OLEH MUHAMMAD AMIN

Dinamika Bank Syariah

13 Maret 2016 - 00.45 WIB > Dibaca 3116 kali | Komentar
 
Dinamika Bank Syariah
Di awal perkembangannya, banyak yang mencibir tentang perbankan syariah. Agama, khususnya Islam dianggap tak akan sukses jika turut mengatur hal-hal yang berkaitan dengan keduniaan. Perekonomian yang notabene adalah urusan agama, seharusnya tidaklah terlalu banyak dan terlalu dalam diurus oleh agama. Pemikiran sekuler ini cukup meluas beredar di kalangan masyarakat karena keawaman yang juga meluas di kalangan masyarakat.

Padahal, sejatinya Islam mengatur semua aspek kehidupan, tak hanya yang berkaitan dengan ibadah (hubungan antara hamba dan khaliq) tetapi juga muamalat (hubungan antara sesama manusia). Salah satu yang berkaitan dengan muamalat ini adalah sistem perekonomian Islam. Perbankan Islam bahkan juga menjadi sebuah keniscayaan dengan adanya beberapa perangkat dasar dalam sistem perekonomian Islam yang disarikan dari Alquran dan hadis.

Setelah melalui perjuangan panjang dan memberikan keyakinan kepada pemerintah tentang manfaat perbankan Islam, akhirnya di awal tahun 1990-an mulai tumbuh perbankan syariah. Pemrakarsa pendirian bank syariah di Indonesia dilakukan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada tanggal 18–20 Agustus 1990. Dalam perkembangan berikutnya, perkembangan bank syariah taklah berjalan mulus.

Momentum yang paling luar biasa dan membuka mata ekonom tentang perbankan syariah adalah ketika terjadi krisis ekonomi 1998. Saat krisis itu, banyak usaha konglomerasi dan perbankan konvensional yang gulung tikar. Usaha dengan omset besar dan sistem berbunga ini tak tahan terterpa krisis global. Justru yang mampu bertahan di tengah krisis itu adalah usaha kecil dan menengah (UKM) dan perbankan syariah. Perbankan syariah mampu bertahan karena bergerak bukan dengan sistem rente/riba. Ini berbeda dengan sistem riba, yang tiba-tiba saja membebankan perbankan konvensional dengan dahsyat dan membuatnya kolaps bahkan ambruk.

Bank syariah merupakan bank yang beroperasi sesuai dengan prinsip-prinsip syariah Islam. Perbankan syariah, dalam operasinya mengikuti ketentuan-ketentuan syariah Islam, khususnya yang menyangkut tata cara bermuamalah secara Islam. Falsafah dasar beroperasinya bank syariah yang menjiwai seluruh hubungan transaksinya adalah efesiensi, keadilan, dan kebersamaan. Efisiensi mengacu pada prinsip saling membantu secara sinergis untuk memperoleh keuntungan sebesar mungkin. Keadilan mengacu pada hubungan yang tidak dicurangi, ikhlas, dengan persetujuan yang matang atas proporsi masukan dan keluarannya. Kebersamaan mengacu pada prinsip saling menawarkan bantuan dan nasihat untuk saling meningkatkan produktivitas.

Pada dasarnya, kegiatan bank syariah dalam hal penentuan harga produknya sangat berbeda dengan bank konvensional. Penentuan harga bagi bank syariah didasarkan pada kesepakatan antara bank dengan nasabah penyimpan dana sesuai dengan jenis simpanan dan jangka waktunya, yang akan menentukan besar kecilnya porsi bagi hasil yang akan diterima penyimpan.

Beberapa prinsip pada perbankan syariah antara lain. Pembiayaan berdasarkan prinsip bagi hasil (mudharabah). Pembiayaan berdasarkan prinsip penyertaan modal (musharakah). Prinsip jual beli barang dengan memperoleh keuntungan (murabahah). Pembiayaan barang modal berdasarkan sewa murni tanpa pilihan (ijarah). Pilihan pemindahan kepemilikan atas barang yang disewa dari pihak bank oleh pihak lain (ijarah wa iqtina).

Saat ini, bank syariah ternyata tidak hanya digunakan masyarakat muslim, akan tetapi juga masyarakat nonmuslim. Saat ini bank syariah sudah tersebar di berbagai negara-negara muslim dan nonmuslim, baik di Benua Amerika, Australia, dan Eropa. Bahkan banyak perusahaan dunia yang telah membuka cabang berdasarkan prinsip syariah.

Perkembangan perbankan syariah di Indonesia secara garis besar dapat dibedakan menjadi tiga tahap, yakni tahap pengenalan (introduction phase), tahap pengakuan (recognition phase), dan tahap pengakuan (purification phase). Ketiga tahap dimaksud masing-masing didukung dengan regulasi yang secara gradual semakin memperkuat eksistensi dan operasional industri perbankan syariah.

Buku ini sangat penting dimiliki mahasiswa yang sedang menempuh perkuliahan pada jenjang S1, S2, S3 jurusan hukum, ekonomi, dan syariah, akademisi dan praktisi, serta masyarakat pemerhati ekonomi syariah pada umumnya. Buku ini membahas berbagai aspek hukum perbankan syariah meliputi sejarah, kelembagaan, kegiatan usaha syariah, penyelesaian sengketa, lembaga trendsetter perbankan syariah di level nasional dan internasional, serta beberapa perkembangan aktual pascaberalihnya fungsi pengaturan dan pengawasan dari Bank Indonesia kepada OJK.***

KOMENTAR
Terbaru
Jumat, 14 Desember 2018 - 17:00 wib

Ashanty Bangga dengan Aurel

Jumat, 14 Desember 2018 - 16:30 wib

Maia Estianty Hamil Anak Irwan Mussry?

Jumat, 14 Desember 2018 - 16:00 wib

Diduga Overdosis, Mahasiswi Ditemukan Tewas

Jumat, 14 Desember 2018 - 15:53 wib

Rapat Kerja dan Terima Gelar Adat

Jumat, 14 Desember 2018 - 15:35 wib

Bawaslu Akan Menindak APK Melanggar Peraturan

Jumat, 14 Desember 2018 - 15:30 wib

Lakukan Medical Check u p Pranikah

Jumat, 14 Desember 2018 - 15:01 wib

Jalur Padang-Solok masih Macet

Jumat, 14 Desember 2018 - 15:00 wib

6 Kilogram Sabu untuk Tahun Baru Gagal Beredar

Follow Us