Cara Siswa Peringati Hari 1 Miliar Pohon
Onggokan Sampah Disulap, Tanam Pohon Berguna
Minggu, 19 Januari 2014 - 08:05 WIB > Dibaca 1875 kali Print | Komentar
Onggokan Sampah Disulap, Tanam Pohon Berguna
Hasil kreativitas siswa berupa maket yang bertemakan lingkungan hidup ini diciptakan untuk mengajak masyarakat peduli terhadap Bumi. Foto: *7/riau pos
Berita Terkait

Tak Ada Hewan Berpenyakit



PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Para siswa tampak duduk berkelompok dengan onggokan sampah dihadapannya. Tangan-tangan kreatif tersebut bekerja dengan cepat. Siswa ini mengubah sampah kering yang terdiri dari kertas, dedaunan, kardus dan sampah lainnya menjadi prakarya cantik. Ini terlihat pada kegiatan Memperingati hari Satu Miliar pohon yang dilaksanakan SMAN 1 Pekanbaru, Jumat (10/1) lalu.

Kegiatan yang diikuti sepuluh sekolah tingkat SMA sederajat di Kota Pekanbaru tersebut, terlihat siswa berupaya maksimal menyulap sampah tersebut menjadi barang berharga berupa seni rupa lukisan dan mading. Semua bahan yang dimanfaatkan dari limbah terbuang. Adanya kerajinan tersebut membuktikan bahwa sampah bukanlah barang yang memang sudah tidak memiliki fungsi lagi.

Bila dimanfaatkan dengan cermat dalam mengolahnya dapat menghasilkan produk kerajinan jadi yang siap dipasarkan. Kegiatan ini merupakan langkah mengajarkan kepada siswa agar lebih tahu tentang pemanfaatan barang bekas, yaitu dengan sentuhan kreatifitas karton-karton bekas yang ada di sekitar.

Yang mana limbah  bisa dimanfaatkan kembali menjadi benda-benda yang lebih berharga. Sebuah kegiatan yang kelak dikemudian hari bisa menciptakan generasi muda yang terbiasa dan mampu berolah pikir dan berkreatifitas mengubah limbah apapun menjadi benda bermanfaat. Bahkan bisa menjadi benda bernilai ekonomis bisnis.

Kegiatan yang diikuti SMAN 10 Pekanbaru, SMAN 5, SMA Plus, SMA Santa Maria, SMA Cendana, MAN 2 Model, SMAN 4, SMKN 2, SMKN 1, dan  SMA Islam As-Shofa tersebut merupakan langkah untuk menciptakan generasi muda yang peduli terhadap lingkungan hidup dimasa mendatang.

Salah satu caranya dengan membuat kerajinan tangan dengan memanfaatkan barang bekas yang dilakukan siswa. Dengan harapan kelak mereka bisa turut berpartisifasi mengurangi  sampah. Termasuk menciptakan generasi muda  yang lebih menghargai kreativitas hasil karya seni terbuat dari limbah.

Selain kegiatan pengolahan sampah menjadi barang berharga ini sesuai dengan temanya Membangun Generasi Muda untuk Peduli Lingkungan dalam Rangka Menghadapi Era Globalisasi, siswa juga diajak bersama menanam pohon peneduh yang bisa berguna bagi kehidupan manusia.

Sebanyak 450 batang pohon ditanam siswa SMAN 1 Pekanbaru. Penanaman ada dilakukan di sekolah dan RW 22 Kelurahan Sail, Kecamatan Tenayan Raya. Pohon yang ditanam seperti matoa, ketapang, bunga-bungan, dan jenis pohon lainnya. Penanaman pohon dilakukan bersama warga RW 22 dan guru serta siswa SMAN 1 Pekanbaru.

Wali Kota Pekanbaru, Firdaus MT menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan di SMAN 1 Pekanbaru tersebut.  Dengan adanya daur ulang sampah untuk dijadikan kerajinan tangan, menurut Firdaus sama saja dengan mengajarkan para siswa agar dapat terampil dan memiliki keahlian dalam membuat hasil kerajinan dari limbah sampah.

Untuk menanggulangi masalah sampah , jelas  orang nomor satu di Pemerintah Kota Pekanbaru ini, perlu dilakukan suatu tindakan.Salah satu tindakan yang bisa dilakukan adalah pembuatan daur ulang . Sampah yang ada dilingkungan sekolah di sulap menjadi kerajinan tangan. Diantaranya yang dilakukan di SMAN 1 Pekanbaru, sambungnya, perlu dilaksanakan seluruh sekolah.

Untuk mendukung dalam pengelolaan sampah tersebut, imbuhnya, sekolah juga menyiapkan tong sampah yang khusus memisahkan antara sampah organik dan anorganik,  agar bisa diolah menjadi kerajinan tangan. Dengan demikian, masalah sampah bisa ditekankan pada pemilahan dan daur ulang.

Pijakan awal yang sangat penting. Yang mana  sekolah bersama siswa merubah kebijakan ke arah minimalisasi sampah pada sumbernya, bukan pada pembuangannya. Seperti yang dilakukan SMAN 1 Pekanbaru bersempena Peringatan 1 Miliar Pohon tersebut, dengan lomba pemanfaaatan limbah bisa membantu siswa untuk menuangkan kreasinya, mendidik siswa agar tahu tentang bahayanya limbah.

Menurut dia lagi,  masalah sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Tetapi juga merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat. Agar partisipasi masyarakat dapat terwujud secara nyata, perlu ada usaha yang dapat membangkitkan motivasi, kemampuan, kesempatan dan menggali serta mengembangkan sumber-sumber yang ada pada masyarakat.

Kegiatan tersebut menurut Kepala SMAN 1 Pekanbaru, Wan Rosita sesuai dengan temanya Membangun Generasi Muda untuk Peduli Lingkungan dalam Rangka Menghadapi Era Globalisasi, bertujuan untuk mempersiapkan generasi muda anak didiknya untuk concern terhadap permasalahan lingkungan.

Yang mana pada beberapa dekade ini persoalan lingkungan semakin mencuat ke permukaan dan menjadi isu publik yang tidak hanya menarik, namun perlu dipahami dan diantisipasi dampaknya. Bahwa limbah atau sampah juga merupakan suatu bahan yang tidak berarti dan tidak berharga, tapi manusia  tidak mengetahui bahwa limbah juga bisa menjadi sesuatu yang berguna dan bermanfaat jika diproses secara baik dan benar.

‘’Limbah atau sampah juga bisa berarti sesuatu yang tidak berguna dan dibuang oleh kebanyakan orang. Mereka menganggapnya sebagai sesuatu yang tidak berguna dan jika dibiarkan terlalu lama maka akan menyebabkan penyakit. Padahal dengan pengolahan sampah secara benar maka bisa menjadikan sampah ini menjadi benda yang bernilai tinggi secara ekonomis, seni dan edukasi,’’ ungkapnya.

Seperti  pembuatan mading dari limbah, menurut dia lagi, bisa memberikan motivasi pada anak didik untuk kreatif lagi. Sekaligus mengajak siswa peduli terhadap lingkungan hidup sekitarnya. Begitu juga dengan penanaman pohon hijau, disekitar lingkungan tempat tinggal, bisa memberikan manfaat besar bagi bumi ini.

Wakil Kepala SMAN 1 Pekanbaru, Sulistio Budi menambahkan, pada kegiatan memperingati 1 Miliar Pohon ini dilaksanakan juga  lomba essay dengan tema tanam pohon lindungi hutanku,  mading 3 dimensi, poster dengan tema pohonku nyawa bumiku, serta lomba debat, pidato, story telling dengan Bahasa Inggris.

‘’Kita juga juga mengajak para peserta untuk melakukan penanaman pohon. Sebanyak 450 bibit pohon ditanam RW 22 Kelurahan Sail Tenayan Raya. Penanaman pohon tersebut berkolaborasi dengan melibatkan penduduk setempat. Bibit pohon yang kami tanam terdiri dari matoa, ketapang dan durian,” kata Sulistio Budi.

