SAJAK

Sajak-sajak Sulaiman Juned

1 April 2017 - 23.46 WIB > Dibaca 2604 kali | Komentar
 
ACEH: MENGENANG GAMPONG

sedang
menghanyutkan jiwa
di krueng Tiro yang meluap. Bercermin
pada keruh air dari gunung merebahkan
duka.

aku
saksikan wajahmu—kau—kita
seperti muka hantu. Sedang
gampong dijadikan laut
ah!

-Padangpanjang, 2017-



PENGAJIAN CINTA

menawarkan
sunyi dalam keramaian cahaya
surban menutupi kabut di pucuk
mata.

menawarkan
gigil menghitung tasbih
dengan cinta mengaji segala ingin
membasuh malam bersama
zikir.

(aku hanya debu ditelunjukMu)

-Jakarta, 2017-


PASAR GEDE


ada
gerimis mengurung wajah. Di sudut
mana harus melepas lelah.

Ada
Asap mengepul di hati. Aku
di dera ketakutan pada sepi pecahkan
malam mengurung pagi.

ada
bunga menyandera jiwa. Berbagi
keluh menulis kesaksian pada selembar daun
menghiasi jendela rumah kita.

: ditepian ini sempurnalah segala kisah
  Ah!

-Solo, 2017-



PADANGPANJANG 547


di sini
ada cerita tentang wajah kita
mengambang sepanjang gunung
rawatlah hati bunuh kesombongan
agar tak mengenggam angina di tangan
tak menyimpan asap di jiwa
tak mengubah bara
jadi api di kepala.

di sini
sedang menidurkan gerimis
yang mengurai di hati
ah!

-Kampung Jambak, 2017-



SENJA

belajar pada senja
menjemput malam dengan cahaya
di jiwa. Memaknai pekat mengurung
pikir.

: Kawan, kita tak muda lagi
  Ah!

-Banda Aceh, 2017-



PEDIH

aku
sering mengusung malam
menghadang gerimis sedang rindu
berdegup membunuh
gelisah.

aku
sering mengangkut
sakit. Mengulung rindu
terhidang dalam perjamuan berkabut
mengumpal sesak di hati.

: bulan menari di atas perahu
  Ah!

-Denpasar, 2017-



MEMANGGANG HATI



I
sedang
berdiang di bara
asapnya mengepul di jiwa.

II
sedang
bersihkan riol
hujan tetap saja membanjiri hati
ah!

-Usi Dayah, 4 Agustus 2014-



TAKENGON: PINJAMKAN AKU BULAN

pinjamkan aku
bulan. Berhias diri dalam jiwa
resah. Sedang angin menampar sepi
dan nyeri
ah!

-Takengon, 5 Juni 2015-


MENGHITUNG OMBAK

aku
membaca bayang di koyak sepi
taburkan mawar sambil membelai
pucuk rambut.

: menghitung ombak dimatamu
membaca luka dengan cinta
ah!

-Solo, 2015-


Sulaiman Juned, lahir di Gampong (desa) kecil Usi Dayah,  Kecamatan Mutiara Kab Pidie, Provinsi Aceh, 12 Mei 1965. Menetap di Padangpanjang. Dosen di Prodi Seni Teater, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang, dan beberapa perguruan tinggi di Sumatera Barat.
KOMENTAR
Terbaru
Senin, 19 November 2018 - 11:15 wib

Buaya Pemangsa Bocah di Sontang Ditangkap Warga

Senin, 19 November 2018 - 11:00 wib

Balap Liar Mulai Marak

Senin, 19 November 2018 - 10:45 wib

Bahas APBD Sampai Tengah Malam

Senin, 19 November 2018 - 10:36 wib

LAM dan Polda Sepakat Ciptakan Pemilu Damai di Riau

Senin, 19 November 2018 - 10:30 wib

Sepakat Tak Sebar Hoaks

Senin, 19 November 2018 - 10:16 wib

Sejumlah Temuan BPK Belum Dikembalikan

Senin, 19 November 2018 - 10:16 wib

HUT Ke-61, PAPDI Gelar Pengabdian Masyarakat

Senin, 19 November 2018 - 10:00 wib

Bayi dari Hasil Hubungan Gelap

Follow Us