Depan >> Berita >> Riau >>
Akibat Sedimentasi Selama 43 Tahun
Pulau Berkey Bertambah Tujuh Ribu Hektare Lebih
Senin, 10 Oktober 2011 - 07:41 WIB > Dibaca 2899 kali Print | Komentar
Berita Terkait





Laporan Syahri Ramlan, Bagansiapi-api syahriramlan@riaupos.com

Akibat pengaruh sedimentasi atau pendangkalan yang berlangsung secara alami, luas Pulau Berkey yang berada di perairan Kecamatan Bangko, yang semula sekitar 500 hektare pada 1968, kini telah menjadi sekitar 8.279,9 hektare.

Akibat bertambah luasnya Pulau Berkey, Pemkab menyusulkan kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Kehutanan agar setengah dari luas pulau tersebut dapat segera dimanfaatkan.

‘’Sebenarnya, Pulau Berkey itu merupakan kawasan cagar alam yang sudah ditetapkan pemerintah pusat melalui menteri kehutanan pada 1968 silam. Luasnya hanya sekitar 500 hektare,’’ kata Kepala Dinas Kehutanan Ir H Azwir M Noor kemarin.

Setelah dilakukan inventerisir dan identifikasi oleh PTKH Wilayah XII Kepri Riau dan BKSDA Riau, luas Pulau Berkey mengalami penambahan menjadi sekitar 8.279,9 hektare. ‘’Penambahan luas kondisi Pulau Berkey tersebut sudah berlangsung hampir selama dalam kurun waktu 43 tahun. Kalau dirata-ratanya, penambahan luas Pulau Berkey per tahunnya mencapai sekitar 170 hektare. Salah satu penyebab utama yang menjadikan pulau ini bertambah luasnya ini sebagian besar disebabkan oleh faktor sedimentasi,’’ kata Azwir.

Selain itu, sedimentasi tersebut sebagian besar disebabkan adanya pengaruh dari abrasi yang disebut dengan pengikisan daratan oleh pasang surut air laut.

Malahan, gelombang Bono yang kerap muncul dan berlangsung secara alami tersebut dapat mempercepat terjadinya proses abrasi.

‘’Ada beberapa daerah di Rohil yang diterpa abrasi. Tanahnya runtuh dan hangut,’’ kata Azwir.

Tanah yang hangut tersebut, berkumpul dan mengeras di beberapa tempat salah satunya termasuk di Pulau Berkey.

‘’Dermaga pelabuhan di Bagansiapi-api yang dibangun pada zaman pemerintahan Belanda, sekarang ini dermaga itu sudah tidak ada karena pendangkalan dan malahan kondisinya sudah jauh dari bibir pantai. Ini semua akibat adanya sedimentasi itu,’’ kata Azwir.

Berkaitan dengan itu, Pemkab Rohil mengusulkan dan memohon kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Kehutanan agar setengah dari luas Pulau Berkey atau sekitar 4.000 hektare untuk dapat dimanfaatkan oleh daerah.

‘’Apa saja program yang bakal dibuat, jelas itu adalah kebijakan Pemkab Rohil. Makanya saya segera berangkat ke Jakarta untuk menyampaikan permohonan itu,’’ kata Azwir.(ade)

KOMENTAR
Berita Update

Jalin Silaturahmi Antar RT RW Melalui Pengajian Rutin
Selasa, 21 Januari 2019 - 21:06 wib
Harga Cabai Merah Turun, Terong Naik

Harga Cabai Merah Turun, Terong Naik
Selasa, 21 Januari 2019 - 16:45 wib
Pengusutan SPPD Fiktif  Dewan, Tunggu Gelar Perkara

Pengusutan SPPD Fiktif Dewan, Tunggu Gelar Perkara
Selasa, 21 Januari 2019 - 16:31 wib
Bawaslu Kampar Teruskan Laporan Pidana Pemilu

Bawaslu Kampar Teruskan Laporan Pidana Pemilu
Selasa, 21 Januari 2019 - 16:15 wib

Transformasi Hilangkan Bobot 57 Kg
Selasa, 21 Januari 2019 - 15:37 wib
Harga Beras Lokal Naik Lagi

Harga Beras Lokal Naik Lagi
Selasa, 21 Januari 2019 - 15:25 wib
Meranti Ditawarkan Jadi Kota Jaringan Gas

Meranti Ditawarkan Jadi Kota Jaringan Gas
Selasa, 21 Januari 2019 - 15:15 wib
MUI, Mubalig dan BPPOM Diminta Turun Tangan

MUI, Mubalig dan BPPOM Diminta Turun Tangan
Selasa, 21 Januari 2019 - 15:05 wib
Selektif Sebarkan Berita di Media Sosial

Selektif Sebarkan Berita di Media Sosial
Selasa, 21 Januari 2019 - 14:45 wib
Pemprov Diminta Benahi Manajemen RSUD AA

Pemprov Diminta Benahi Manajemen RSUD AA
Selasa, 21 Januari 2019 - 14:30 wib
Cari Berita
Riau Terbaru
Harga Cabai Merah Turun, Terong Naik

Senin, 21 Januari 2019 - 16:45 WIB

Pengusutan SPPD Fiktif  Dewan, Tunggu Gelar Perkara

Senin, 21 Januari 2019 - 16:31 WIB

Bawaslu Kampar Teruskan Laporan Pidana Pemilu

Senin, 21 Januari 2019 - 16:15 WIB

Setiap Zaman Akan Menemukan Pemimpinnya

Senin, 21 Januari 2019 - 15:35 WIB

Harga Beras Lokal Naik Lagi

Senin, 21 Januari 2019 - 15:25 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini