Flu Bisa Jadi Pertanda HIV AIDS
Kamis, 30 Januari 2014 - 06:08 WIB > Dibaca 397 kali Print | Komentar
Flu Bisa Jadi Pertanda HIV AIDS
Berita Terkait





DALAM jangka waktu sebulan atau dua bulan HIV memasuki tubuh, 40 persen sampai 90 persen orang mengalami gejala seperti flu yang dikenal sebagai sindrom retroviral akut (ARS). Namun terkadang gejala HIV tidak terlihat dalam waktu bertahun-tahun, bahkan bisa sampai satu dekade setelah terinfeksi.

"Banyak yang tidak menyadari bahwa mereka terkena HIV, itulah mengapa perlu dilakukan tes, terutama jika telah melakukan hubungan seks tanpa kontrasepsi dengan lebih dari satu pasangan atau menggunakan narkoba suntik," kata Direktur HIV/AIDS dari Kaiser Permanente, Oakland, California, Michael Horberg, seperti dilansir laman Health.

Agar tidak terlambat mengetahui anda terkena HIV, ada baiknya mengetahui berbagai tanda dari gejala terkena HIV. Berikut adalah tanda seseorang terkena HIV.

1. Demam
Salah satu tanda dari ARS adalah demam ringan, yang bisa mencapai sampai 38 derajat celcius. Demam ini juga biasanya berbarengan dengan gejalan ringan lainnya seperti kelelahan, kelenjar getah bening, dan sakit tenggorokan.

"Pada tahap ini virus bergerak ke dalam aliran darah dan mulai mereplikasi dalam jumlah besar. Selain itu juga terjadi reaksi inflamasi oleh sistem imunitas," kata Carlos Malvetutto, MD, instruktor penyekit menular dan imunologi di departemen obat di NYU School of Medicine di New York.

2. Kelelahan
Respons inflamasi yang dihasilkan oleh sistem kekebalan tubuh terkepung juga dapat menyebabkan anda merasa letih dan lesu. Kelelahan bisa hadir pada tanda awal atau lanjutan dari HIV.

3. Pegal otot, Nyeri sendi, Pembengkakan kelenjar getah bening
ARS kadang disalah artikan dengan flu, mononucleosis, infeksi virus atau yang lain, bahkan sifilis dan hepatitis. Hal tersebut tidak mengagetkan, banyak dari gejalannya sama, termasuk nyeri pada sendi dan otot, serta kelenjar getah bening yang membengkak.

Kelenjar getah bening merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh anda dan cenderung meradang ketika ada infeksi. Banyak dari mereka berada di ketiak anda, pangkal paha, dan leher.

4. Sakit tenggorokan dan sakit kepala
Seperti gejala lainnya, sakit tenggorokan dan sakit kepala bisa jadi salah satu tanda dari ARS. Jika anda baru terlibat dalam perilaku berisiko tinggi, melakukan tes HIV adalah ide yang bagus. Lakukanlah pemeriksaan untuk kepentingan anda dan orang lain, karena ketahuilah, HIV paling menular pada tahap awal.

5. Ruam pada kulit
Ruam-ruam pada kulit bisa terjadi pada fase awal atau lampat pada HIV/AIDS.

"Ruamnya seperti bisul, dengan area berwarna merah muda dan gatal di lengan. Jika ruam tidak mudah dijelaskan ataupun tidak mudah diobati, anda sebaiknya mulai memikirkan untuk melakukan tes HIV," kata Dr. Horberg.

6. Mual, muntah, diare
Pada tahap awal, 30 persen sampai 60 persen orang mengalami mual, muntah, diare jangka pendek. Gejala ini juga bisa muncul sebagai akibat dari terapi antiretroviral dan kemudian infeksi, biasanya sebagai akibat dari infeksi oportunistik.

7. Kehilangan berat badan
Hal yang perlu diperhatikan adalah jika kehilangan berat badan tanpa alasan yang jelas, seperti ketika makan sebanyak mungkin namun tetap kehilangan berat badan. Kehilangan berat badan adalah tanda penyakit yang lebih lanjut dan bisa menjadi bagian dari diare parah.

8. Batuk kering
Seringnya orang yang mengidap HIV, menyangka bahwa batuk kering yang dideritanya adalah batuk kering biasa ataupun alergi. Namun batuk yang diderita berjalan hingga dalam waktu setahun setengah, dan semakin memburuk. Benadryl, antibiotik, dan inhaler tidak akan bisa menyembuhkannya.

9. Pneumonia
Batuk dan kehilangan berat badan bisa juga menjadi pertanda infeksi serius yang disebabkan oleh kuman yang tidak akan menganggu anda jika sistem imunitas anda bekerja dengan semestinya.

