ATM Bitcoin Batal di Taiwan
Selasa, 07 Januari 2014 - 12:14 WIB > Dibaca 580 kali Print | Komentar
ATM Bitcoin Batal di Taiwan
ATM Bitcoin. Foto: vice.com
Berita Terkait



TAIPEI (RIAUPOS.CO) - Komisi Pengawas Keuangan Taiwan (FSC) menolak rencana pemasangan ATM Bitcoin di negara mereka. Ketua FSC Tseng Ming-chung beralasan, Bitcoin bukanlah mata uang resmi yang dikeluarkan suatu negara atau lembaga keuangan, sehingga dengan sendirinya tak bisa digunakan sebagai alat tukar oleh perseorangan ataupun bank.

Taiwan serta Hongkong tadinya akan dijadikan sebagai negara pertama di Asia yang memiliki ATM Bitcoin. ATM tersebut akan dipasang Robocoin, perusahaan berbasis di Amerika Serikat, sebagai langkah ekspansi global perusahaan. CEO Robocin Jordan Kelley sempat menyebut rencana tersebut muncul karena permintaan terhadap mata uang elektronik itu di Asia menakjubkan.

"Banyak negara di Asia yang ingin meningkatkan kemampuan konsumennya dengan membeli dan menjual Bitcoin dengan aman," kata Jordan Kelley, seperti dikutip dati techcrunch, Senin (6/1).  Kebijakan otoritas keuangan Asia berbeda dalam pengaturan jual beli Bitcoin. Di Hongkong, Bitcoin tidak dikendalikan oleh suatu organisasi khusus atau bank sentral.

Horizon Ventures, perusahaan permodalan milik orang terkaya di Asia, Li Ka-shing, bahkan mendukung peredaran Bitcoin dengan berinvestasi di BitPay, perusahaan penyedia jasa pembayaran dengan Bitcoin. Lewat BitPay, toko online maupun toko konvensional bisa melakukan pembayaran dengan Bitcoin. Pemerintah Singapura juga telah memutuskan untuk tidak mengatur Bitcoin.

Putusan FSC ini diprediski bakal berpengaruh pada kebijakan pengawasan Bitcoin di kawasan Asia. Sebelumnya, otoritas keuangan Cina yang merupakan negara dengan perputaran Bitcoin terbesar di Asia, memutuskan melarang deposto yuan ke Bitcoin. Terhitung 1 Januari 2014, Bank Sentral Tiongkok bahkan memerintahkan penghentian pertukaran Bitcoin.

Kondisi sebaliknya justru terjadi di Amerika Serikat, di mana beberapa lembaga pemerintah setempat berebut mengatur mata uang yang dibuat Satoshi Nakamoto itu. Mereka sepakat untuk menjadikan Bitcoin sebagai mata uang global. Sementara Eropa sepakat menyatakan Bitcoin bukan uang sehingga peredarannya tak perlu diatur. (pra/jpnn)
KOMENTAR
Berita Update

Hotel Dafam Tawarkan Promo Merdeka Package
Jumat, 17 Agustus 2018 - 14:15 wib
Hadirkan Layanan Purnajual Terbaik bagi Konsumen
MMKSI Luncurkan Service Booking Card
Jumat, 17 Agustus 2018 - 14:01 wib
Perda Pengelolaan Sampah
September, Wako Minta Denda Rp2,5 Juta Diterapkan
Jumat, 17 Agustus 2018 - 13:43 wib
Arbi Hidayat Terpilih Ketua PC Sapma PP
Sapma PP Pekanbaru Gelar Muscab I
Jumat, 17 Agustus 2018 - 13:39 wib
Sehat Bersama Awal Bros Panam
Mau Merdeka dari Penyakit? Lakukan MCU
Jumat, 17 Agustus 2018 - 13:29 wib

7 Hektare Lahan Terbakar
Jumat, 17 Agustus 2018 - 13:00 wib
Alamaaak!
Batal Borong
Jumat, 17 Agustus 2018 - 11:54 wib

Karnaval Berlangsung di Tengah Terik Matahari
Jumat, 17 Agustus 2018 - 11:37 wib

Revisi Perda Tempat Hiburan
Jumat, 17 Agustus 2018 - 11:24 wib

Truk Bertonase Besar Leluasa Masuk Kota
Jumat, 17 Agustus 2018 - 11:02 wib
Cari Berita
Teknologi Terbaru
Alasan Bisnis, Go-Jek Tetap Potong Bonus

Jumat, 10 Agustus 2018 - 19:30 WIB

Mahasiswa Ciptakan Gelang Antibegal

Senin, 30 Juli 2018 - 12:21 WIB

 Samsung Patenkan Smartphone Lipat

Minggu, 22 Juli 2018 - 12:30 WIB

Oppo Klaim Kamera Find X Kuat 4 Tahun

Minggu, 22 Juli 2018 - 12:27 WIB

Kadiskominfops Ikuti Rapat Finalisasi

Kamis, 19 Juli 2018 - 20:00 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us