Hemat Energi, Kalau Bukan Kita Siapa Lagi?

13 Mai 2012 - 07.47 WIB > Dibaca 20188 kali | Komentar
 
Hemat Energi, Kalau Bukan Kita Siapa Lagi?
BARU saja selesai berolahraga ringan pagi, Rabu (9/5), saya dikejutkan oleh suara anak saya Alifia yang tiba-tiba datang mendekat, setelah saya minta untuk memadamkan lampu di ruang tengah yang masih menyala.

Kita harus hemat energi, kan Yah? Kata-kata itu diucapkan sambil mengangkat kedua tangannya ke atas kepala. Terlihat ia sedikit malu untuk menyampaikan kalimat itu.

Melihat tingkahnya seperti itu, saya hanya tersenyum. Oh, ya dong, kata saya. Kalau energi tidak kita hemat, apalagi energi listrik, nanti bisa-bisa rumah kita jadi gelap, lanjut saya kepadanya.

Melanjutkan rasa penasaran saya, pertanyaan ringan saya lontarkan ke dia. Kok kamu tahu kenapa kita harus hemat energi? Dapat informasi atau baca dari mana kamu? Pertanyaan yang biasa saya lontarkan, kalau kami sedang berbual-bual di rumah.

Ya, mesti hematlah Yah. Kalau kita bisa hemat, berarti kita bisa memakai energi secara sempurna. Terus, kalau tidak hemat listrik nanti bayarnya mahal. Kalau listriknya mahal dan tak dibayar, kan bisa-bisa listrik rumah kita diputus. Gelap dong rumah kita, jawabnya. Kali ini dia sudah lebih pede dari yang tadi. Tahunya dari buku IPA. Pelajaran IPA yang dipelajari di sekolah, ucapnya, sambil pergi berlari ke luar rumah.

Percakapan ringkas saya dengan anak semata wayang saya ini kesannya memang ringan. Tapi, setelah dia pergi saya justru teringat-ingat, anak kecil saja sudah mengerti betapa pentingnya energi itu dihemat, lalu kenapa para orangtua, baik bapak/ibu atau bahkan mungkin orang tua lain masih saja sering tidak sadar betapa penghematan energi itu penting.

Contoh paling sering kita lihat, di jalan-jalan raya misalnya, kadang di siang hari masih saja ada lampu penerangan jalan atau lampu penerangan papan-papan reklame yang menyala. Begitu juga di rumah atau di kantor-kantor. Padahal, pemilik rumah dan karyawan atau pegawai kantornya sudah beraktivitas dan hari pun sudah terang benderang.

Belum lagi kalau masuk ke ruang-ruang kantor misalnya. Usai jam kerja, ketika ruang kerja tidak lagi ada orang, eh rupanya masih saja ada komputer atau mesin printer, bahkan pendingin ruangan (AC) yang menyala. Padahal, bila saja energi-energi itu bisa dihemat, berapa banyak pengguna energi lainnya bisa menikmati listrik tersebut.

Itu hanya contoh kecil dari sekian banyak contoh tentang masih perlunya kita menyadari kalau sebenarnya setiap hari kita sudah buang-buang energi. Tak hanya listrik, tapi energi-energi lain pun juga tak jarang disia-siakan. Ini pulalah yang mesti menyadarkan kita akan pentingnya kampanye hemat energi. Karena dengan berhemat, hidup kita dan orang lain akan terasa nikmat.

Bisa dibayangkan, kalau ternyata di zaman secanggih sekarang masih saja ada rumah tangga yang rumahnya belum dialiri listrik. Setiap kali datang ke PLN untuk pengajuan pemasangan jaringan listrik, pihak PLN selalu bilang kalau daya terbatas bahkan ada yang ditolak untuk mendapatkan listrik. Hari gini, masih ada rumah yang belum berlistrik? Apa kata dunia?

Kalau kita kembali ke cerita di atas, sudah tepat palajaran di sekolah-sekolah yang mengajarkan sejak kecil kepada anak-anak kita arti pentingnya hemat energi. Anak saya sekarang baru duduk di kelas 2 SD, tapi dari pelajaran IPA yang diajarkan gurunya di sekolah, ia sudah bisa mengerti arti penting dari berhemat memakai energi listrik.

Semestinya, para orangtua juga ikut mendukung dan memberikan pengertian yang benar kepada anak-anaknya akan pentingnya hemat energi tersebut. Ya, hemat energi mesti dimulai dari diri sendiri, keluar dan masyarakat sekitar tempat tinggal kita. Kalau bukan dari kita, ya dari siapa lagi? Semoga.***


Khairul Amri
Wakil Pemimpin Redaksi
KOMENTAR
Terbaru
Minggu, 24 Juni 2018 - 14:35 wib

Setelah 61 Tahun, Perempuan Arab Saudi Akhirnya Mengemudi

Minggu, 24 Juni 2018 - 14:32 wib

Berencana Lakukan Aksi Teror di Pilgub Jabar

Minggu, 24 Juni 2018 - 14:30 wib

Tips Menjaga Kesehatan dalam Perjalanan

Minggu, 24 Juni 2018 - 14:27 wib

Jumlah Pemilih 186.379.878 Jiwa

Minggu, 24 Juni 2018 - 14:19 wib

Pilkada, 170 Ribu Polisi dan Ribuan TNI Diturunkan

Minggu, 24 Juni 2018 - 14:04 wib

Meksiko Berhasil Atasi Korea Selatan

Minggu, 24 Juni 2018 - 14:02 wib

Xiaomi Mi Max 3 Tampil dengan Layar Lebar

Minggu, 24 Juni 2018 - 13:59 wib

Sofa cushion Bikin Susah Beranjak

Follow Us