Sugeng

Ketentuan Membelok ke Kiri di Persimpangan Traffic Light

8 Juli 2015 - 10.16 WIB > Dibaca 3635 kali | Komentar
 

BEBERAPA kali saya melihat kejadian di persimpangan Jalan Riau–Yos Sudarso. Datang pengemudi roda dua melaju dari arah Jalan Riau Ujung menuju Jalan Ahmad Yani, namun pengemudi roda dua tersebut harus berhenti di sisi kiri Jalan Riau tersebut karena traffic light (alat pemberi isyarat lalu lintas) di persimpangan itu sedang menyalakan warna lampu merah. Datang dari arah belakang kendaraan roda empat dengan membunyikan klakson yang keras dan berulang-ulang menandakan bahwa roda empat tersebut akan melintas berbelok kiri menuju Jalan Yos Sudarso.

Si pengemudi roda empat tetap memaksakan diri untuk berbelok ke arah kiri walaupun kondisi traffic light masih menyalakan lampu merah dan tidak ada isyarat lain yang menandakan untuk membolehkan belok kekiri. Setelah melintas pengemudi roda empat membuka kaca mobil seraya menunjukan wajah marah berkata-kata menunjukan kekesalannya kepada si pengemudi roda dua. Kejadian ini juga pernah saya dapati di persimpangan Mal SKA (Jalan Arengka) dari arah Pasar Pagi Arengka menuju Jalan Riau.

Menurut analisa saya kejadian terjadi karena si pengemudi roda empat tidak mengetahui ketentuan berbelok ke kiri di persimpangan yang dilengkapi traffic light. Bahwa ketentuan tersebut jelas dinyatakan pada pasal 112 ayat 3 Undang – Undang RI No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (pengganti UU No 14 Tahun 1992) yang berbunyi, pada persimpangan jalan yang dilengkapi alat pemberi isyarat lalu lintas, pengemudi kendaraan dilarang langsung berbelok kiri, kecuali ditentukan lain oleh rambu lalu lintas atau alat pemberi isyarat lalu lintas.

Pengemudi roda empat di atas juga tidak mengetahui bahwa sanksi bagi pelanggar ketentuan di atas diancam menurut pasal 106 ayat (4) huruf c,  juncto Pasal 287 ayat (2)  UU No 22 Tahun 2009, disebutkan, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang melanggar aturan perintah atau larangan yang dinyatakan dengan alat pemberi isyarat lalu lintas sebagaimana dimaksud dalam pasal 106 ayat (4) huruf c dipidana dengan pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp500 ribu.

Dapat disimpulkan bahwa apabila kita mengendarai kendaraan dan hendak berbelok ke kiri di persimpangan, yang dilengkapi traffic light (alat pemberi isyarat lalu lintas) dan tidak ada dipasang isyarat lain yang membolehkan untuk belok kiri maka kita harus mengikuti isyarat traffic light tersebut.***


Sugeng
Pegawai Kantor Pengadilan Agama Pekanbaru.
KOMENTAR
Terbaru
Petani Muda Riau Terima Bantuan Bibit Sapi dari Chevron

Sabtu, 15 Desember 2018 - 15:32 WIB

Pelaku Perusak Atribuat Partai Demokrat Diperiksa Penyidik
Hari Ini, 54 Wartawan PWI Riau Konsentrasi Ikuti UKW

Sabtu, 15 Desember 2018 - 15:06 WIB

Aturan Jilbab ASN Tak Berlaku di Riau

Sabtu, 15 Desember 2018 - 15:00 WIB

Malam Ini Penentuan

Sabtu, 15 Desember 2018 - 14:57 WIB

Follow Us