Gerakkan UKM

30 Juli 2017 - 14.24 WIB > Dibaca 3737 kali | Komentar
 
Gerakkan UKM
GEMA SETARA (Wartawan Riau Pos)
RIAUPOS.CO - Badai yang bernama krisis ekonomi masih melanda negeri ini. Ekonomi merosot, akibatnya pendapatan masyarakatpun rendah. Rendahnya pendapatan masyarakat ini membawa efek domino yang kadang-kadang cukup mengkhawatirkan, terutama tindak kriminalitas. Tindak kejahatan ini sebagai akibat dari rendah pendapatan masyarakat, sehingga mereka tidak bekerja padahal mereka perlu makan dan berbagai keperluan lainnya.

Andaikan kita mau berkaca dan belajar dari krisis ekonomi yang melanda negeri ini beberapa dekade lalu, mungkin krisis ini akan terulang. Saat badai krisis terjadi saat itu, sektor-sektor yang mengandalkan modal yang besar telungkup (jatuh, red). Walau ada yang bertahan, namun mereka harus berjalan dengan sangat tertatih-tatih untuk melalui krisis itu.

Tetapi, disaatnya terpuruk, masyarakat yang menggerakkan ekonomi rakyatnya melalui Usaha Kecil Menengah (UKM)  tumbuh dan berkembang dengan pesat. Badai krisis yang terjadi tidak berpengaruh sama sekali kepada mereka, bahkan disaat krisis terjadi masyarakat yang bergerak dalam sektor ini mendapat keuntungan yang lumayan besar.

Tidak hanya pemilik UKM saja yang mendapat berkah. Dimaklumi bersama, dalam menjalankan usaha kecil menengah ini memerlukan tenaga kerja yang cukup banyak, sehingga dengan adanya UKM ini tingkat pengangguran itu bisa diminimalisir. Walaupun upah yang diterima para pekerja tidak sebesar jika mereka bekerja disektor tambang dan sebagainya akan tetapi mereka mampu bertahan dan menghidupi keluarganya.

Sekarang, banyak yang tidak mengetahui krisis ekonomi itu masih terjadi. Tidak sedikit tenaga kerja yang harus dirumahkan atau diputus kontrak. Ini tentunya cukup mengkhawatirkan. Dampak utama dari ini semua tentu pada dampak sosial, semuanya harus dicarikan solusi dan selesaikan dengan baik, sehingga persoalan-persoalan yang ada bisa dituntaskan.

Pemerintah tentunya harus bertanggung jawab dalam hal ini. Kalau pemerintah mau bertanggung jawab harusnya mereka senantiasa menggerakkan ekonomi kreatif masyarakat. Selama ini usaha kreatif masyarakat ini mampu bertahan dan tangguh menghadap badai krisis yang terjadi, namun sangat disayangkan banyak pihak yang memandang enteng ekonomi kreatif sepert ini.

Padahal, untuk menggerakkan ekonomi kreatif ini tidak perlu mengeluarkan biaya yang besar. Namun hasil yang diperoleh cukup menjanjikan. Seperti yang dilakoni sejumlah masyarakat di Kecamatan Sungaiapit, Kabupaten Siak. Mereka berkebun dan mananami tanah mereka dengan nenas, ternyata hasil yang mereka peroleh cukup menjanjikan.

Tidak hanya itu, dari kebun itu mampu menggerakkan sektor tenaga kerja yang lumayan besar. Setidaknya pemilik kebun harus membersihkan kebunnya saat mau ditanam, kalau mereka enggan melakukannya mereka bisa mencari pihak lain yang mengambil upah membersihkan lahan. Selain itu jika saat musim tanam tiba, mereka juga bisa mengupahnya kepada orang lain.

Belum lagi ketika musim panen tiba, jumlah tenaga kerja yang diperlukan tentunya bertambah banyak. Pemilik kebun setidaknya memerlukan tenaga bantuan untuk memanen, mengangkat hasil panennya dan sebagainya. Walau upah yang diterima tidak terlalu besar, akan tetapi para pekerja tetap menerima upah dan itu berlangsung secara berkesinambungan.

Artinya, setiap hari masyarakat di daerah itu memiliki uang. Uang itu bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, baik untuk berbelanja, membeli berbagai macam keperluan kebun dan sebagainya. Dengan demikian, masyarakat tempatan bisa memutar uang yang mereka peroleh itu untuk pengembangan usaha agar lebih maju dan berkembang.

Pemerintah hendaknya membantu masyarakat dalam hal ini. Mengapa? Karena untuk contoh petani nenas di Kecamatan Sungaiapit ini, mereka hanya menjual buah nenas dalam kondisi segar saja. Ini tentunya sangat rentan sekali, ketika musim panen datangnya serentak harga jualnya tentu akan bisa dimainkan oleh para pembeli dari luar daerah. Jika harga jual tidak sebanding dengan produksi yang dikeluarkan petani tentu mereka akan mengalami kerugian yang cukup besar.

Setidaknya, pemerintah berpikir dan memberi motivasi kepada masyarakat disana untuk membuat produk turunan dari nenas itu sendiri. Misalnya dengan membuat kerupuk nenas, selai nenas, dodol nenas dan sebagainya. Jika ini dilaksanakan pergerakkan ekonomi masyarakat tidak akan pernah terhenti dan krisis yang terjadi pasti tidak akan mereka rasakan dan efek dominonya dampak sosial tidak akan terjadi lagi. Semoga.***
KOMENTAR
Terbaru
Minggu, 25 Februari 2018 - 14:53 wib

Sakit, Diragukan Tampil di Le Classique

Minggu, 25 Februari 2018 - 14:51 wib

Puskesmas dan RS Harus Ramah Anak

Minggu, 25 Februari 2018 - 14:00 wib

Taman Alam Mayang Sejuk dan Asri

Minggu, 25 Februari 2018 - 13:52 wib

Perlunya Bimbingan Menjaga Ketahanan Keluarga

Minggu, 25 Februari 2018 - 13:48 wib

Juni, Cak Imin Putuskan Maju Cawapres

Minggu, 25 Februari 2018 - 12:59 wib

Buah Pengembaraan

Minggu, 25 Februari 2018 - 12:49 wib

Mobil ’’Presiden’’ Dipecah, Uang dan Laptop Raib

Minggu, 25 Februari 2018 - 12:44 wib

Bertemu Mantan, Antar ke Butik Kebaya

Follow Us