Penis Bengkok? Tenang, Ada Obatnya
Sabtu, 25 Januari 2014 - 11:54 WIB > Dibaca 693 kali Print | Komentar
Penis Bengkok? Tenang, Ada Obatnya
PRIA dengan kondisi penis bengkok sering merasa rendah diri karena takut mengecewakan pasangan di atas ranjang. Tapi kini kondisi tersebut memiliki pilihan pengobatan yang telah disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA).

Baru-baru ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika (Food and Drug Administration atau FDA) telah menyetujui obat Xiaflex untuk mengobati penyakit Peyronie, yaitu suatu kondisi yang menyebabkan kelengkungan atau bengkok di penis, yang dapat membuat sulit bagi pria untuk mencapai ereksi atau membuat ereksi terasa sangat menyakitkan.

Kelengkungan ini disebabkan oleh jaringan parut di bawah kulit penis yang dirasakan sebagai benjolan, yang dapat terjadi setelah cedera pada penis, seperti pembuluh darah yang pecah yang terjadi saat berhubungan seks atau kegiatan atletik.

Tidak diketahui persis berapa banyak jumlah laki-laki yang mengalami penyakit Peyronie. Tapi diperkirakan sekitar 1 sampai 3 persen, menurut Weill Cornell Medical College.

Jumlah ini bisa jadi lebih banyak karena beberapa pria mungkin tidak tahu bahwa mereka mengalami kondisi tersebut, atau mungkin malu mengungkapkannya.

Selama ini beberapa obat telah digunakan untuk mengobati penyakit Peyronie, tapi tidak ada obat yang benar-benar khusus ditujukan untuk pria penderita penis bengkok. Xiaflex adalah obat pertama yang disetujui secara khusus untuk tujuan mengobati penyakit Peyronie.

"Persetujuan hari ini memperluas pilihan pengobatan yang tersedia untuk pria yang mengalami penyakit Peyronie," kata wakil direktur Divisi Tulang, Reproduksi dan Urologi di Pusat Evaluasi dan Penelitian Obat FDA, Dr. Audrey Gassman, seperti dilansir laman Huffington Post, Kamis (23/1).

Xiaflex adalah obat untuk pria yang memiliki benjolan di penis yang menyebabkan kelengkungan minimal 30 derajat pada ereksi. Xiaflex memecah jaringan ikat yang menyebabkan deformitas.

FDA melakukan persetujuan berdasarkan dua kali pengujian, yakni percobaan dikontrol pada 832 pria dengan penyakit Peyronie yang diikuti selama satu tahun. Obat ini secara signifikan mengurangi kelengkungan penis dan gejala dibandingkan dengan plasebo.

"Efek samping yang paling umum dari obat itu adalah hematoma penis (kumpulan darah di bawah kulit), pembengkakan penis dan nyeri penis. Obat ini juga dapat memiliki efek samping yang serius, termasuk fraktur penis. Maka dari itu, dokter harus menjalani sertifikasi sebelum mereka dapat meresepkan obat ini," kata jubir FDA. (fny/jpnn)
KOMENTAR
Berita Update
372 Ekor  Sapi  Dihibahkan Tahun Ini

372 Ekor Sapi Dihibahkan Tahun Ini
Rabu, 16 Januari 2019 - 15:00 wib
Wako: Beri Kesempatan Siapkan Pabrik Baru
Terkait Perpanjangan Izin PT Bangkinang
Wako: Beri Kesempatan Siapkan Pabrik Baru
Rabu, 16 Januari 2019 - 14:55 wib
Perpindahan PNS ke Provinsi Dibatasi

Perpindahan PNS ke Provinsi Dibatasi
Rabu, 16 Januari 2019 - 14:50 wib

Bawaslu Bahas Pidato Jokowi dan Prabowo
Rabu, 16 Januari 2019 - 14:40 wib

TKN: Jokowi Sudah Beri Bukti, 02 Baru Berjanji
Rabu, 16 Januari 2019 - 14:31 wib
Warga Rumbai Desak Perbaikan Gorong-Gorong

Warga Rumbai Desak Perbaikan Gorong-Gorong
Rabu, 16 Januari 2019 - 14:30 wib

Masjid Al Aqsa Dibuka Kembali Usai Ricuh
Rabu, 16 Januari 2019 - 14:24 wib
Embarkasi Antara  Disarankan Diperbaiki

Embarkasi Antara Disarankan Diperbaiki
Rabu, 16 Januari 2019 - 14:15 wib

APBD Sudah Bisa Dimanfaatkan
Rabu, 16 Januari 2019 - 14:00 wib
Cari Berita
Kesehatan Terbaru
RSUD AA Turut Minta Pengalihan Penahanan Tiga Dokternya
Menjaga Kesehatan saat Perubahan Cuaca Ekstrem

Minggu, 30 Desember 2018 - 10:22 WIB

Kepala BBPOM Tak Tahu Jumlah Tersangka

Jumat, 28 Desember 2018 - 10:45 WIB

Cairan Elektrolit Bermanfaat untuk Pasien DBD dan Diare

Sabtu, 22 Desember 2018 - 14:46 WIB

Waspadai Penyebaran HIV/AIDS

Jumat, 21 Desember 2018 - 12:10 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us