Herman, Bangkit Setelah Kecelakaan yang Membuatnya Cacat
Berusaha, Bersedekah dan Kini Punya Tujuh Rumah Petak
Jumat, 31 Januari 2014 - 11:24 WIB > Dibaca 1025 kali Print | Komentar
Berusaha, Bersedekah dan Kini Punya Tujuh Rumah Petak
Meski kaki kirinya buntung akibat kecelakaan, Herman (38) mampu membangun rumah sendiri, Kamis (30/1/2014). Foto: SYUKRI DATASAN/RIAU POS
Berita Terkait



DURI (RIAUPOS.CO) - Meski kaki kirinya buntung hingga paha, Herman tak patah arang. Malah semenjak kecelakaan tragis yang menimpanya 2004, kehidupan lelaki berusia 38 tahun ini terus membaik.

Cacat permanen yang ia alami tak membuat Herman terpuruk dalam duka. Malah kini, dia menjadi inspirasi tersendiri bagi warga setempat.

Berkat semangat disertai kerja keras dan pantang menyerah, kini Herman sudah memiliki tujuh rumah petak. Malah saat ini ia pun sedang giat membangun rumah berukuran 138 meter persegi di Jalan Mekar Sari RT 5 RW 5 Kelurahan Duri Timur. Menurut Ujang tetangganya, kalau dihitung-hitung, aset Herman saat ini sekitar Rp500 juta.

Pemuka masyarakat setempat, Edranifal yang meminta Riau Pos mewawancarai Herman pun tak kalah salut. Yang patut dicontoh dari lelaki yang mengaku hanya sampai kelas lima SD ini adalah tekadnya untuk menjalani hidup dengan rasa optimis.

Pembangunan tujuh petak rumah yang ia miliki dikerjakan sendiri. Begitu pula rumah besar tiga kamar yang kini sudah teratap.

Mulai dari memasang fondasi, bata dinding, dan memasang atap ia garap sendiri.  ‘’Paling yang diupahkan hanyalah pekerjaan seperti mengocok semen dan lain-lain,’’ katanya pada Riau Pos, Kamis (30/1) petang.

Rekan kerja Herman, Nalvis (35) mengaku, dulu ia sama-sama kuli bangunan dengan Herman di Duri. ‘’Saat itu kehidupan kami tak beda. Dapat hari itu habis hari itu juga. Selepas itu kami berpisah. Saya pulang ke Batusangkar. Begitu kembali ke Duri, saya dapati kehidupan Herman jauh di atas saya. Ibarat kelok sembilan, saya ketinggalan delapan kelok. Saya baru dua bulan ini berjumpa dia. Kehidupannya sangat jauh berubah. Baginya tepatlah ungkapan; sengsara membawa nikmat,’’ ujar Nalvis.

Membaiknya perekonomian Herman bukan karena harta peninggalan orang tuanya.

‘’Dua puluh hari setelah tabrakan, saya kembali bisa beraktivitas. Untuk apa putus asa. Kan ada Tuhan. Lapi pula saya harus menghidupi keluarga. Apa pun saya kerjakan waktu itu. Mulai dari jualan buah pakai becak, jualan sate, jualan balon, serta jualan sayur keliling. Uang yang terkumpul saya bangunkan ke rumah secara berangsur-angsur,’’ tuturnya.(sda)
KOMENTAR
Berita Update
Syamsuar Doakan Riau Terhindar Ancaman LGBT

Syamsuar Doakan Riau Terhindar Ancaman LGBT
Rabu, 23 Oktober 2018 - 20:00 wib

Banjir, Kebun Terendam Warga Mengungsi
Rabu, 23 Oktober 2018 - 19:30 wib
Sabu Ancam Anak, Polisi Perketat Pengawasan

Sabu Ancam Anak, Polisi Perketat Pengawasan
Rabu, 23 Oktober 2018 - 19:00 wib

Telkomsel MSIGHT Perkenalkan Layanan Telco Big Data
Rabu, 23 Oktober 2018 - 18:54 wib
Beasiswa Tingkatkan Kualitas SDM

Beasiswa Tingkatkan Kualitas SDM
Rabu, 23 Oktober 2018 - 18:30 wib
4.382 Pelamar CPNS Lulus Seleksi Administrasi

4.382 Pelamar CPNS Lulus Seleksi Administrasi
Rabu, 23 Oktober 2018 - 17:30 wib

Perampok Bersenpi Gondol Rp450 Juta
Rabu, 23 Oktober 2018 - 17:00 wib

Rossi: Finis Keempat Bukanlah Hasil Buruk
Rabu, 23 Oktober 2018 - 16:30 wib

Siman Incar Tiket Olimpiade 2020
Rabu, 23 Oktober 2018 - 16:00 wib

Tangani Longsor, Tiga Alat Berat Dikerahkan
Rabu, 23 Oktober 2018 - 15:43 wib
Cari Berita
Feature Terbaru
Tebar Buku UAS hingga Bisnis Daring dengan Sentuhan Jari
Masyarakat Mesti Bijak Gunakan Medsos

Selasa, 18 September 2018 - 19:30 WIB

Nyanyikan Indonesia Raya di Tengah Belantara

Rabu, 05 September 2018 - 12:41 WIB

Sekali Panen Raup Rp52,5 Juta

Sabtu, 28 April 2018 - 12:35 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini