VKontakte, Facebook ala Rusia Resahkan AS
Minggu, 29 Desember 2013 - 17:26 WIB > Dibaca 582 kali Print | Komentar
VKontakte, Facebook ala Rusia Resahkan AS
Printscreen vk.com
Berita Terkait



MOSKOW (RP) - Situs jejaring sosial buatan Rusia, VKontakte terancam dimejahijaukan oleh label rekaman dan film besar asal Amerika Serikat (AS). Situs dengan nama domain www.vk.com yang menyediakan layanan layaknya Facebook itu dituding secara terang-terangan membantu pencurian material berhak cipta alias melegalkan pembajakan.

Masalah muncul karena sudah beberapa tahun ini VKontakte menyediakan layanan yang memungkinkan ratusan juta penggunanya mengunggah sesuatu ke akun mereka. Dengan layanan ini, mereka yang tak memiliki akun VKontakte sekalipun bisa ikut menikmati bahkan berbagi file mulai dari mp3, film, e-book serta format digital lain secara gratis.

Menanggapi keluhan para pemilik hak cipta asal AS itu, situs yang juga menjadikan Bahasa Indonesia sebagai salah satu bahasa offisial dan berdiri sejak 10 Oktober 2006 tersebut mengaku telah menerapkan teknologi "sidik jari" seperti YouTube. Teknologi itu memungkinkan mereka mengetahui siapa yang telah mengunggah materi berhak cipta, sekaligus melacak siapa saja yang telah mengunduhnya.

Pejabat Kementerian Telekomunikasi Rusia Roskomnadzor seperti dikutip dari torrentfreak, Sabtu (28/12) meyakini, langkah tersebut telah cukup mencegah aksi pembajakan di VKontakte. Dia juga yakin pemerintah AS akan menghapus jejaring sosial terbesar kedua di Eropa setelah Facebook itu dari daftar hitam perusahaan asing yang melegalkan pembajakan.

Namun, langkah VKontakte yang didukung pemerintah Rusia tadi ternyata tak cukup. Label besar seperti Sony, Universal, EMI dan Warner tetap tak puas dan berencana membawa masalah itu ke pengadilan arbitrase di St Petersburg, selepas liburan tahun baru. Dasarnya, VKontakte dengan sengaja menyebar materi berhak cipta ke situs download gratis lain di internet.

Ketua Federasi Nasional Industri Musik dan Film AS, Leonid Agronov memastikan mereka sudah habis kesabaran menghadapi VKontakte. "Kami sudah empat tahun meminta mereka menghentikan pembajakan, tapi tak dihiraukan," tegas Agronov.

Federasi sempat meminta VKontakte membayar royalti pada artis yang karyanya dibajak. Namun, VKontakte menolak permintaan itu dengan alasan sama sekali tak terlibat atau mendapat keuntungan dari tindakan para pemilik akun. Sebab, VKontakte mendapat keuntungan dari iklan, bukan lantaran menerima fee dari materi legal yang disebar secara ilegal oleh pengguna.

Leonid menambahkan, pihaknya akan menuntut pemilik situs Doraview Limited agar menghapus setidaknya 6 ribu karya berhak cipta. Termasuk di antaranya adalah lagu Beyonce, 50 Cent, Eminem, Jay-Z, Madonna, Skrillex , Linkin Park, Metallica, dan Pink Floyd. (pra/jpnn)
KOMENTAR
Berita Update

Kelakar Dhani tentang Rumahnya Tak Jadi Dijual ke Ahoker
Selasa, 21 Agustus 2018 - 04:53 wib
Golkar Tak Larang Mahfud ke Kubu Prabowo

Golkar Tak Larang Mahfud ke Kubu Prabowo
Selasa, 21 Agustus 2018 - 03:50 wib
Alasan Ketua Umum PPP Batal Diperiksa KPK

Alasan Ketua Umum PPP Batal Diperiksa KPK
Selasa, 21 Agustus 2018 - 00:31 wib

Hiburan Akhir Pekan
Selasa, 20 Agustus 2018 - 20:56 wib
Pelaku Pembakaran Lahan Diamankan

Pelaku Pembakaran Lahan Diamankan
Selasa, 20 Agustus 2018 - 19:00 wib
Dana Transfer Daerah Capai Rp832,3 Triliun

Dana Transfer Daerah Capai Rp832,3 Triliun
Selasa, 20 Agustus 2018 - 18:50 wib

Prioritaskan Pembangunan Sesuai Kebutuhan
Selasa, 20 Agustus 2018 - 18:00 wib
Satu Pelaku  Ditembak,  30.000 Ekstasi Diamankan

Satu Pelaku Ditembak, 30.000 Ekstasi Diamankan
Selasa, 20 Agustus 2018 - 17:48 wib

Peringati HUT Riau dan RI
Selasa, 20 Agustus 2018 - 17:01 wib
Cari Berita
Teknologi Terbaru
Alasan Bisnis, Go-Jek Tetap Potong Bonus

Jumat, 10 Agustus 2018 - 19:30 WIB

Mahasiswa Ciptakan Gelang Antibegal

Senin, 30 Juli 2018 - 12:21 WIB

 Samsung Patenkan Smartphone Lipat

Minggu, 22 Juli 2018 - 12:30 WIB

Oppo Klaim Kamera Find X Kuat 4 Tahun

Minggu, 22 Juli 2018 - 12:27 WIB

Kadiskominfops Ikuti Rapat Finalisasi

Kamis, 19 Juli 2018 - 20:00 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us