Plt Kepala BLH Kota Pekanbaru, Drs Azwan menyebutkan, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan ini untuk membangkitkan semangat siswa menjaga lingkungan yang baik. Kegiatan ini juga bisa mempengaruhi perkembangan pikiran anak yang kelak menjadi investasi masa depan.

“Merusak lingkungan sama dengan merusak modal kehidupan,” ungkapnya.

Diseluruh dunia unsur lingkungan sudah mulai dimasukkan dalam setiap pembangunan, termasuk di Pekanbaru. Pembangunan tersebut bersifat fisik dan non fisik, pembangunan non fisik diantaranya melalui kurikulum berbasis lingkungan yang diterapkan disekolah.

Azwan berpesan kepada peserta kegiatan untuk sealu memelihara empat hal kunci yang untuk menjadikan lingkungan sekolah lebih baik.

 “Empat hal tersebut adalah komitmen, konsistensi, konsolidasi dan immobilisasi yang terus dilakukan siswa dan warga sekolah,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Zulfadil mengatakan, menanamkan sikap peduli lingkungan hidup saat ini penting sekali dilakukan. Salah satu caranya melakukan penanaman pohon yang merupakan hal paling mendasar.

‘’Menanam pohon berarti mewariskan lingkungan yang lebih baik kepada generasi yang akan datang,’’ jelasnya.  Apalagi jika berbicara mengenai Adipura yang selalu menjadi langganan Pekanbaru namun gagal diraih tahun lalu, merupakan tanggung jawab semua warga Pekanbaru.

Dinas pendidikan sendiri bertekad untuk selalu peduli terhadap lingkungan, program untuk setiap kota mengaloaksikan 30 persen sebagai wilayah hijau akan terus di upayakan.

“Saya pikir dari 30 persen tersebut, termasuk diantaranya sekolah,” ungkap Zulfadil.(*7)
KOMENTAR
Berita Update

Petani Muda Riau Terima Bantuan Bibit Sapi dari Chevron
Sabtu, 15 Desember 2018 - 15:32 wib

Hari Ini, 54 Wartawan PWI Riau Konsentrasi Ikuti UKW
Sabtu, 15 Desember 2018 - 15:06 wib
Aturan Jilbab ASN Tak Berlaku di Riau

Aturan Jilbab ASN Tak Berlaku di Riau
Sabtu, 15 Desember 2018 - 15:00 wib
Z Face Boy and Girl Riau 2018
Malam Ini Penentuan
Sabtu, 15 Desember 2018 - 14:57 wib

Hari Ini Batas Akhir Pelunasan Pajak
Sabtu, 15 Desember 2018 - 14:13 wib
Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Pekanbaru
Peserta Didik Bisa Tamat Lebih Cepat
Sabtu, 15 Desember 2018 - 14:01 wib
Harga Elpiji 3 Kilogram Eceran Turun Drastis

Harga Elpiji 3 Kilogram Eceran Turun Drastis
Sabtu, 15 Desember 2018 - 13:44 wib
Siswa SMA Tewas Ditabrak Truk

Siswa SMA Tewas Ditabrak Truk
Sabtu, 15 Desember 2018 - 13:44 wib
Penabalan Gelar Adat Datuk Seri Setia Amanah Negara
Jokowi dan Istri Kenakan Pakaian Adat Melayu (video)
Sabtu, 15 Desember 2018 - 10:42 wib
Cari Berita
Lingkungan Terbaru
8 Korban Longsor Ditemukan

Jumat, 14 Desember 2018 - 14:30 WIB

Jefry Noer Dirikan Dapur Umum

Jumat, 14 Desember 2018 - 14:01 WIB

Banjir Terus Naik

Jumat, 14 Desember 2018 - 13:30 WIB

Jalan Berlubang, Pengendara Harus Lebih Waspada

Jumat, 14 Desember 2018 - 11:25 WIB

Saat Banjir, Warga Diminta Tidak Dekati Parit

Jumat, 14 Desember 2018 - 10:45 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us