10. Berkeringat saat malam
Selain itu, berkeringat saat malam tanpa alasan yang jelas juga bisa menjadi salah satu tanda HIV. Sekitar setengah orang mengalami berkeringat saat malam selama tahap awal darin infeksi HIV. Hal ini hampir serupa dengan gejala menopause pada wanita.

11. Perubahan pada kuku
Tanda lainnya adalah adanya perubahan pada kuku, seperti warna kuku yang berubah jadi hitam atau cokelat berbentuk garis, baik vertikal maupun horizontal. Selain itu perubahan juga bisa terjadi pada ketebalan kuku dan bentuk kuku, dan terpecahnya kuku.

Seringnya ini terjadi karena infeksi jamur, seperti candida."Pasien dengan sistem kekebalan yang menurun akan lebih rentan terhadap infeksi jamur," kata Dr. Malvestutto.

12. Infeksi jamur
Infeksi jamur lainnya yang umur ada pada tahap lanjutan adalah sariawan, infeksi mulut yang disebabkan oleh Candida, sebuah tipe jamur.

13. Kesulitan berkonsentrasi atau kebingungan
Masalah kognitif bisa jadi tanda dari HIV terkait demensia, yang biasanya terjadi pada tahap akhir. Selain kebingungan dan kesulitan berkonsentrasi, AIDS, yang terkait demensia, mungkin juga melibatkan masalah ingatan dan masalah perilaku seperti marah atau mudah tersinggung.

14. Luka dingin, Atau herpes genital
Luka dingin (oral herpes) dan herpes genital bisa menjadi tanda dari ARS dan infeksi HIV stadium akhir. Mengidap herpes juga bisa menjadi faktor risiko tertular HIV. Hal ini karena herpes genital dapat menyebabkan borok yang memudahkaan HIV masuk ke dalam tubuh saat berhubungan seks.

15. Kesemutan
Tahap akhir HIV bisa juga menyebabkan mati rasa dan kesemutan di tangan dan kaki. Ini disebut neuropati perifer, yang juga terjadi pada orang dengan diabetes tidak terkontrol. Gejala ini dapat diobati dengan obat penghilang rasa sakit counterpain dan obat-obatan anti kejang seperti Neurontin.

16. Menstruasi tidak teratur
Penyakit HIV lanjut tampaknya meningkatkan risiko mengalami ketidakteraturan menstruasi, seperti periode yang lebih sedikit dan lebih ringan. Perubahan ini, mungkin lebih berkaitan dengan penurunan berat badan dan kesehatan yang buruk dari wanita engan tahap akhir infeksi daripada infeksi itu sendiri.

Infeksi HIV juga telah dikaitkan dengan usia menopause awal (47-48 tahun bagi perempuan yang terinfeksi dibandingkan dengan 49 sampai 51 tahun untuk perempuan yang tidak terinfeksi).(fny/jpnn)
KOMENTAR
Berita Update

Hotel Dafam Tawarkan Promo Merdeka Package
Sabtu, 17 Agustus 2018 - 14:15 wib
Hadirkan Layanan Purnajual Terbaik bagi Konsumen
MMKSI Luncurkan Service Booking Card
Sabtu, 17 Agustus 2018 - 14:01 wib
Perda Pengelolaan Sampah
September, Wako Minta Denda Rp2,5 Juta Diterapkan
Sabtu, 17 Agustus 2018 - 13:43 wib
Arbi Hidayat Terpilih Ketua PC Sapma PP
Sapma PP Pekanbaru Gelar Muscab I
Sabtu, 17 Agustus 2018 - 13:39 wib
Sehat Bersama Awal Bros Panam
Mau Merdeka dari Penyakit? Lakukan MCU
Sabtu, 17 Agustus 2018 - 13:29 wib

7 Hektare Lahan Terbakar
Sabtu, 17 Agustus 2018 - 13:00 wib
Alamaaak!
Batal Borong
Sabtu, 17 Agustus 2018 - 11:54 wib

Karnaval Berlangsung di Tengah Terik Matahari
Sabtu, 17 Agustus 2018 - 11:37 wib

Revisi Perda Tempat Hiburan
Sabtu, 17 Agustus 2018 - 11:24 wib

Truk Bertonase Besar Leluasa Masuk Kota
Sabtu, 17 Agustus 2018 - 11:02 wib
Cari Berita
Kesehatan Terbaru
Mau Merdeka dari Penyakit? Lakukan MCU

Jumat, 17 Agustus 2018 - 13:29 WIB

Terlalu Banyak Minum Air Putih Membahayakan Kesehatan?

Jumat, 17 Agustus 2018 - 13:18 WIB

Kenali Gejala Nyeri Pinggang Anda

Minggu, 12 Agustus 2018 - 11:36 WIB

Serba-serbi Memberi ASI pada si Kecil

Jumat, 10 Agustus 2018 - 11:30 WIB

206.633 Anak Jadi Sasaran Imunisasi MR

Kamis, 09 Agustus 2018 - 13:30 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini