Kemenkes Bagi Tips Penjernihan Air Mandiri
Selasa, 14 Januari 2014 - 10:44 WIB > Dibaca 379 kali Print | Komentar
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengeluarkan peringatan atau warning terkait kondisi air bersih dan penyebaran sejumlah penyakit menular. Diharapkan seluruh jajaran pemerintah berkoordinasi menangani bencana tahunan ini.

Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kemenkes Tjandra Yoga Aditama menuturkan, potensi krisis air bersih di titik banjir harus segera dicarikan jalan keluarnya. Menurutnya kebutuhan air bersih untuk hidup normal seperti masak, makan, dan minum pada hari pertama terjadinya bencana adalah 5 liter, per orang, per hari.

‘’Sedangkan pada hari kedua dan seterusnya, kebutuhan air meningkat menjadi 20 liter, per orang per hari,’’ katanya di Jakarta kemarin. Dengan perhitungan ini diharapkan segera diupayakan penyediaan air bersih untuk korban kebanjiran di Jakarta.

Pasokan air bersih bisa diupayakan dengan berbagai cara. Misalnya melalui penjernihan air dan sistem desinfeksi. Untuk sistem penjerniah air biasanya menggunakan alumunium sulfat alias tawas.

Dalam kondisi darurat, masyarakat bisa melakukan penjernihan air sendiri. Caranya adalah dengan mencampur setengah sendok teh tawas ke dalam 20 liter air. Campuran itu diaduk selama 5 menit, kemudian didiamkan selama 20 menit sampai kotoran lumpur mengendap.

Sementara untuk proses desinfeksi untuk menetralisasi kuman pathogen dapat dilakukan dengan pemberian kaporit (CaOC12) 14.4 mg dengan takaran satu sendok teh penuh. Takaran bahan kaporit itu bisa dipakai untuk menetralisir kuman dalam 20 liter air.

Sedangkan untuk potensi penyebaran penyakit selama curah hujan tinggi, Kemenkes mengeluarkan imbauan kewaspadaan terhadap tujuh penyakit langganan banjir.

Ketujuh penyakit itu adalah diare, demam beradar, leptospirosis, infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), penyakit kulit, penyakit saluran cerna lain, dan perburukan penyakit kronik yang sudah diderita sebelumnya.

Tjandra menjelaskan selama musim banjir ini, banyak warga yang diungsikan. Nah dalam pengungsian Kemenkes mengimbau supaya warga menjaga kebersihan lokasi penampungan. Mulai dari kebersihan pengelolaan sampah, pengelolaan limbah cair, tempat buang air besar dan kecil harus disiapkan dan selalu dalam keadaan bersih.

‘’Anak balita dan orang tua perlu mendapatkan prioritas tempat yang lebih baik dan sehat,’’ kata dia. Tjandra juga mengingatkan supaya korban banjir yang diungsikan segera mengonsumsi makanan yang dibagikan. (ken/jpnn)
KOMENTAR
Berita Update
372 Ekor  Sapi  Dihibahkan Tahun Ini

372 Ekor Sapi Dihibahkan Tahun Ini
Rabu, 16 Januari 2019 - 15:00 wib
Wako: Beri Kesempatan Siapkan Pabrik Baru
Terkait Perpanjangan Izin PT Bangkinang
Wako: Beri Kesempatan Siapkan Pabrik Baru
Rabu, 16 Januari 2019 - 14:55 wib
Perpindahan PNS ke Provinsi Dibatasi

Perpindahan PNS ke Provinsi Dibatasi
Rabu, 16 Januari 2019 - 14:50 wib

Bawaslu Bahas Pidato Jokowi dan Prabowo
Rabu, 16 Januari 2019 - 14:40 wib

TKN: Jokowi Sudah Beri Bukti, 02 Baru Berjanji
Rabu, 16 Januari 2019 - 14:31 wib
Warga Rumbai Desak Perbaikan Gorong-Gorong

Warga Rumbai Desak Perbaikan Gorong-Gorong
Rabu, 16 Januari 2019 - 14:30 wib

Masjid Al Aqsa Dibuka Kembali Usai Ricuh
Rabu, 16 Januari 2019 - 14:24 wib
Embarkasi Antara  Disarankan Diperbaiki

Embarkasi Antara Disarankan Diperbaiki
Rabu, 16 Januari 2019 - 14:15 wib

APBD Sudah Bisa Dimanfaatkan
Rabu, 16 Januari 2019 - 14:00 wib
Cari Berita
Kesehatan Terbaru
RSUD AA Turut Minta Pengalihan Penahanan Tiga Dokternya
Menjaga Kesehatan saat Perubahan Cuaca Ekstrem

Minggu, 30 Desember 2018 - 10:22 WIB

Kepala BBPOM Tak Tahu Jumlah Tersangka

Jumat, 28 Desember 2018 - 10:45 WIB

Cairan Elektrolit Bermanfaat untuk Pasien DBD dan Diare

Sabtu, 22 Desember 2018 - 14:46 WIB

Waspadai Penyebaran HIV/AIDS

Jumat, 21 Desember 2018 - 12:10 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us