Wonderful Indonesia
Pemakaian Sabun Antibakteri Tiap Hari Tidak Dianjurkan
Sabtu, 28 Desember 2013 - 18:46 WIB > Dibaca 318 kali Print | Komentar
Pemakaian Sabun Antibakteri Tiap Hari Tidak Dianjurkan
Berita Terkait



IKLAN yang menyebutkan bahwa penggunaan sabun antibakteri dapat membantu membunuh seluruh kuman dan bahkan mencegah timbulnya penyakit, mungkin perlu diperhatikan kembali.

Sebab ternyata, penggunaan sabun jenis ini secara berlebihan juga bisa memberikan pengaruh negatif bagi kesehatan.

Label anti-bakteri diakui memang sering membuat konsumen yakin 100 persen bahwa penggunaan sabun tersebut terus-menerus akan membuat mereka tetap sehat dan bebas virus.

Padahal penggunaan sabun biasa dan air hangat bisa dikatakan sama-sama efektif untuk membunuh kuman.

Terlalu sering menggunakan sabun antibakteri sama halnya seperti mengkonsumsi antibiotik yang sebenarnya tidak diperlukan. Produk-produk ini akan terus membunuh beberapa bakteri, meskipun sebenarnya tidak semua bakteri dapat berkembang menjadi kuman.

Menjadi terlalu higienis seringkali pada akhirnya akan turut membunuh paparan bakteri baik dan meningkatkan risiko seseorang untuk terkena alergi dan asma.

The Mayo Clinic menyatakan, dalam beberapa studinya ditemukan bahwa anak-anak yang terkena lebih banyak kuman lebih jarang mengalami alergi saat dewasa, jika dibandingkan dengan anak-anak yang dibesarkan di lingkungan yang terlalu bersih.

Terlalu sering menggunakan zat antibakteri, seperti triclosan, yang ditemukan dalam sabun antibakteri, juga dapat menyebabkan gangguan endokrin. Triclosan dianggap salah satu agen sistetis antibakteri paling umum yang ditemukan dalam produk dan dikaitkan dengan munculnya dampak sistem hormonal pada individu.

Sementara itu, The American Cleaning Institute memberikan data kepada U.S. Food and Drug Adminstrationís (FDA) yang menunjukkan bahwa triclosan aman dan efektif.

"Triclosan adalah salah satu bahan yang paling sering diteliti dalam produk perawatan kesehatan," kata juru bicara The American Cleaning Institute, Brian Sansoni, seperti dilansir laman Medical Daily, Jumat (27/12).

The Centers for Disease Control and Prevention merekomendasikan masyarakat untuk mencuci tangan setidaknya selama 20 detik. Penggunaan hand sanitizer yang sebagian besar menggunakan alkohol atau etanol untuk membunuh kuman, bukan bahan kimia seperti triclosan, juga lebih disarankan jika memang sabun biasa dan air tidak tersedia.(fny/jpnn)
KOMENTAR
Berita Update
Jamkrida Bukukan Jaminan Kredit Rp1,164 Triliun

Jamkrida Bukukan Jaminan Kredit Rp1,164 Triliun
Sabtu, 26 Mei 2018 - 11:16 wib

PGN Buka Bersama PWI Dumai
Sabtu, 26 Mei 2018 - 10:50 wib
Asal Bukan Real
REAL MADRID v LIVERPOOL
Asal Bukan Real
Sabtu, 26 Mei 2018 - 10:46 wib

Revisi UU ASN Masih Menggantung
Sabtu, 26 Mei 2018 - 10:43 wib
Khawatir Bencana di Jalur Distribusi

Khawatir Bencana di Jalur Distribusi
Sabtu, 26 Mei 2018 - 10:39 wib

Sabtu, 26 Mei 2018 - 10:38 wib

Dekranasda Kampar Ingin Kembangkan Batik Riau
Sabtu, 26 Mei 2018 - 10:36 wib
Oleh Prof dr H K Suheimi
Menuju Sehat
Sabtu, 26 Mei 2018 - 10:35 wib
Cari Berita
Kesehatan Terbaru
Terapi Low Back Pain

Jumat, 25 Mei 2018 - 10:55 WIB

Pentingnya Terapi untuk Orangtua Anak Autis

Minggu, 20 Mei 2018 - 11:52 WIB

Tetap Aktif saat Berpuasa Ramadan

Minggu, 20 Mei 2018 - 10:42 WIB

Menu Sehat saat Berpuasa

Jumat, 18 Mei 2018 - 11:05 WIB

Perlukah Cek Kesehatan Sebelum Puasa?

Jumat, 18 Mei 2018 - 10:37 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us