HELFIZON ASSYAFEI

Awas, Copet Kerah Putih

8 Agustus 2016 - 13.56 WIB > Dibaca 2991 kali | Komentar
 
Awas, Copet Kerah Putih
Dulu kita waspada dengan copet. Mungkin dengan memindahkan dompet dari saku belakang celana ke saku depan saat masuki pasar yang penuh sesak. Kini copet kerah putih jauh lebih dahsyat aksinya. Awal bulan ini  puluhan karyawan Lagoi Bintan Kepri menjadi sasaran empuk kejahatan mereka.

Kerugiannya mencapai ratusan juta rupiah. Bahkan, karyawan yang kebobolan sampai Rp 50 juta. Modusnya, pelaku membobol rekening para karyawan  melalui internet. Hacker  menguras uang dengan mensabotase rekening puluhan karyawan Banyan Tree Resort Lagoi yang baru menerima gaji. Puluhan karyawan Banyan Tree mengaku dirugikan saat akan menarik gaji di Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

Malah dikabarkan, bukan hanya karyawan resort, tetapi turis yang menginap di Lagoi dan melakukan transaksi penarikan uang di beberapa ATM di Lagoi juga mengalami kejadian yang sama. Kasus ini, menurut Casna Kurinawan seorang karyawan Banyan Tree Resort Lagoi  telah dilaporkan puluhan karyawan ke pihak manajemen. Manajemen lalu meneruskan melakukan pengaduan ke pihak bank.

Casna menyebutkan lagi, saat ini masalah tersebut sedang ditindaklanjuti ke bank yang bersangkutan, karena tidak hanya rekening satu bank saja, melainkan ada beberapa. Informasi yang didengarnya, pihak bank menjelaskan bahwa uang yang dikuras, ditarik dari berbagai negara di luar negeri seperti di Manila, Filipina dan Spanyol. Dengan begitu, dipastikan pelaku adalah hacker di luar negeri.

Saya pernah mendengar presentasi langsung dari satu di antara mantan anggota Badan Penyelamat Perbankan Nasional (BBPN) yang kini jadi Dirut Bank Riau Kepri, Irvandi Gustari, bahwa upaya menjaga pertahanan bank dari serangan hacker dilakukan dengan upaya  maksimal. Hanya saja, lanjutnya, terkadang ada saja celah yang bisa dimanfaatkan para hacker  yang ahli teknik algoritma tersebut. Dengan mengutak-atik algoritma yang mereka kuasai bisa saja membuka pasword keamanan perbankan secara tidak sengaja. Bila hal itu terjadi maka kasus di atas adalah contoh konkritnya. Meski tidak mudah juga bagi hacker tapi ancaman itu tetap bisa terjadi.

Artinya kejahatan copet dari kerah putih ini jauh lebih berbahaya dari sekadar copet jalanan. Apalagi kini di Indonesia mereka makin mudah masuk karena ada kebijakan bebas visa.  Direktorat Reskrimum Polda Metro Jaya belum lama ini menangkap 31 warga negara China dan Taiwan di perumahan elite Green Garden dan Apartemen Taman Anggrek, Jakarta Barat. Para WNA tersebut diduga melakukan praktik cyber crime dengan memeras para pejabat di China dan Taiwan.

Kejadian tersebut bukan baru kali ini terjadi, sudah sering terdengar polisi mengungkap jaringan cyber crime di Indonesia. Pelakunya pun hampir sama, yakni WN China dan Taiwan. Lalu, mengapa Indonesia menjadi lokasi pilihan para penjahat cyber itu beroperasi? “Memang akhir-akhir ini kasusnya meningkat ya, bisa juga karena adanya kemudahan masuk ke Indonesia. China dan Taiwan kan termasuk negara yang dibebaskan untuk visa kunjungan, jadi mereka menyalahgunakan visa itu,” kata Kepala Bagian Humas dan Umum Ditjen Imigrasi, Heru Santoso Ananta Yudha, Jumat (5/8).

Imbas dari pembebasan visa memang akhirnya pihak imigrasi harus bekerja ekstra keras untuk mengawasi para WNA yang datang ke Indonesia. Apalagi, pasca pemberlakuan bebas visa, lebih dari 5 juta WNA datang ke Indonesia. Sayangnya, sebagian WNA menyalahgunakan fasilitas bebas visa itu untuk melakukan tindak kejahatan di Indonesia. Kejahatan itu seperti candu. Ia menyebar dengan cepat apalagi bila mendatangkan keuntungan finansial. Ternyata tak selamanya kedatangan tamu menambah devisa negera. Bisa juga malah mengurasnya. Maka ini tantangan untuk semua. Pihak imigrasi, keamanan,  perbankan dan tentunya juga bagi kita nasabah. Copet tetap copet meskipun berlagak parlente.***

HELFIZON ASSYAFEI - (Wakil Pemimpin Redaksi Harian Riau Pos)
KOMENTAR
Terbaru
Sabtu, 22 September 2018 - 15:49 wib

Menteri Keuangan Imbau Perusahaan Gunakan Rupiah

Sabtu, 22 September 2018 - 14:47 wib

Stroberi Berjarum Repotkan Australia

Sabtu, 22 September 2018 - 12:46 wib

Waspadai Akun Robot Jelang Pemilu

Sabtu, 22 September 2018 - 12:43 wib

Riau Pos Terima Dua Penghargaan dari Bawaslu

Sabtu, 22 September 2018 - 09:53 wib

Festival Zhong Qiu Berpusat di Jalan Karet

Jumat, 21 September 2018 - 23:41 wib

Event Tour de Siak Tahun 2018 Resmi Ditutup Bupati Siak

Jumat, 21 September 2018 - 19:00 wib

Dua Kali Runner up, SMA Darma Yudha Targetkan Champion

Jumat, 21 September 2018 - 18:30 wib

Tak Mudah Raih Maturitas SPIP

Follow Us