Kejari Rengat Batal Periksa Tersangka Korupsi
20 September 2013 - 11:29 WIB > Dibaca 58 kali Print | Komentar
RENGAT (RP) - Kejaksaan Negeri (Kejari) Rengat belum dapat melakukan pemeriksaan terhadap tersangka Rosdianto yang juga mantan bendahara pengeluaran Sekretariat Daerah Kabupaten Inhu terkait kasus dugaan korupsi sisa anggaran APBD Inhu tahun 2012 senilai Rp2,4 miliar. Pasalnya, tersangka datang untuk diperiksa tanpa didampingi penasihat hukum (PH).

‘’Sesuai jadwal, pemeriksaan terhadap tersangka dilaksanakan pada Kamis (19/9). Namun, akibat tersangka yang datang tanpa didampingi PH, terpaksa pemeriksaan ditunda pekan mendatang,’’ ujar Kajari Rengat Alexander Roilan SH MHum ketika dikonfirmasi Riau Pos, Kamis (19/9) melalui Kasi Intel Restu Andi Cahyono SH.

Menurutnya, pemeriksaan pada pekan mendatang berdasarkan kesanggupan tersangka untuk didampingi PH. Bahkan pada pekan mendatang tidak hanya sebatas pemeriksaan tetapi meminta untuk membawa bukti-bukti yang ada.

Pihaknya juga sudah menawarkan PH negara kepada tersangka, apabila tidak sanggup mencari PH. Sebab, kasus tindak pidana yang diduga dilakukan tersangka diwajibkan didampingi PH sesuai yang diatur dalam KUHAP.

Selain itu sebutnya, pemeriksaan kali ini merupakan yang kedua sejak Rosdianto ditetapkan sebagai tersangka Juni 2013 lalu. Pemanggilan pertama lalu, penyidik belum masuk kepada materi pemeriksaan. Hal itu juga disebabkan tersangka yang belum didampingi PH.

Ditambahkan Restu, sejauh ini Kejari Rengat belum berencana untuk melakukan penahanan terhadap Rosdianto. Sebab yang bersangkutan masih bersikap kooperatif. Begitu juga dengan penambahan tersangka baru, Kejari Rengat masih menunggu fakta baru dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka dan sejumlah saksi. ‘’Kita belum bisa pastikan apakah ada tersangka baru, sebab masih harus melihat sejumlah fakta dari hasil pemeriksaan terlebih dahulu,’’ tuturnya.

Seperti diketahui, selain Rosdianto, Kejari Rengat juga telah menetapkan mantan Bendahara Wakil Bupati Inhu, Putra Gunawan sebagai tersangka dalam kasus yang sama dengan nilai Rp109 juta. Putra Gunawan sudah mengembalikan dana yang ia gunakan, namun pengembalian tersebut tidak menggugurkan pidana yang lakukannya.

Kejari Rengat juga sudah melaporkan kasus korupsi sisa anggaran APBD Inhu tahun 2012 ini kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta. Sebab kasus ini merupakan atensi dari KPK, sehingga Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) juga sudah dilaporkan ke lembaga korupsi tersebut.(kas)
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
Kebakaran di Medan Tewaskan Tiga Orang
Kebakaran di Medan Tewaskan Tiga Orang
Senin, 30 Mei 2016 - 00:09 wib
PAN Cari Kawan Mau Lawan Ahok
PAN Cari Kawan Mau Lawan Ahok
Senin, 30 Mei 2016 - 00:02 wib
Persija Gagal "Terkam" Barito Putera
Senin, 29 Mei 2016 - 22:10 wib
32 Tim Putra, 10 Tim Putri Bersaing Rebut Juara
Senin, 29 Mei 2016 - 21:58 wib
PSPS Tak Mampu Atasi Perlawanan PS Bangka
Senin, 29 Mei 2016 - 21:46 wib
Gubernur Riau Tampil sebagai Pembicara Diklat
Senin, 29 Mei 2016 - 21:41 wib
Besok, Tiga Nama Calon Sekdaprov Diumumkan
Besok, Tiga Nama Calon Sekdaprov Diumumkan
Senin, 29 Mei 2016 - 20:39 wib
Realisasi APBD Pekanbaru 2016 Baru 12 Persen
Realisasi APBD Pekanbaru 2016 Baru 12 Persen
Senin, 29 Mei 2016 - 18:07 wib
Joget Sonde Meranti Wakili Riau
Joget Sonde Meranti Wakili Riau
Senin, 29 Mei 2016 - 17:49 wib
Cari Berita
Kriminal Terbaru
Diduga Depresi Seorang Pemuda Nekat Gantung Diri

Minggu, 29 Mei 2016 - 16:57 WIB

Baru Pindah Rumah, Sering Transaksi Narkoba Akhirnya Security Dibekuk bersama Lima Kantong Sabu

Minggu, 29 Mei 2016 - 09:57 WIB

Telah Lama Diburu, Akhirnya Dua Otak Pelaku Penganiayaan Satpol PP dan Perusakan Kantor Camat Rumpes Menyerahkan Diri

Minggu, 29 Mei 2016 - 07:33 WIB

Inilah Kronologi Penangkapan Polwan yang Dugem bersama Bandar Sabu

Minggu, 29 Mei 2016 - 04:30 WIB

Dikupak Maling, Tower XL Rugi Hingga Rp 150 Juta

Minggu, 29 Mei 2016 - 04:28 WIB

sumatranet
Ranggi Riau Pos
Follow Us