Ceceran Tanah Timbun di Jalan Soekarno Hatta
Disiram Jadi Lumpur, Dibiarkan Berkabut
Kamis, 06 Februari 2014 - 12:07 WIB > Dibaca 368 kali Print | Komentar
Berita Terkait



Laporan LUKMAN PRAYITNO, Pekanbaru lukmanprayitno@riaupos.co

Lebih dari sepekan terakhir, kondisi Jalan Soekarno-Hatta bagian Utara, Kecamatan Payung Sekaki sudah tidak nyaman lagi dilalui para pengguna jalan. Pasalnya meski kondisi jalan mulus, namun dipenuhi ceceran tanah timbun.

Helma Ningsih (19), terpaksa membalutkan ujung jilbabnya menutupi hidung dan mulut saat melintas di Jalan Soekarno-Hatta menuju Jalan Riau, Rabu (5/2) tengah hari.

Agar balutan jilbab tidak terlepas, tangan kirinya digunakan untuk menahan jilbab menutupi hidung. Sedangkan tangan kanannya tetap fokus menarik pedal gas sepeda motor maticnya.

Setelah melewati jalan berkabut sejauh sekitar 200 meter, mahasiswi perguruan tinggi swasta ini kembali menurunkan jilbab berwarna hitam.

Namun Helma terlihat kecawa karena jilbab yang dikenakannya tidak lagi sepenuhnya berwarna hitam. Namun telah berbaur dengan warna debu yang menempel.

‘’Perasaan sudah lebih seminggu kondisinya seperti ini, namun tidak ada juga perubahan,’’ kesalnya. Saat disambangi Riau Pos, saat ia berhenti di seberang sekolah Darma Yudha, Helma mengaku kecewa karena kondisi tersebut dibiarkan berlarut-larut.

Ditambah lagi ia mengaku salah seorang temannya sempat terpeleset beberapa hari lalu karena ceceran tanah timbun yang berubah menjadi lumpur setelah disiram warga.

‘’Sebelumnya teman saya sempat terpeleset dan jatuh di sini, untung dia berkendara pelan sehingga tidak mengalami luka serius. Mestinya kalau mereka berniat menyiram jalan, ya bersihkan ceceran tanahnya sehingga tidak dibiarkan menjadi lumpur dan membahayakan pengguna jalan,’’ tambahnya.

Panasnya cuaca, membuatnya bergegas meninggalkan jalan berdebu tersebut menuju tempat tinggalnya di Kecamatan Rumbai. Sementara Riau Pos berbalik arah menuju arah Selatan Jalan Soekarno-Hatta.

Dua orang warga terlihat mulai menyirami badan jalan, salah seorang menggunakan air yang disemprotkan melalui selang. Sedangkan yang lainnya hanya menyiram badan jalan menggunakan ember dan mengambil air dari parit di bagian barat badan jalan nasional tersebut.

Menurut Upik (40), salah seorang warga yang ditemui Riau Pos, penyiraman badan jalan yang dilakukan memang efektif mengurangi kabut akibat ceceran tanah. Namun hal tersebut juga memicu kecelakaan karena kendaraan terpeleset karena ceceran tanah timbun berubah menjadi lumpur.(eca)
KOMENTAR
Berita Update
GAMEZ FREE FIRE COMPETITION
Kompetisi eSport Berhadiah Golden Ticket Grand Final Indonesia Master 2019
Rabu, 16 Januari 2019 - 18:02 wib
Masyarakat Keluhkan Banyak Jalan Rusak

Masyarakat Keluhkan Banyak Jalan Rusak
Rabu, 16 Januari 2019 - 17:15 wib

Piala Adipura Diarak di Kota Bangkinang
Rabu, 16 Januari 2019 - 17:00 wib
Dewan Minta Pemkab  Perhatikan Guru Komite

Dewan Minta Pemkab Perhatikan Guru Komite
Rabu, 16 Januari 2019 - 16:30 wib
Pengurus OPSI  Riau dimintai keterangan di kantor Satpol PP Pekanbaru
Dugaan LGBT
Pengurus OPSI Riau dimintai keterangan di kantor Satpol PP Pekanbaru
Rabu, 16 Januari 2019 - 15:43 wib
Kepergok Curi Besi Tua, Pria 46 Tahun Diamankan

Kepergok Curi Besi Tua, Pria 46 Tahun Diamankan
Rabu, 16 Januari 2019 - 15:40 wib
Jangan Daratan Terus, Pesisir Juga Perlu Dilihat
TUAN RUMAH PORPROV X
Jangan Daratan Terus, Pesisir Juga Perlu Dilihat
Rabu, 16 Januari 2019 - 15:30 wib
Harga Beras Turun Rp500 per Kilogram
Beras Impor Masih Diburu
Harga Beras Turun Rp500 per Kilogram
Rabu, 16 Januari 2019 - 15:15 wib
372 Ekor  Sapi  Dihibahkan Tahun Ini

372 Ekor Sapi Dihibahkan Tahun Ini
Rabu, 16 Januari 2019 - 15:00 wib
Cari Berita
Feature Terbaru
Ketika "Tujuh Hantu" Tak Lagi Adang BBM Rakyat

Selasa, 06 November 2018 - 21:13 WIB

Ada Apa di Balik Deklarasi Itu?

Rabu, 24 Oktober 2018 - 16:59 WIB

Hotel Ayola Tawarkan Menu Crispy Chicken Steak

Rabu, 24 Oktober 2018 - 11:30 WIB

Tebar Buku UAS hingga Bisnis Daring dengan Sentuhan Jari
Masyarakat Mesti Bijak Gunakan Medsos

Selasa, 18 September 2018 - 19:30 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us