TRADISI

Pantun Menuntun Santun

12 Agustus 2017 - 23.53 WIB > Dibaca 477 kali | Komentar
 
Pantun Menuntun Santun
Dalam rangka HUT Provinsi Riau Ke-60 tahun, Dinas Kebudayaan Provinsi Riau kembali menaja kegiatan Lomba Pantun Kalangan Pelajar Riau di Gedung Taman Budaya Provinsi Riau pada 9-10 Agustus 2017 lalu.

Ketua panitia Lomba, Fachri Semekot mengatakan, Kegiatan Lomba Pantun ini diikuti para pelajar 12 kabupaten/kota tingkat SMA dengan Tema "Pantun Menuntun Santun".

Sementara itu, "Untuk dewan juri Lomba Pantun Kalangan Pelajar, ada GP Ade Darmawi, T Rahimah dan Syarifudin Saleh Gergaji. Dewan juri ini adalah orang yang sudah berpengalaman dalam pantun," ungkap Fachri Semekot.

Lomba Pantun Kalangan Pelajar ini, terlebih dahulu sudah memenuhi kriteria dalam mengikuti lomba pantun. Sedangkan teknis Lomba Pantun Kalangan Pelajar Provinsi Riau yakni menjual dan membeli pantun. Tentunya bagi pemenang Lomba Pantun Kalangan Pelajar akan mendapatkan tropi dan uang pembinaan dari Dinas Pariwisata Provinsi Riau.

Salah satu peserta Lomba Pantun dari Kabupaten Meranti, Yudia Sapitri mengatakan, memang pertama kali ikut lomba. "Perasaan saya mengikuti lomba pantun, agak sedikit grogi tetapi di depan panggung merasa tertantang untuk berpantun. Kita tidak merasa sulit untuk berpantun sebab kita saling membantu dalam satu regu. Sejauh ini, saya belajar berpantun dari guru sarta sering membaca buku pantun. Dan saya sering menulis pantun. Kita merasa senang saja mengikuti Lomba Pantun dan berharap kedepannya kegiatan lomba pantun ini bisa dilaksanakan lagi," ungkap Yudia.

Sementara itu, Dewan Juri Lomba Pantun Kalangan Pelajar, GP Ade Darmawi mengatakan, Adapun peserta lomba pantun kalangan pelajar di Riau ini, memiliki kemampuan di atas rata-rata. Mereka sudah mengetahui bentuk dan cara berpantun, baik menjual dan menjawab pantun. Apalagi dalam lomba pantun diberikan kata kunci agar peserta bisa berpikir secara spontan untuk menjual dan membeli pantun. Di sinilah mereka dituntun untuk membuat pantun dengan waktu yang terbatas. “Pada lomba pantun kalangan pelajar tingkat Riau ini, kota nilai sudah cukup baik, apalagi peseta yang mengikuti lomba sudah tahu tentang pantun itu sendiri," ungkap GP Ade Darmawi.

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, Yoserizal Zen mengatakan, Tema Pantun Menuntun Santun, banyak masyarakat yang tidak santun dalam melestarikan nilai budaya, salah satunya adalah pantun.

 “Dinas Kebudayaan Provinsi Riau terus berupaya mengembangkan budaya berpantun melalui media publik, seperti pelayanan publik harus berpantun, dan hal ini sudah kami terapkan di Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi yang setiap jam masuk kerja, istirahat dan pulang selalu berpantun. Jadi, hendaklah semua pelayanan publik bisa menggunakan pantun sebagai sala satu media komunikasi," ujar Yoserizal Zen.

Yose berharap, agar pemantun bisa kreatif lagi dalam penggunaan pantun, sebab selama ini sampiran pada pantun banyak menggunakan sampiran flora dan fauna. Harusnya sampiran tersebut bisa diambil dari sastra tradisi lisan yang ada di Riau ini. Jadi, lomba pantun kalangan pelajar sifatnya hanya pembinaan dan pengembangan agar pantun menjadi media komunikasi ditengah masyarakat.(fed)

KOMENTAR
Terbaru
Minggu, 20 Mei 2018 - 21:07 wib

Gerindra Masih Penjajakan Siapa Calon Capres dan Wapres

Minggu, 20 Mei 2018 - 20:38 wib

Podomoro City Deli Medan Hibur Tamu Hadirkan Rossa

Minggu, 20 Mei 2018 - 20:03 wib

Libatkan Perempuan dan Anak-anak pada Aksi Terorisme Perbuatan Keji

Minggu, 20 Mei 2018 - 19:30 wib

Korban Aksi Teroris Akan Dapat Kompensasi

Minggu, 20 Mei 2018 - 18:25 wib

Bank Riau Kepri Berbagi Takjil di Bulan Ramadan

Minggu, 20 Mei 2018 - 18:08 wib

DPRD Siak Dapat Kunjungan dari DPRD Kampar

Minggu, 20 Mei 2018 - 18:03 wib

Anggota DPRD Siak Ikuti Bimtek dan Peningkatan Kapasitas

Minggu, 20 Mei 2018 - 14:45 wib

Trofi Pertama dan Terakhir

Follow Us