Lautan Mengasam dengan Cepat
Senin, 18 November 2013 - 04:39 WIB > Dibaca 612 kali Print | Komentar
Lautan Mengasam dengan Cepat
Riau Pos Online – Lautan di dunia mengasam dengan tingkat yang “belum pernah terjadi sebelumnya” dan mungkin akan bergerak semakin cepat sejak 300 juta tahun lalu.
Dalam sebuah pernyataan, para ilmuwan mengatakan pengasaman akan meningkat 170% pada tahun 2100. Mereka mengatakan 30% spesies di lautan tidak akan bertahan dengan kondisi seperti itu.

Hasil riset ini akan dipresentasikan pada pembicaraan iklim global di Polandia pekan depan. Para peneliti menyimpulkan bahwa emisi karbondioksida yang dihasilkan oleh manusia adalah penyebab utama karena menyumbang 24 juta ton CO2 ke lautan tiap tahun. Penambahan CO2 ke laut ini telah mengubah susunan kimia air.

Sejak dimulainya revolusi industri, tingkat keasaman air sudah naik 26%. “Para kolega saya tidak menemukan data geologis yang menunjukan bahwa pengasaman secepat ini pernah terjadi sebelumnya,” kata Prof Jean-Pierre Gattuso, dari CNRS, Badan Peneliti Nasional Prancis.

Spesies Punah
“Anda tidak menemukan moluska pada tingkat pH pada tahun 2100, ini benar-benar fakta cukup menakjubkan.”
Hal yang paling mengkhawatirkan ilmuwan adalah dampak potensial terhadap banyak spesies laut termasuk koral.

Studi yang dilakukan di sebuah area laut-dalam di mana air secara alami mengasam, menunjukkan bahwa sekitar 30% dari keanekaragaman hayati laut mungkin akan hilang pada akhir abad ini.

Area laut-dalam yang disebut dengan ‘ventilasi’ ini mungkin menjadi “jendela di masa depan” menurut para peneliti. “Anda tidak menemukan moluska pada tingkat pH pada tahun 2100, ini benar-benar fakta cukup menakjubkan,” kata Prof Gattuso.

Pengaruh keasaman dirasakan paling parah Klik di lautan Arktik dan Antartika. Perairan dingin ini menyimpan lebih banyak CO2 dan peningkatan CO2 yang lebih tinggi akan membuat daerah ini mengasam lebih cepat lagi.

Semakin asam, akan semakin berbahaya bagi kehidupan kerang-kerang dan tulang-tulang dari organisme laut. Para peneliti mengatakan bahwa pada tahun 2020, sepuluh persen daerah Kutub Utara tidak akan ramah untuk beberapa spesies bercangkang kalsium karbonat. Pada tahun 2100 seluruh Kutub Utara akan menjadi lingkungan yang tidak bersahabat. (sp/rpg/net)
KOMENTAR
Berita Update
Selektif Sebarkan Berita di Media Sosial

Selektif Sebarkan Berita di Media Sosial
Senin, 21 Januari 2019 - 14:45 wib
Pemprov Diminta Benahi Manajemen RSUD AA

Pemprov Diminta Benahi Manajemen RSUD AA
Senin, 21 Januari 2019 - 14:30 wib
Mahasiswa Pekanbaru Edarkan Sabu di Dumai

Mahasiswa Pekanbaru Edarkan Sabu di Dumai
Senin, 21 Januari 2019 - 14:15 wib

Kasus Ustaz Ba’asyir Bukti Gagalnya Pemasyarakatan
Senin, 21 Januari 2019 - 14:13 wib

Foto Harimau Dumai Ternyata Palsu
Senin, 21 Januari 2019 - 14:07 wib
324 CPNS Diingatkan  Jangan Lalai

324 CPNS Diingatkan Jangan Lalai
Senin, 21 Januari 2019 - 13:50 wib
Lubang Jalan Purwodadi Membahayakan

Lubang Jalan Purwodadi Membahayakan
Senin, 21 Januari 2019 - 13:15 wib

Menunggu Nama Jembatan Siak IV
Senin, 21 Januari 2019 - 13:10 wib
Kerja Sama IKM dengan Swalayan Bisa Maksimal

Kerja Sama IKM dengan Swalayan Bisa Maksimal
Senin, 21 Januari 2019 - 13:05 wib
Bawaslu Kampar Teruskan Laporan Pidana Pemilu

Bawaslu Kampar Teruskan Laporan Pidana Pemilu
Senin, 21 Januari 2019 - 12:25 wib
Cari Berita
Lingkungan Terbaru
Masyarakat Diajak Jaga Keindahan Taman

Kamis, 17 Januari 2019 - 14:00 WIB

Kejadian Pencemaran  Lingkungan Meningkat

Rabu, 16 Januari 2019 - 13:30 WIB

Dua Perbup Kawasan  Wisata Diajukan

Rabu, 16 Januari 2019 - 11:01 WIB

Pembangunan Pasar Puo Raya dan Kasimang Tuntas 100 Persen
Arus Pendek Hanguskan Rumah Warga

Senin, 14 Januari 2019 - 11:05 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us