RESENSI BUKU

Membangun Tradisi Menulis Islami

23 Oktober 2016 - 00.03 WIB > Dibaca 4534 kali | Komentar
 
Membangun Tradisi Menulis Islami
SEBAGAI  langkah awal upaya ini pantas diacungi jempol. Bermula dari sebuah lomba literasi dengan tujuan mulia dan kemudian diwujudkan dalam sebuah buku. Inilah sebuah metamorfosis positif yang dilakukan Pondok Pesantren Babussalam.

‘’Ilham Ghirah dari Babussalam’’ berisikan 31 naskah cerita pendek (cerpen) islami yang dihasilkan para siswa-siswi SMP Babussalam dan SMA Babussalam plus tiga karya cerpen dari ustad/ustazah-nya. Itu pilihan terbaik panitia dari sebanyak 120 cerpen yang masuk karya santri SMP dan SMA. Sebuah penghargaan yang membanggakan bagi cerpenis yang karya nya terpilih sekaligus menjadi kenangan yang manis usai tamat nanti.

Karya-karya cerpen ini memang tidak semata berasal dari daya imajinasi para penulisnya. Cerpen-cerpen tersebut memiliki dasar yang jelas karena merujuk pada kisah-kisah para sahabat Nabi Muhammad SWA. Mereka yang tidak sekadar pengikut setia tapi juga pendukung utama risalahnya serta menjadi suri teladan bagi umat-umat berikutnya.

Di antara mereka adalah istri Baginda Nabi, Siti Khadijah r.a, Aisyah r.a, Sa’ad bin Abi Waqqash, Zaid bin Tsabit sampai Hindun binti Utbah, si pamakan hati yang kemudian bertobat di jalan Allah. Juga cerita tentang tujuh pemuda dan anjingnya yang ‘’terkubur’’ di gua Washid atau Kheram selama 309 tahun (Ashabul Kahfi).

Hal itu diakui Ustad Drs H Imron Effendy Hasibuan MA selaku Direktur Pendidikan Pesantren Babussalam sekaligus Kepala SMA Babussalam. Para siswa SMP dan SMA diberikan buku rujukan tentang berbagai kisah para sahabat Rasulullah SAW. Sebelum menulis tentu saja para siswa harus membaca rujukannya yang dipilih sendiri.

Kalimat-kalimatnya tidak bisa bebas mengalir karena memang dibatasi. Bisa juga terkesan sebuah copy paste atau sebagai kegiatan rutin sekolah; meringkas. Namun apapun kelemahannya, momen ini sudah memberikan gairah pada para siswa untuk menulis. Bahkan untuk tingkat sekolah dasar karena lomba ini diperuntukkan pula bagi mereka meski tidak dibukukan.

Kehadiran buku  ini mendapatkan apresiasi dari tiga tokoh di bindangnya. Yakni Prof Dr H Akhmad Mujahidin MA (dosen UIN Suska Riau), Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA (Kakanwil Kemenag Provinsi Riau), dan Dr Elmustian Rahman MA (dosen sastra FKIP Unri). Selain merespon positif  dan memberi tahniah, mereka juga berharap langkah tersebut bisa memotivasi sekolah-sekolah lain guna membangun tradisi kalam/menulis di kalangan siswa.***

Zulkifli Ali, wartawan.
KOMENTAR
Terbaru
Rabu, 21 Februari 2018 - 02:17 wib

Ahok Akan Sampakan Bukti Istrinya Selingkuh

Rabu, 21 Februari 2018 - 01:56 wib

Retail Sales Daihatsu Januari 2018 Tembus 15.896 Unit

Rabu, 21 Februari 2018 - 01:43 wib

18 Tahun Hino Ranger Jadi Market Leader di Indonesia

Rabu, 21 Februari 2018 - 01:16 wib

KFC Tutup Ratusan Restorannya

Rabu, 21 Februari 2018 - 00:58 wib

BUMN Proyek Infrastruktur Dapat Ancaman

Rabu, 21 Februari 2018 - 00:44 wib

Sky Energy Melantai, Harga Sahamnya Rp375-Rp450 Per Lembar

Rabu, 21 Februari 2018 - 00:31 wib

Seorang Pengamat Menganalisa Jokowi Bisa Ditinggal PDI Perjuangan

Rabu, 21 Februari 2018 - 00:02 wib

Bagi Budi Waseso, BNN Tetap di Hati

Follow Us