Wonderful Indonesia
Lautan Mengasam dengan Cepat
Senin, 18 November 2013 - 04:39 WIB > Dibaca 356 kali Print | Komentar
Lautan Mengasam dengan Cepat
Berita Terkait

Perbatasan Laut Dumai Rawan Ancaman



Riau Pos Online – Lautan di dunia mengasam dengan tingkat yang “belum pernah terjadi sebelumnya” dan mungkin akan bergerak semakin cepat sejak 300 juta tahun lalu.
Dalam sebuah pernyataan, para ilmuwan mengatakan pengasaman akan meningkat 170% pada tahun 2100. Mereka mengatakan 30% spesies di lautan tidak akan bertahan dengan kondisi seperti itu.

Hasil riset ini akan dipresentasikan pada pembicaraan iklim global di Polandia pekan depan. Para peneliti menyimpulkan bahwa emisi karbondioksida yang dihasilkan oleh manusia adalah penyebab utama karena menyumbang 24 juta ton CO2 ke lautan tiap tahun. Penambahan CO2 ke laut ini telah mengubah susunan kimia air.

Sejak dimulainya revolusi industri, tingkat keasaman air sudah naik 26%. “Para kolega saya tidak menemukan data geologis yang menunjukan bahwa pengasaman secepat ini pernah terjadi sebelumnya,” kata Prof Jean-Pierre Gattuso, dari CNRS, Badan Peneliti Nasional Prancis.

Spesies Punah
“Anda tidak menemukan moluska pada tingkat pH pada tahun 2100, ini benar-benar fakta cukup menakjubkan.”
Hal yang paling mengkhawatirkan ilmuwan adalah dampak potensial terhadap banyak spesies laut termasuk koral.

Studi yang dilakukan di sebuah area laut-dalam di mana air secara alami mengasam, menunjukkan bahwa sekitar 30% dari keanekaragaman hayati laut mungkin akan hilang pada akhir abad ini.

Area laut-dalam yang disebut dengan ‘ventilasi’ ini mungkin menjadi “jendela di masa depan” menurut para peneliti. “Anda tidak menemukan moluska pada tingkat pH pada tahun 2100, ini benar-benar fakta cukup menakjubkan,” kata Prof Gattuso.

Pengaruh keasaman dirasakan paling parah Klik di lautan Arktik dan Antartika. Perairan dingin ini menyimpan lebih banyak CO2 dan peningkatan CO2 yang lebih tinggi akan membuat daerah ini mengasam lebih cepat lagi.

Semakin asam, akan semakin berbahaya bagi kehidupan kerang-kerang dan tulang-tulang dari organisme laut. Para peneliti mengatakan bahwa pada tahun 2020, sepuluh persen daerah Kutub Utara tidak akan ramah untuk beberapa spesies bercangkang kalsium karbonat. Pada tahun 2100 seluruh Kutub Utara akan menjadi lingkungan yang tidak bersahabat. (sp/rpg/net)
KOMENTAR
Berita Update
Pemerintah Berhasil Jaga Sabilitas Harga
Kabupaten Siak
Pemerintah Berhasil Jaga Sabilitas Harga
Minggu, 23 Juni 2018 - 15:29 wib
Kabupaten Rokan Hulu
SK 20 Pjs Kades Persiapan Diteken
Minggu, 23 Juni 2018 - 14:37 wib
Kabupaten Indragiri Hilir
Pjs Bupati Pimpin Rapat Pemantau Pilkada
Minggu, 23 Juni 2018 - 14:21 wib

Polisi Berhentikan Bus AKAP
Minggu, 23 Juni 2018 - 14:11 wib
Pemangkasan Anggaran Capai Rp1,7 T

Pemangkasan Anggaran Capai Rp1,7 T
Minggu, 23 Juni 2018 - 13:09 wib
OPD Rohul Gesa Kegiatan Fisik Lapangan

OPD Rohul Gesa Kegiatan Fisik Lapangan
Minggu, 23 Juni 2018 - 12:34 wib
Aktivitas Pasar Perawang  Kembali Normal

Aktivitas Pasar Perawang Kembali Normal
Minggu, 23 Juni 2018 - 12:27 wib
Kabupaten Indragiri Hilir
Sekda Kukuhkan Pengurus HSNI Pelangiran
Minggu, 23 Juni 2018 - 12:16 wib
Satlantas Polres Siak Gencar Antisipasi Laka Lantas

Satlantas Polres Siak Gencar Antisipasi Laka Lantas
Minggu, 23 Juni 2018 - 12:14 wib
Cari Berita
Lingkungan Terbaru
Orasi dan Aksi Teatrikal Mapala Warnai Peringatan Hari Bumi 2018
Yayasan Belantara dan Mitra Peringati Hari Bumi di CFD
Talkshow EoF, Upaya Membumikan Semangat Pelestarian Lingkungan Hidup
Bentuk Kepedulian Lingkungan, Mapala Akan Gelar Talkshow Kampanye EoF
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini