Kemenkes Bagi Tips Penjernihan Air Mandiri
Selasa, 14 Januari 2014 - 10:44 WIB > Dibaca 345 kali Print | Komentar
Berita Terkait

Bank Australia Bantu Dumai Rp27 Miliar

Air Bersih Segera Terealisasi



JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengeluarkan peringatan atau warning terkait kondisi air bersih dan penyebaran sejumlah penyakit menular. Diharapkan seluruh jajaran pemerintah berkoordinasi menangani bencana tahunan ini.

Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kemenkes Tjandra Yoga Aditama menuturkan, potensi krisis air bersih di titik banjir harus segera dicarikan jalan keluarnya. Menurutnya kebutuhan air bersih untuk hidup normal seperti masak, makan, dan minum pada hari pertama terjadinya bencana adalah 5 liter, per orang, per hari.

‘’Sedangkan pada hari kedua dan seterusnya, kebutuhan air meningkat menjadi 20 liter, per orang per hari,’’ katanya di Jakarta kemarin. Dengan perhitungan ini diharapkan segera diupayakan penyediaan air bersih untuk korban kebanjiran di Jakarta.

Pasokan air bersih bisa diupayakan dengan berbagai cara. Misalnya melalui penjernihan air dan sistem desinfeksi. Untuk sistem penjerniah air biasanya menggunakan alumunium sulfat alias tawas.

Dalam kondisi darurat, masyarakat bisa melakukan penjernihan air sendiri. Caranya adalah dengan mencampur setengah sendok teh tawas ke dalam 20 liter air. Campuran itu diaduk selama 5 menit, kemudian didiamkan selama 20 menit sampai kotoran lumpur mengendap.

Sementara untuk proses desinfeksi untuk menetralisasi kuman pathogen dapat dilakukan dengan pemberian kaporit (CaOC12) 14.4 mg dengan takaran satu sendok teh penuh. Takaran bahan kaporit itu bisa dipakai untuk menetralisir kuman dalam 20 liter air.

Sedangkan untuk potensi penyebaran penyakit selama curah hujan tinggi, Kemenkes mengeluarkan imbauan kewaspadaan terhadap tujuh penyakit langganan banjir.

Ketujuh penyakit itu adalah diare, demam beradar, leptospirosis, infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), penyakit kulit, penyakit saluran cerna lain, dan perburukan penyakit kronik yang sudah diderita sebelumnya.

Tjandra menjelaskan selama musim banjir ini, banyak warga yang diungsikan. Nah dalam pengungsian Kemenkes mengimbau supaya warga menjaga kebersihan lokasi penampungan. Mulai dari kebersihan pengelolaan sampah, pengelolaan limbah cair, tempat buang air besar dan kecil harus disiapkan dan selalu dalam keadaan bersih.

‘’Anak balita dan orang tua perlu mendapatkan prioritas tempat yang lebih baik dan sehat,’’ kata dia. Tjandra juga mengingatkan supaya korban banjir yang diungsikan segera mengonsumsi makanan yang dibagikan. (ken/jpnn)
KOMENTAR
Berita Update

Musprov PSTI Riau , Nama Yurnalis Basri Mencuat
Sabtu, 19 Oktober 2018 - 18:19 wib

21 Oktober Seleksi Administrasi CPNS
Sabtu, 19 Oktober 2018 - 17:00 wib
PSPS Allstar Vs Timnas Indonesia Allstar
Masyarakat Tak Dipungut Biaya
Sabtu, 19 Oktober 2018 - 16:30 wib

RAPBD 2019, Diproyeksi Rp1,3 T
Sabtu, 19 Oktober 2018 - 16:00 wib

Sakatonik ABC Talk Show Cemilan Sehat
Sabtu, 19 Oktober 2018 - 15:43 wib

Bupati Tinjau Korban Banjir
Sabtu, 19 Oktober 2018 - 15:30 wib
Unilever Tetap Produksi Teh Sariwangi

Unilever Tetap Produksi Teh Sariwangi
Sabtu, 19 Oktober 2018 - 15:25 wib

Imunisasi MR Diperpanjang Hingga Bulan Oktober
Sabtu, 19 Oktober 2018 - 15:00 wib

Bupati Ingin Penyediaan Air Bersih Setiap Desa Maksimal
Sabtu, 19 Oktober 2018 - 14:30 wib
Cari Berita
Kesehatan Terbaru
Imunisasi MR Diperpanjang Hingga Bulan Oktober

Jumat, 19 Oktober 2018 - 15:00 WIB

Imunisasi MR Masih 34,5 Persen

Kamis, 18 Oktober 2018 - 14:00 WIB

Narkoba Merusak Kesehatan dan Mental

Senin, 15 Oktober 2018 - 14:00 WIB

Manfaat Buah Belimbing  untuk Kesehatan

Jumat, 12 Oktober 2018 - 16:25 WIB

Home Care, Pelayanan  Kesehatan Berkesinambungan

Jumat, 12 Oktober 2018 - 14:32 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini