Penyebab Kanker yang Tersembunyi di Rumah
Selasa, 17 Desember 2013 - 13:36 WIB > Dibaca 309 kali Print | Komentar
KANKER merupakan penyakit yang ditakuti banyak orang. Gaya hidup tidak sehat paling sering disebut menjadi penyebab kanker. Meski demikian, di lingkungan sekitar termasuk rumah, sebenarnya bisa kita temui beberapa penyebab kanker. Berikut ini enam penyebab kanker yang ada di rumah anda dan keberadaannya pun seringkali tidak disadari.

1. Bisphenol A dan botol plastik

Bisphenol A (BPA) adalah bahan kimia yang umumnya digunakan untuk produk plastik termasuk kartu kredit, interior mobil, bahkan botol susu bayi. Jika memasuki tubuh manusia, BPA bisa mengganggu proses biologi tubuh dan hormon yang salah satunya adalah estrogen.

Studi terbaru menyebutkan bahwa BPA bisa meningkatkan risiko kanker payudara. Bahan kimia itu bisa masuk ke tubuh jika plastik yang mengandung BPA dipanaskan. Maka dari itu, sebaiknya hindari botol plastik yang memiliki kode nomor 3,6, dan 7.

"Langkah yang lebih baik yaitu gunakan botol plastik hanya sekali pakai dan jika ingin memanaskan sesuatu menggunakan botol, gunakanlah botol kaca," kata kepala riset di The Cancer Association of South Africa (CANSA), Dr. Carl Albrecht, seperti dilansir laman News24, Senin (16/12).

2. Plasticisers (peliat)


Peliat adalah bahan kimia yang dikenal dengan DEHP dan DEHA yang biasa digunakan untuk membuat plastik lebih lembut dan lengket. Bahan itu pula yang membuat pembungkus plastik (clingwrap) bisa merekat erat ke sebuah produk seperti parsel buah atau daging. DEHP dan DEHA telah terbukti menyebabkan perkembangan sel kanker pada hewan percobaan di beberapa studi.

Peliat bisa masuk ke dalam tubuh dengan meresap ke makanan yang dibungkus dengan rapat seperti keju dan daging. Proses migrasi ke dalam tubuh dipercepat ketika makanan yang dibungkus clingwrap dipanaskan dengan microwave.

Untuk menghindarinya, gunakan wadah kaca atau plastik yang aman untuk menyimpan makanan anda. Atau bungkuslah menggunakan aluminium foil. Selain itu, selalu buka clingwrap jika ingin memanaskan makanan.

3. Lemak trans

Di tahun 1990, para ilmuwan menemukan bahwa lemak trans dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner. Beberapa penelitian menemukan hubungan konsumsi lemak trans dengan kanker payudara dan prostat. Lemak trans bisa masuk ke tubuh melalui margarin dan makanan yang dipanggang atau digoreng.

Oleh sebab itu, biasakan membaca label makanan apakah makanan itu bebas lemak trans atau tidak. Selain itu, mulai kurangi konsumsi makanan yang dipanggang atau digoreng, sebaiknya olah makanan dengan cara direbus atau dikukus.

4. Acrylamide

Acrylamide adalah bahan kimia yang terbentuk secara spontan ketika makanan kaya karbohidrat, terutama keripik kentang dan kopi berada pada suhu tinggi. Acrylamide dianggap sebagai karsinogen yang bisa memicu pertumbuhan sel kanker.

Terutama kanker ginjal, kanker yang terjadi pasca menopause, dan endometrium. Mulai sekarang, ada baiknya anda mengurangi konsumsi kopi dan juga hilangkan kebiasaan mengkonsumsi keripik sebagai cemilan.

5. Radiasi ponsel

Dr. Devra Davis, Professor of Preventive Medicine di Mt Sinai Medical Center, New York dan penulis 'The Secret History of the War on Cancer' mengatakan bahwa, ponsel memancarkan radiasi gelombang mikro dalam dosis rendah. Terutama pada anak-anak, radiasi ponsel akan lebih mudah menembus kepala mereka yang lebih tipis dan mengandung lebih banyak cairan.

