukup tebal bila dibanding dengan kecamatan lain di Inhu.

Kepala Diskes Inhu, H Suhardi SE Msi MM MH mengatakan bahwa akhir pekan lalu pihaknya telah melakukan pengukuran ketebalan partikel kabut asap. Saat itu indeks ketebalan partikel kabut asap menunjukkan angka 91 atau ambang batas kondisi sedang.      

‘’Namun hari ini (Rabu 26/2) kondisi kabut asap semakin pekat dibanding tiga hari yang lalu dan sudah sampai indeks 100 atau tidak sehat,’’ ujarnya.

Sedangkan di Kabupaten Siak koordinasi antara BLH, Disdikbud dan juga Diskes terus dilakukan. Bahkan dari koordinasi itu, Diskes dapat memberikan rekomendasi pada Disdik untuk meliburkan siswa, tentunya berdasarkan kelompok usia. ‘’Misalkan anak usia dini dan PAUD harus diliburkan, mengingat kondisi udara yang tak sehat,’’ tambah Bupati Siak, H Syamsuar.

Tindakan libur siswa sekolah ini, memang sebelumnya telah dievaluasi, karena sejak dilakukan libur, anak-anak banyak juga keinginan kuat untuk bersekolah. Hal itu dilakukan karena khawatir ketinggalan pelajaran, namun ada juga yang bermain di luar.

Dalam kondisi ini, Diskes dapat melakukan sosialisasi bagi warga, untuk menggunakan masker dalam berkativitas. Ini masih terlihat warga yang tak menggunakan masker dalam melakukan aktivitas. ‘’Ini sangat bahaya sekali, bisa jadi mereka kurang tahu dampak asap ini,’’ kata dia.

Sementara itu, Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga (Disdikpora) Rohul mulai Rabu (26/2) hingga Sabtu (1/3) meliburkan anak PAUD dan murid SD khususnya kelas I, II, III se-Rokan Hulu, terkait kabut asap tebal yang menyebabkan udara kurang sehat.

Kepala Disdikpora Rohul H M Zen SPd MMPd menyebutkan, sekolah diliburkan kembali. Penyebab diliburkannya siswa adalah, selain telah diterimanya surat Gubernur Riau, Pemerintah Provinsi Riau menetapkan status kejadian luar biasa bencana kabut asap. Status Siaga Bencana Asap juga ditetapkan Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu.

‘’Kami meliburkan anak didik tersebut, hasil Rakor Diskes, BPBD, Dishubkominfo dan instansi terkait, Selasa (26/2) petang. Sehingga diputuskan murid PAUD dan SD kelas I hingga kelas III diliburkan hari ini (Rabu, red) hingga Sabtu mendatang,’’ ungkapnya.

Menurutnya, bagi murid SD kelas IV, V, VI termasuk tingkat SLTP, SLTA sederajat mereka tetap mengikuti proses belajar-mengajar di sekolah. Namun pihak sekolah, untuk sementara waktu tidak dibenarkan mengadakan aktivitas di liar sekolah.

‘’Kami imbau pelajar SD, SLTP dan SLTA yang melakukan aktivitas belajar kenakan masker. Tidak hanya di dalam kelas, di luar sekolah agar memakainya, untuk mengantisipasi anak didik terserang penyakit yang ditimbulkan oleh kabut asap yang kondisinya semakin parah di Rokan Hulu,’’ tuturnya.(evi/ilo/l/rdh/kas/aal/gus/rio/epp/yud/egp/fat)
KOMENTAR
Riau Pos Group
Support by: