Depan >> Berita >> Hukum >>

KPK Awasi Rekrutmen Praja IPDN, Akpol, CPNS Kejaksaan
22 Juni 2013 - 06:05 WIB > Dibaca 44 kali Print | Komentar
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengakomodasi kritik masyarakat soal transparansi perekrutan calon praja di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Lembaga antirasuah ini mulai tahun ajaran baru nanti akan mengawal proses rekrutmen calon praja IPDN.  

Bahkan, KPK juga mengawasi perekrutan calon taruna di Akademi Kepolisian (Akpol) dan CPNS Kejaksaan Agung (Kejagung).

Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja mengatakan, pengawalan itu menyikapi desakan publik terkait transparansi selama proses rekrutmen.

"Terkait hal ini kami kemudian bertemu dengan Mendagri. Mereka ternyata menyatakan keterbukaannya," ujar Adnan. "Mendagri sangat komit mengenai masalah ini," lanjutnya.

Adnan mengatakan, KPK akan fokus tiga hal dalam mengawasi perekrutan. Pertama, mencari tahu berapa kuota calon praja yang dibutuhkan di setiap daerah. Selain mengetahui kuota calon praja, KPK juga akan mencari tahu kuota untuk lulusan yang disebar ke daerah-daerah.

"Ini penting karena menyangkut penganggaran di daerah-daerah. Selama ini seringkali daerah tidak mengetahui berapa kuota lulusan yang akan ditempatkan. Kecenderungan selama ini lulusan didrop begitu saja," terang praktisi hukum asal Jakarta itu.

Kedua, mengantisipasi kebocoran materi ujian perekrutan. KPK nantinya mengandeng pemerintah daerah, baik provinsi, maupun kota-kabupaten. "Yang ketiga kami akan meminta ada soal-soal ujian masuk mengenai integritas," ujar pria kelahiran 14 Januari 1960 itu.

Menurut pria yang akrab disapa APP itu, soal mengenai integritas itu penting. Hal itu dilakukan dengan mencontoh proses rekrutmen yang begitu ketat di KPK. "Proses yang begitu ketat terkait integritas itulah yang membawa dampak positif di kami (KPK). Oleh karena itu kami ingin menularkan hal tersebut," terangnya.

Rencananya, mulai minggu depan KPK akan mulai bekerja "mengawasi" proses rekrutmen di IPDN. Salah satunya dilakukan dengan mengirim personel untuk mengikuti kegiatan-kegiatan panitia seleksi (pansel). "Jadi kami sudah mulai lakukan pengawalan proses pada tahun ajaran baru nanti," terangnya.

Menurut APP, pengawalan proses seleksi itu tidak hanya dilakukan di IPDN. Tahun depan, diharapkan proses serupa akan dilakukan di Akademi Kepolisian (Akpol) serta rekrutmen PNS Kejaksaan. "Untuk keduanya (Akpol dan Kejaksaan) kami masih lakukan pembicaraan," terangnya.

Sementara itu, Mabes Polri menyambut baik rencana KPK mengawasi seleksi taruna Akpol maupun brigadir. Kadivhumas Mabes Polri Brigjen Ronny F Sompie mengatakan, selama ini pihaknya selalu melibatkan pengawas dari luar Kepolisian saat seleksi taruna.

Di antaranya KONI, LSM, dan beberapa lembaga pemerintah lain. tentunya, menyesuaikan kebutuhan Akpol. "Contohnya, untuk pengawasan saat seleksi fisik calon taruna, kami bekerja sama dengan KONI," terangnya saat dikonfirmasi kemarin.

Keterlibatan pihak luar itu dilakukan dalam rangka transparansi setiap kali penerimaan calon taruna. Hasilnya, tidak pernah ada komplain dari keluarga calon taruna selama proses seleksi. Bahkan, upaya transparansi itu telah diganjar dengan sertifikat ISO. Karena itu, Masuknya KPK dalam daftar pengawas justru lebih bagus.

 Pihaknya akan berterima kasih kalau ada pengawasan yang dilakukan. "Proses penerimaan calon taruna akan makin legitimate, karena diawasi lembaga yang saat ini sangat dipercaya masyarakat," tambah mantan Kapolwiltabes Surabaya itu. (gun/byu/agm/jpnn)

Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
Korut Mulai Aktifkan Reaktor Nuklir
Selasa, 09 Februari 2016 - 22:19 wib
Saling Klaim Aset, Pasar Cik Puan Terbengkalai
Saling Klaim Aset, Pasar Cik Puan Terbengkalai
Selasa, 09 Februari 2016 - 20:46 wib
Tiang Listrik Ditabrak Rush, Dua Kecamatan Gelap Gulita
Selasa, 09 Februari 2016 - 20:19 wib
Dewan Meminta Masyarakat Harus Menerima Eks Gafatar
Dewan Meminta Masyarakat Harus Menerima Eks Gafatar
Selasa, 09 Februari 2016 - 20:14 wib
Komisi IV Akan Panggil PT MIG dan DKP
Komisi IV Akan Panggil PT MIG dan DKP
Selasa, 09 Februari 2016 - 20:11 wib
Desa Wonosari Pilot Project Pembuatan Blocking Canal
Desa Wonosari Pilot Project Pembuatan Blocking Canal
Selasa, 09 Februari 2016 - 20:03 wib
Kepergok Curi TV, Pemuda Pengangguran Diringkus Polisi
Kepergok Curi TV, Pemuda Pengangguran Diringkus Polisi
Selasa, 09 Februari 2016 - 19:58 wib
Abrasi, Bangunan Pemerintah di Bengkalis Nyaris Ambruk
Selasa, 09 Februari 2016 - 19:52 wib
Gantikan Amril, Asmara Dilantik jadi Anggota DPRD PAW
Selasa, 09 Februari 2016 - 19:40 wib
Aspirasi Masyarakat Harus Diperjuangkan
Aspirasi Masyarakat Harus Diperjuangkan
Selasa, 09 Februari 2016 - 19:20 wib
Komisi III Akan Panggil Kadiskes dan 8 Kepala Puskesmas
Komisi III Akan Panggil Kadiskes dan 8 Kepala Puskesmas
Selasa, 09 Februari 2016 - 19:19 wib
Dua KA Penumpang Tabrakan di Jerman
Selasa, 09 Februari 2016 - 18:12 wib
Pria, Jangan Abaikan Penyebab Nyeri Testis Ini
Pria, Jangan Abaikan Penyebab Nyeri Testis Ini
Selasa, 09 Februari 2016 - 18:00 wib
Perhatikan Hal Ini Jika Ingin Senam Asma
Perhatikan Hal Ini Jika Ingin Senam Asma
Selasa, 09 Februari 2016 - 17:40 wib
Barbie Berhijab Jadi Top di Media Sosial
Selasa, 09 Februari 2016 - 17:32 wib
Enggan Lepas Sorban, Dilarang Naik Pesawat
Selasa, 09 Februari 2016 - 17:29 wib
PKL Diusir, Hong Kong pun Ricuh
Selasa, 09 Februari 2016 - 17:24 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Marak Pecah Kaca, Kapolresta Sebarkan Spanduk dan Tetapkan Personil Disetiap Masjid
BC Sisir Tempat Hiburan, 505 Botol Miras Diamankan

Selasa, 09 Februari 2016 - 08:10 WIB

Sedih...Jessica Terpaksa Rayakan Imlek di Rutan Polda

Senin, 08 Februari 2016 - 15:30 WIB

Tempat Hiburan Kembali Dirazia

Senin, 08 Februari 2016 - 09:17 WIB

Catat Nih... Vonis Koruptor Makin Lama Makin Ringan

Senin, 08 Februari 2016 - 00:59 WIB

sumatranet
Ranggi Riau Pos
Follow Us