"Radiasi ponsel bisa menimbulkan kanker otak meskipun kanker otak membutuhkan waktu 40 tahun untuk berkembang. Beberapa studi juga menunjukkan bahwa risiko tumor otak dua kali lebih tinggi pada orang-orang yang menggunakan ponsel selama 10 tahun atau lebih," kata Davis.

Davis menyarankan, sebaiknya ketika menelepon, gunakan speakerphone atau headphone supaya ponsel tidak bersentuhan langsung dengan kepala. Dia juga merekomendasikan supaya anak di bawah umur 12 tahun tidak memakai ponsel kecuali dalam keadaan darurat.

6. Dioxin

Dioxin merupakan sekelompok senyawa organik beracun yang diproduksi berbagai olahan industri terutama pembakaran sampah atau pemutihan serat. Dioxin bisa larut dalam lemak sehingga bisa menumpuk di tubuh hewan atau manusia.

Ini berarti, sejumlah kecil makanan yang merupakan produk hewani (daging dan susu) bisa saja mengandung dioxin. Zat ini juga bisa masuk ke tubuh anda ketika anda menghirup emisi dari sumber pencemaran. Selain menyebabkan kanker, dioxin juga berkaitan dengan masalah reproduksi dan perkembangan.

Sebaiknya, kurangi asupan lemak hewani dan pilih susu rendah lemak. Jangan membakar sampah dan hindari lingkungan yang berpotensi menimbulkan pencemaran.(fny/jpnn)
KOMENTAR
Berita Update
Pemprov Diminta Benahi Manajemen RSUD AA

Pemprov Diminta Benahi Manajemen RSUD AA
Senin, 21 Januari 2019 - 14:30 wib
Mahasiswa Pekanbaru Edarkan Sabu di Dumai

Mahasiswa Pekanbaru Edarkan Sabu di Dumai
Senin, 21 Januari 2019 - 14:15 wib

Kasus Ustaz Ba’asyir Bukti Gagalnya Pemasyarakatan
Senin, 21 Januari 2019 - 14:13 wib

Foto Harimau Dumai Ternyata Palsu
Senin, 21 Januari 2019 - 14:07 wib
Penyidik Minta Keterangan Saksi Ahli
Korupsi Dana Hibah Bengkalis
Penyidik Minta Keterangan Saksi Ahli
Senin, 21 Januari 2019 - 14:00 wib
Lubang Jalan Purwodadi Membahayakan

Lubang Jalan Purwodadi Membahayakan
Senin, 21 Januari 2019 - 13:15 wib

Menunggu Nama Jembatan Siak IV
Senin, 21 Januari 2019 - 13:10 wib
Kerja Sama IKM dengan Swalayan Bisa Maksimal

Kerja Sama IKM dengan Swalayan Bisa Maksimal
Senin, 21 Januari 2019 - 13:05 wib
Bawaslu Kampar Teruskan Laporan Pidana Pemilu

Bawaslu Kampar Teruskan Laporan Pidana Pemilu
Senin, 21 Januari 2019 - 12:25 wib

Edy Resmi Mundur
Senin, 21 Januari 2019 - 12:14 wib
Cari Berita
Kesehatan Terbaru
RS Harus Terima Pasien Belum Punya Jaminan Kesehatan

Sabtu, 19 Januari 2019 - 14:13 WIB

Kenali Penanganan  Tepat Patah Tulang

Jumat, 18 Januari 2019 - 14:49 WIB

Puskesmas Tambusai Jadi Percontohan

Kamis, 17 Januari 2019 - 15:30 WIB

RSUD AA Turut Minta Pengalihan Penahanan Tiga Dokternya
Menjaga Kesehatan saat Perubahan Cuaca Ekstrem

Minggu, 30 Desember 2018 - 10:22 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us