Wonderful Indonesia
Penis Bengkok? Tenang, Ada Obatnya
Sabtu, 25 Januari 2014 - 11:54 WIB > Dibaca 429 kali Print | Komentar
Penis Bengkok? Tenang, Ada Obatnya
Berita Terkait

Seks Pranikah Mencemaskan, kok Publik Lebih Risau Pernikahan Dini?



PRIA dengan kondisi penis bengkok sering merasa rendah diri karena takut mengecewakan pasangan di atas ranjang. Tapi kini kondisi tersebut memiliki pilihan pengobatan yang telah disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA).

Baru-baru ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika (Food and Drug Administration atau FDA) telah menyetujui obat Xiaflex untuk mengobati penyakit Peyronie, yaitu suatu kondisi yang menyebabkan kelengkungan atau bengkok di penis, yang dapat membuat sulit bagi pria untuk mencapai ereksi atau membuat ereksi terasa sangat menyakitkan.

Kelengkungan ini disebabkan oleh jaringan parut di bawah kulit penis yang dirasakan sebagai benjolan, yang dapat terjadi setelah cedera pada penis, seperti pembuluh darah yang pecah yang terjadi saat berhubungan seks atau kegiatan atletik.

Tidak diketahui persis berapa banyak jumlah laki-laki yang mengalami penyakit Peyronie. Tapi diperkirakan sekitar 1 sampai 3 persen, menurut Weill Cornell Medical College.

Jumlah ini bisa jadi lebih banyak karena beberapa pria mungkin tidak tahu bahwa mereka mengalami kondisi tersebut, atau mungkin malu mengungkapkannya.

Selama ini beberapa obat telah digunakan untuk mengobati penyakit Peyronie, tapi tidak ada obat yang benar-benar khusus ditujukan untuk pria penderita penis bengkok. Xiaflex adalah obat pertama yang disetujui secara khusus untuk tujuan mengobati penyakit Peyronie.

"Persetujuan hari ini memperluas pilihan pengobatan yang tersedia untuk pria yang mengalami penyakit Peyronie," kata wakil direktur Divisi Tulang, Reproduksi dan Urologi di Pusat Evaluasi dan Penelitian Obat FDA, Dr. Audrey Gassman, seperti dilansir laman Huffington Post, Kamis (23/1).

Xiaflex adalah obat untuk pria yang memiliki benjolan di penis yang menyebabkan kelengkungan minimal 30 derajat pada ereksi. Xiaflex memecah jaringan ikat yang menyebabkan deformitas.

FDA melakukan persetujuan berdasarkan dua kali pengujian, yakni percobaan dikontrol pada 832 pria dengan penyakit Peyronie yang diikuti selama satu tahun. Obat ini secara signifikan mengurangi kelengkungan penis dan gejala dibandingkan dengan plasebo.

"Efek samping yang paling umum dari obat itu adalah hematoma penis (kumpulan darah di bawah kulit), pembengkakan penis dan nyeri penis. Obat ini juga dapat memiliki efek samping yang serius, termasuk fraktur penis. Maka dari itu, dokter harus menjalani sertifikasi sebelum mereka dapat meresepkan obat ini," kata jubir FDA. (fny/jpnn)
KOMENTAR
Berita Update
Jamkrida Bukukan Jaminan Kredit Rp1,164 Triliun

Jamkrida Bukukan Jaminan Kredit Rp1,164 Triliun
Sabtu, 26 Mei 2018 - 11:16 wib

PGN Buka Bersama PWI Dumai
Sabtu, 26 Mei 2018 - 10:50 wib
Asal Bukan Real
REAL MADRID v LIVERPOOL
Asal Bukan Real
Sabtu, 26 Mei 2018 - 10:46 wib

Revisi UU ASN Masih Menggantung
Sabtu, 26 Mei 2018 - 10:43 wib
Khawatir Bencana di Jalur Distribusi

Khawatir Bencana di Jalur Distribusi
Sabtu, 26 Mei 2018 - 10:39 wib

Sabtu, 26 Mei 2018 - 10:38 wib

Dekranasda Kampar Ingin Kembangkan Batik Riau
Sabtu, 26 Mei 2018 - 10:36 wib
Oleh Prof dr H K Suheimi
Menuju Sehat
Sabtu, 26 Mei 2018 - 10:35 wib
Cari Berita
Kesehatan Terbaru
Terapi Low Back Pain

Jumat, 25 Mei 2018 - 10:55 WIB

Pentingnya Terapi untuk Orangtua Anak Autis

Minggu, 20 Mei 2018 - 11:52 WIB

Tetap Aktif saat Berpuasa Ramadan

Minggu, 20 Mei 2018 - 10:42 WIB

Menu Sehat saat Berpuasa

Jumat, 18 Mei 2018 - 11:05 WIB

Perlukah Cek Kesehatan Sebelum Puasa?

Jumat, 18 Mei 2018 - 10:37 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us