Flu Bisa Jadi Pertanda HIV AIDS
Kamis, 30 Januari 2014 - 06:08 WIB > Dibaca 422 kali Print | Komentar
Flu Bisa Jadi Pertanda HIV AIDS
Berita Terkait





DALAM jangka waktu sebulan atau dua bulan HIV memasuki tubuh, 40 persen sampai 90 persen orang mengalami gejala seperti flu yang dikenal sebagai sindrom retroviral akut (ARS). Namun terkadang gejala HIV tidak terlihat dalam waktu bertahun-tahun, bahkan bisa sampai satu dekade setelah terinfeksi.

"Banyak yang tidak menyadari bahwa mereka terkena HIV, itulah mengapa perlu dilakukan tes, terutama jika telah melakukan hubungan seks tanpa kontrasepsi dengan lebih dari satu pasangan atau menggunakan narkoba suntik," kata Direktur HIV/AIDS dari Kaiser Permanente, Oakland, California, Michael Horberg, seperti dilansir laman Health.

Agar tidak terlambat mengetahui anda terkena HIV, ada baiknya mengetahui berbagai tanda dari gejala terkena HIV. Berikut adalah tanda seseorang terkena HIV.

1. Demam
Salah satu tanda dari ARS adalah demam ringan, yang bisa mencapai sampai 38 derajat celcius. Demam ini juga biasanya berbarengan dengan gejalan ringan lainnya seperti kelelahan, kelenjar getah bening, dan sakit tenggorokan.

"Pada tahap ini virus bergerak ke dalam aliran darah dan mulai mereplikasi dalam jumlah besar. Selain itu juga terjadi reaksi inflamasi oleh sistem imunitas," kata Carlos Malvetutto, MD, instruktor penyekit menular dan imunologi di departemen obat di NYU School of Medicine di New York.

2. Kelelahan
Respons inflamasi yang dihasilkan oleh sistem kekebalan tubuh terkepung juga dapat menyebabkan anda merasa letih dan lesu. Kelelahan bisa hadir pada tanda awal atau lanjutan dari HIV.

3. Pegal otot, Nyeri sendi, Pembengkakan kelenjar getah bening
ARS kadang disalah artikan dengan flu, mononucleosis, infeksi virus atau yang lain, bahkan sifilis dan hepatitis. Hal tersebut tidak mengagetkan, banyak dari gejalannya sama, termasuk nyeri pada sendi dan otot, serta kelenjar getah bening yang membengkak.

Kelenjar getah bening merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh anda dan cenderung meradang ketika ada infeksi. Banyak dari mereka berada di ketiak anda, pangkal paha, dan leher.

4. Sakit tenggorokan dan sakit kepala
Seperti gejala lainnya, sakit tenggorokan dan sakit kepala bisa jadi salah satu tanda dari ARS. Jika anda baru terlibat dalam perilaku berisiko tinggi, melakukan tes HIV adalah ide yang bagus. Lakukanlah pemeriksaan untuk kepentingan anda dan orang lain, karena ketahuilah, HIV paling menular pada tahap awal.

5. Ruam pada kulit
Ruam-ruam pada kulit bisa terjadi pada fase awal atau lampat pada HIV/AIDS.

"Ruamnya seperti bisul, dengan area berwarna merah muda dan gatal di lengan. Jika ruam tidak mudah dijelaskan ataupun tidak mudah diobati, anda sebaiknya mulai memikirkan untuk melakukan tes HIV," kata Dr. Horberg.

6. Mual, muntah, diare
Pada tahap awal, 30 persen sampai 60 persen orang mengalami mual, muntah, diare jangka pendek. Gejala ini juga bisa muncul sebagai akibat dari terapi antiretroviral dan kemudian infeksi, biasanya sebagai akibat dari infeksi oportunistik.

7. Kehilangan berat badan
Hal yang perlu diperhatikan adalah jika kehilangan berat badan tanpa alasan yang jelas, seperti ketika makan sebanyak mungkin namun tetap kehilangan berat badan. Kehilangan berat badan adalah tanda penyakit yang lebih lanjut dan bisa menjadi bagian dari diare parah.

8. Batuk kering
Seringnya orang yang mengidap HIV, menyangka bahwa batuk kering yang dideritanya adalah batuk kering biasa ataupun alergi. Namun batuk yang diderita berjalan hingga dalam waktu setahun setengah, dan semakin memburuk. Benadryl, antibiotik, dan inhaler tidak akan bisa menyembuhkannya.

9. Pneumonia
Batuk dan kehilangan berat badan bisa juga menjadi pertanda infeksi serius yang disebabkan oleh kuman yang tidak akan menganggu anda jika sistem imunitas anda bekerja dengan semestinya.

10. Berkeringat saat malam
Selain itu, berkeringat saat malam tanpa alasan yang jelas juga bisa menjadi salah satu tanda HIV. Sekitar setengah orang mengalami berkeringat saat malam selama tahap awal darin infeksi HIV. Hal ini hampir serupa dengan gejala menopause pada wanita.

11. Perubahan pada kuku
Tanda lainnya adalah adanya perubahan pada kuku, seperti warna kuku yang berubah jadi hitam atau cokelat berbentuk garis, baik vertikal maupun horizontal. Selain itu perubahan juga bisa terjadi pada ketebalan kuku dan bentuk kuku, dan terpecahnya kuku.

Seringnya ini terjadi karena infeksi jamur, seperti candida."Pasien dengan sistem kekebalan yang menurun akan lebih rentan terhadap infeksi jamur," kata Dr. Malvestutto.

12. Infeksi jamur
Infeksi jamur lainnya yang umur ada pada tahap lanjutan adalah sariawan, infeksi mulut yang disebabkan oleh Candida, sebuah tipe jamur.

13. Kesulitan berkonsentrasi atau kebingungan
Masalah kognitif bisa jadi tanda dari HIV terkait demensia, yang biasanya terjadi pada tahap akhir. Selain kebingungan dan kesulitan berkonsentrasi, AIDS, yang terkait demensia, mungkin juga melibatkan masalah ingatan dan masalah perilaku seperti marah atau mudah tersinggung.

14. Luka dingin, Atau herpes genital
Luka dingin (oral herpes) dan herpes genital bisa menjadi tanda dari ARS dan infeksi HIV stadium akhir. Mengidap herpes juga bisa menjadi faktor risiko tertular HIV. Hal ini karena herpes genital dapat menyebabkan borok yang memudahkaan HIV masuk ke dalam tubuh saat berhubungan seks.

15. Kesemutan
Tahap akhir HIV bisa juga menyebabkan mati rasa dan kesemutan di tangan dan kaki. Ini disebut neuropati perifer, yang juga terjadi pada orang dengan diabetes tidak terkontrol. Gejala ini dapat diobati dengan obat penghilang rasa sakit counterpain dan obat-obatan anti kejang seperti Neurontin.

16. Menstruasi tidak teratur
Penyakit HIV lanjut tampaknya meningkatkan risiko mengalami ketidakteraturan menstruasi, seperti periode yang lebih sedikit dan lebih ringan. Perubahan ini, mungkin lebih berkaitan dengan penurunan berat badan dan kesehatan yang buruk dari wanita engan tahap akhir infeksi daripada infeksi itu sendiri.

Infeksi HIV juga telah dikaitkan dengan usia menopause awal (47-48 tahun bagi perempuan yang terinfeksi dibandingkan dengan 49 sampai 51 tahun untuk perempuan yang tidak terinfeksi).(fny/jpnn)
KOMENTAR
Berita Update
Anjurkan Kampanye Negatif, Tapi Haramkan Black Campaign

Anjurkan Kampanye Negatif, Tapi Haramkan Black Campaign
Senin, 15 Oktober 2018 - 15:32 wib

Kepenghuluan Dukung Inovasi Desa
Senin, 15 Oktober 2018 - 15:30 wib

Mengenali Politisi Spanduk
Senin, 15 Oktober 2018 - 15:12 wib
Pemprov Siapkan Bonus Peraih Medali Asian Para Games

Pemprov Siapkan Bonus Peraih Medali Asian Para Games
Senin, 15 Oktober 2018 - 15:00 wib
Diunggulkan, Gafar Jadikan Tantangan

Diunggulkan, Gafar Jadikan Tantangan
Senin, 15 Oktober 2018 - 14:32 wib
Arara Abadi Komit Berantas TBC di Teluk Meranti
Dukung Program Pelalawan Sehat
Senin, 15 Oktober 2018 - 14:30 wib

PT Bimalyndo Hajar Aswad Resmi Beroperasi
Senin, 15 Oktober 2018 - 14:23 wib

PT Bimalyndo Hajar Aswad Resmi Beroperasi
Senin, 15 Oktober 2018 - 14:23 wib
Tingkatkan Kompetensi dan Profesionalisme Konsultan

Tingkatkan Kompetensi dan Profesionalisme Konsultan
Senin, 15 Oktober 2018 - 14:12 wib
Cari Berita
Kesehatan Terbaru
Narkoba Merusak Kesehatan dan Mental

Senin, 15 Oktober 2018 - 14:00 WIB

Manfaat Buah Belimbing  untuk Kesehatan

Jumat, 12 Oktober 2018 - 16:25 WIB

Home Care, Pelayanan  Kesehatan Berkesinambungan

Jumat, 12 Oktober 2018 - 14:32 WIB

Deteksi Dini Gangguan Pendengaran

Jumat, 05 Oktober 2018 - 16:33 WIB

Sekdakab Besuk Pasien di RSUD

Selasa, 02 Oktober 2018 - 18:00 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us