GEMA SETARA (REDAKTUR PELAKSANA)

Ayo ke Riau

12 Juni 2016 - 10.35 WIB > Dibaca 5990 kali | Komentar
 
Ayo ke Riau
Molek alam dan adat budaya yang ada di Riau patut diketahui banyak orang. Selama ini, orang memang mengenal Riau karena potensi minyak dan gasnya, padahal keindahan alam yang dimiliki daerah ini tidak kalah eloknya dengan alam di provinsi tetangga.

Tidak hanya alam, iven-iven wisata yang ada di daerah ini juga cukup unik dan langka, karenanya tidaklah mengherankan jika iven-iven wisata itu cukup mendatangkan wisatawan dalam jumlah yang cukup besar, baik dari dalam negeri maupun dari manca negara.

Potensi pariwisata di Riau selama ini memang tidak dikemas secara baik. Riau seolah-olah terbuai dengan kekayaan alamnya terutama dengan kekayaan Migasnya. Sektor pariwisata dilupakan, padahal jika sektor ini digerakkan dia akan membawa efek domino yang cukup besar bagi masyarakat,  terutama ekonomi kerakyatan.

Seorang wisatawan datang ke suatu daerah pasti perlu makan dan minum dan sebagainya. Konsumsi para wisatawan inilah yang bisa disediakan dan disiapkan oleh masyarakat dengan membuka rumah makan atau gerai-gerai makanan khas suatu daerah. Itu baru dari sisi konsumsi saja, belum lagi untuk oleh-oleh mereka dan sebagainya. Semuanya bisa disediakan oleh masyarakat tempatan.

Riau jangan terlena lagi, sekaranglah waktunya untuk menggerakkan dan menggairahkan sektor wisata di daerah ini. Potensi migas yang ada tidak selamanya tersedia dan suatu saat akan habis, belum lagi harga jual minyak di pasar dunia yang anjlok sedikit banyak akan mendatangkan efek negatif bagi negeri ini.

Potensi wisata alam yang ada di Riau jika diterokai dengan seksama tidaklah kalah dengan potensi alam yang ada di provinsi tetangga. Apa yang tidak ada di Riau, semuanya ada. Mau melihat potensi hutan yang masih perawan ada, mau melihat satwa-satwa yang hampir punah tersedia, mau melihat air terjun ada, mau wisata bahari juga ada. Semuanya tersedia tinggal kita mau tidak menjelajahnya.

Terus mengapa wisata Riau seolah-olah jalan di tempat? Itulah yang harus dicarikan akar persoalannya. Jangan sampai terdengar lagi di telinga kita di Riau tidak ada tempat wisata yang menarik, orang-orang Riau harusnya bangga beriwata di kampung halamannya sendiri, orang Bengkalis tak salah kiranya datang dan berwisata ke Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, Kampar, Kuantan Singingi, Rokan Hilir dan kabupaten/kota lainnya. Begitu juga sebaliknya.

Begitu juga dengan Pegawai Negeri Sipil (PNS), anak-anak sekolah, mahasiswa dan sebagainya tetaplah bangga menceritakan tentang pariwisata di Riau, jangan malu bercerita tentang elok dan rupawannya Riau. Kalau kita selalu bercerita tentang elok dan menawannya Riau pastilah orang akan tergoda untuk datang berkunjung melihat Riau. Dan bukan sebaliknya bercerita bahwa di Riau minim objek wisata, kalaupun ada hanya itu-itu saja.

Memang pengembangan objek wisata di Riau sedikit terlambat, tetapi jangan kata terlambat ini dijadikan pedoman untuk tidak bertindak dan berbuat. Lebih baik kita terlambat daripada tidak sama sekali.

Lihatlah negara tetangga, mereka berlomba-lomba mengembangkan objek wisatanya dan ternyata hasilnya cukup mereka rasakan sampai saat ini.

Ayo ke Riau. Kamu pasti akan menikmati kemolekan alam semulajadinya, keramah-tamahan rakyatnya dan keunikan ragam tradisi yang ada yang tidak ada di provinsi dan negara manapun.***

KOMENTAR
Terbaru
Kamis, 16 Agustus 2018 - 10:00 wib

Polisi Tangkap Pelaku Curanmor di Hotel

Kamis, 16 Agustus 2018 - 09:38 wib

SBT Promo Merdeka

Kamis, 16 Agustus 2018 - 09:34 wib

Daging Beku Impor Paling Laris

Kamis, 16 Agustus 2018 - 09:33 wib

Wonderful Harmony of Riau Berlangsung di 10 Mal

Kamis, 16 Agustus 2018 - 09:23 wib

Maling yang Tertangkap di Plafon Rumah Sudah Dua Kali Beraksi

Kamis, 16 Agustus 2018 - 01:07 wib

Kalah dari Palestina Tak Menutup Peluang Indonesia, Asal...

Kamis, 16 Agustus 2018 - 00:52 wib

Vinicius Akan Jadi Bintang Madrid

Kamis, 16 Agustus 2018 - 00:50 wib

Agar Siswa Paham Dunia Literasi dan Musikalisasi Puisi

Follow Us