9 Kapal PETI Dihancurkan

Riau | Jumat, 03 Januari 2014 - 08:16 WIB

Laporan JUPRISON,  Teluk Kuantan juprison@riaupos.co

Sebanyak sembilan unit kapal yang melakukan aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di wilayah Sungai Kuantan yang terdapat di Desa Sawah dan Desa Pulau Aro Teluk Kuantan, dihancurkan oleh aparat kepolisian yang melaksanakan razia, Kamis (2/1).

Dari razia yang dilaksanakan sekitar pukul 09.00 WIB tersebut, sebanyak 4 unit kapal PETI yang beroperasi di wilayah Desa Sawah Teluk Kuantan dihancurkan dengan menggunakan martil lalu dihanyutkan. Sementara, 5 unit kapal lainnya dihancurkan di Desa Pulau Aro Teluk Kuantan.

Razia yang dipimpin langsung Kapolsek Kuantan Tengah, Kompol Jasamen Manurung SH MH ini juga mengikutsertakan Camat Kuantan Tengah Drs H Masran Abdullah beserta upika lainnya. Razia di sejumlah lokasi tersebut berakhir sekitar pukul 14.30 WIB.

Atas perintah Pak Kapolres, kita berhasil menghancurkan sembilan unit kapal PETI yang beroperasi di Sungai Kuantan, yang terdapat di Desa Sawah dan Pulau Aro, kata Kapolsek Kuantan Tengah, Kompol Jasamen Manurung SH MH kepada Riau Pos, Kamis (2/1).

Selain pihaknya dari Upika Kuantan Tengah yang melaksanakan penertiban terhadap aktivitas yang merusak lingkungan ini juga dibantu oleh sejumlah masyarakat yang ada di desa tersebut.

Sebanyak empat kapal yang selama ini beroperasi di desa sawah kita hancurkan, dan lima kapal lainnya yang terdapat di Pulau Aro juga kita hancurkan, katanya lagi.

Meresahkan
Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di Sungai Kuantan, tepatnya di Desa Sawah Kecamatan Kuantan Tengah sejak beberapa bulan terakhir ini semakin marak dan sangat meresahkan warga. Kini, aktivitas ilegal ini sudah mulai merambah arena pacu jalur even nasional, Tepian Narosa Teluk Kuantan.

Hanya menyisakan beberapa ratus meter saja aktivitas ini dari arena pacu jalur tersebut. Akibatnya, aktivitas ini juga meresahkan warga sekitar.

Tidak hanya dirasakan oleh warga Desa Sawah, tapi juga warga desa tetangga yaitu Desa Seberang Taluk Hilir yang berhadap-hadapan langsung dengan dengan desa tersebut juga merasa resah.

Kepala Desa Sawah, Dedi Damhuri yang dikonfirmasi wartawan melalui sambungan teleponnya, mengaku sudah kebingungan untuk mengatasi masalah ini.

Karena menurutnya, sudah berulang kali dirinya membuat laporan baik secara lisan maupun tertulis kepada pihak kepolisian maupun Pemkab Kuansing melalui Camat Kuantan Tengah, namun hingga kini tidak ada tanggapan sama sekali.

Sudah bingung kami, laporan yang kita sampaikan tidak pernah digubris, ujarnya.(izl)




loading...

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook