Gema Setara

Dan Membacalah

1 Mai 2016 - 11.45 WIB > Dibaca 5849 kali | Komentar
 
Dan Membacalah

Islam sudah lama mengatakan membaca itu sangat penting. Hari ini ketika orang-orang tidak dapat membaca dia akan tertinggal dari segala yang diperlukan. Tapi salahkah mereka yang tidak bisa membaca itu? Keadaan kadang membuat mereka terpaksa dan harus tidak tahu membaca.

Dalam kamus bahasa Indonesia, membaca dapat diartikan  melihat serta memahami isi dari apa yang tertulis dengan melisankan atau hanya dalam hati. Seorang bijak bestari menyatakan membaca adalah jendelanya dunia. Adalah suatu kebohongan belaka bila seorang manusia yang ingin mendapatkan ilmu namun ia tak ingin dan tak dapat membaca.

Ilmu akan didapat bila kita mengindahkan suatu perlakuan tentang membaca. Untuk benar-benar memahami urgensi dari membaca,  tengok firman Allah SWT tentang membaca dalam QS Al-Alaq ayat 1 yang berbunyi Iqra,  bacalah.

Ayat tersebut merupakan ayat perintah yang di firmankan Allah SWT kepada manusia untuk membaca. Allah tidak akan memerintahkan kepada hambaNya tentang sesuatu melainkan sesuatu itu akan membawa manfaat untuk hambaNya. Membaca adalah perintah Allah SWT, ini berarti membaca merupakan suatu hal yang akan membawa manfaat untuk manusia.

Dalam beberapa literatur menyebutkan ada beberapa faedah membaca. Membaca menghilangkan kecemasan dan kegundahan, ketika sibuk membaca, sesorang terhalang masuk dalam kebodohan, kebiasaan membaca membuat orang terlalu sibuk untuk bisa berhubungan dengan orang-orang malas dan tidak mau bekerja.

Dengan sering membaca, seseorang bisa mengembangkan keluwesan dan kefasihan dalam bertutur kata, membaca membatu mengembangkan pemikiran dan menjernihkan cara berpikir, membaca meningkatkan pengetahuan seseorang dan meningkatkan memori dan pemahaman, dengan sering membaca, seseorang dapat mengambil manfaat dari pengalama orang lain, seperti mencontoh kearifan orang bijaksanan dan kecerdasan para sarjana.

Dengan sering membaca, seseorang dapat mengembangkan kemampuannya baik untuk mendapat dan merespon ilmu pengetahuan maupun untuk mempelajari disiplin ilmu dan aplikasi didalam hidup, keyakinan seseorangakan bertambah ketika dia membaca buku-buku yang bermanfaat, terutama buku-buku  yang ditulis oleh penulis-penulis muslim yang saleh dan sebagainya.

Balik ke Riau, ternyata di daerah ini masih memiliki jumlah masyarakat yang buta aksara. Jumlahnya mencapai 50 ribu jiwa lebih. Ini sangat memprihatinkan. Bagaimana tidak, di tengah giat-giatnya pemerintah daerah maupun pemerintah pusat menekankan pentingnya pendidikan, namun ternyata masih ada rakyat yang  tidak  bisa membaca.

Siapa yang harus disalahkan dalam hal ini. Abaikah pemerintah di negeri ini sehingga ada masyarakat yang tidak bisa membaca. Atau salahkah masyarakat karena tidak mau belajar membaca sejak kecil. Janganlah kita mencari kesalahan saat ini, sebaliknya mari kita mencari solusi agar jumlah masyarakat yang buta aksara itu tidak semakin banyak.

Bertindaklah cepat dengan mengambil langkah-langkah bijak. Ingatlah ilmu bermanfaat dan baik yang diajarkan kepada seseorang dia akan berkembang ke orang lain dan pahala yang didapatpun tidak akan pernah berhenti mengalir kepada orang yang mengajar tadi. Tentu kita mau mendapatkan pahala itu? Pasti.****

Gema Setara, (Redaktur Pelaksana Harian Riau Pos)
KOMENTAR
Terbaru
Rabu, 15 Agustus 2018 - 18:30 wib

KBST Protes Isi Buku Pelajaran Budaya Melayu Riau

Rabu, 15 Agustus 2018 - 18:00 wib

Terlibat Perampokan, Seorang Petani Ditangkap

Rabu, 15 Agustus 2018 - 17:30 wib

Bupati Apresiasi Torehan Prestasi Gudep Kampung Dalam

Rabu, 15 Agustus 2018 - 17:00 wib

59 Pejabat Administrator Dilantik

Rabu, 15 Agustus 2018 - 16:42 wib

Securitech Wrapping, Produk Anak Negeri yang Menjelajah Dunia

Rabu, 15 Agustus 2018 - 16:30 wib

Bupati Apresiasi Peserta Perkemahan

Rabu, 15 Agustus 2018 - 16:30 wib

MMKSI Lampaui Target Penjualan di GIIAS 2018

Rabu, 15 Agustus 2018 - 16:00 wib

September, 2.500 Ha Jagung Ditanam

Follow Us