Lautan Mengasam dengan Cepat
Senin, 18 November 2013 - 04:39 WIB > Dibaca 528 kali Print | Komentar
Lautan Mengasam dengan Cepat
Riau Pos Online – Lautan di dunia mengasam dengan tingkat yang “belum pernah terjadi sebelumnya” dan mungkin akan bergerak semakin cepat sejak 300 juta tahun lalu.
Dalam sebuah pernyataan, para ilmuwan mengatakan pengasaman akan meningkat 170% pada tahun 2100. Mereka mengatakan 30% spesies di lautan tidak akan bertahan dengan kondisi seperti itu.

Hasil riset ini akan dipresentasikan pada pembicaraan iklim global di Polandia pekan depan. Para peneliti menyimpulkan bahwa emisi karbondioksida yang dihasilkan oleh manusia adalah penyebab utama karena menyumbang 24 juta ton CO2 ke lautan tiap tahun. Penambahan CO2 ke laut ini telah mengubah susunan kimia air.

Sejak dimulainya revolusi industri, tingkat keasaman air sudah naik 26%. “Para kolega saya tidak menemukan data geologis yang menunjukan bahwa pengasaman secepat ini pernah terjadi sebelumnya,” kata Prof Jean-Pierre Gattuso, dari CNRS, Badan Peneliti Nasional Prancis.

Spesies Punah
“Anda tidak menemukan moluska pada tingkat pH pada tahun 2100, ini benar-benar fakta cukup menakjubkan.”
Hal yang paling mengkhawatirkan ilmuwan adalah dampak potensial terhadap banyak spesies laut termasuk koral.

Studi yang dilakukan di sebuah area laut-dalam di mana air secara alami mengasam, menunjukkan bahwa sekitar 30% dari keanekaragaman hayati laut mungkin akan hilang pada akhir abad ini.

Area laut-dalam yang disebut dengan ‘ventilasi’ ini mungkin menjadi “jendela di masa depan” menurut para peneliti. “Anda tidak menemukan moluska pada tingkat pH pada tahun 2100, ini benar-benar fakta cukup menakjubkan,” kata Prof Gattuso.

Pengaruh keasaman dirasakan paling parah Klik di lautan Arktik dan Antartika. Perairan dingin ini menyimpan lebih banyak CO2 dan peningkatan CO2 yang lebih tinggi akan membuat daerah ini mengasam lebih cepat lagi.

Semakin asam, akan semakin berbahaya bagi kehidupan kerang-kerang dan tulang-tulang dari organisme laut. Para peneliti mengatakan bahwa pada tahun 2020, sepuluh persen daerah Kutub Utara tidak akan ramah untuk beberapa spesies bercangkang kalsium karbonat. Pada tahun 2100 seluruh Kutub Utara akan menjadi lingkungan yang tidak bersahabat. (sp/rpg/net)
KOMENTAR
Berita Update

HNSI Diharapkan Berkontribusi Terhadap Masyarakat
Kamis, 16 Agustus 2018 - 17:00 wib

Bupati Apresiasi Sosialisasi Gratifikasi
Kamis, 16 Agustus 2018 - 16:30 wib
95 Hektare Lahan Terbakar

95 Hektare Lahan Terbakar
Kamis, 16 Agustus 2018 - 16:00 wib
Cuaca Ekstrim Waspadai Karhutla

Cuaca Ekstrim Waspadai Karhutla
Kamis, 16 Agustus 2018 - 15:30 wib

Bupati Kukuhkan Anggota Paskibraka
Kamis, 16 Agustus 2018 - 15:00 wib
Belum Bisa Setop Konflik Perusahaan-Masyarakat

Belum Bisa Setop Konflik Perusahaan-Masyarakat
Kamis, 16 Agustus 2018 - 14:00 wib
Jembatan Siak IV
Ponton dan Crane Bersiap Jelang Penyambungan
Kamis, 16 Agustus 2018 - 13:30 wib
PPP: Ma’ruf Amin Tak Mengancam Jokowi

PPP: Ma’ruf Amin Tak Mengancam Jokowi
Kamis, 16 Agustus 2018 - 13:15 wib

Hari Ini, Bus Salawat Terakhir Beroperasi
Kamis, 16 Agustus 2018 - 12:40 wib
Cari Berita
Lingkungan Terbaru
95 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 16 Agustus 2018 - 16:00 WIB

Cuaca Ekstrim Waspadai Karhutla

Kamis, 16 Agustus 2018 - 15:30 WIB

Dua Tersangka Karhutla Diamankan

Kamis, 16 Agustus 2018 - 11:30 WIB

Sudah 4 Kali Panen Sayur, KRPL Makin Dilirik

Jumat, 10 Agustus 2018 - 18:30 WIB

KKN UMRI Tingkatkan Kelestarian Lingkungan

Senin, 06 Agustus 2018 - 10:29 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us