Kepala Sekolah Cabul, Guru Biologi yang tak Tahan Nafsu Biologis
17 April 2013 - 16:09 WIB > Dibaca 409 kali Print | Komentar
Kepala Sekolah Cabul, Guru Biologi yang tak Tahan Nafsu Biologis
Herizon, Kepala Sekolah SMPN 28 Batam
Drs. Herizon bukan orang baru di Dinas Pendidikan Kota Batam. Mengawali kariernya pada tahun 1997, pria kelahiran Padang Panjang, 18 Agustus 1967 itu tercatat sebagai guru pelajaran biologi di SMP. Hingga tahun 1998, Herizal masih berstatus calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Cukup lama menjabat sebagai tenaga pendidik, hingga tahun 2009, Herizon kemudian terpilih sebagai peserta sertifikasi dengan mata pelajaran di Ampu atau diajarkan yaitu Biologi dan statusnya pun berganti menjadi Kepala Seko lah SMP 34 Batam.

Pergeseran pun terjadi, berdasarkan nomor KPTS.04/BKD-PK/I/2012 yang dikeluarkan oleh Walikota Batam pada 2 Januari 2012, Herizon resmi menjabat Kepala Sekolah SMP 28 Batam. Sayang, di sini, guru biologi ini gagal menjaga nafsu biologisnya. Dia didakwa telah mencabuli 15 pelajar siswi, 14 di antaranya sudah melapor.

 Wakil Walikota (Wawako) Batam, Rudi SE, langsung mencopot jabatannya sebagai kepala sekolah. Mulai kemarin (Selasa) kepala sekolah SMP 28 sudah ditukar, ujar Rudi, Senin (15/4) sore di lobby Mapolresta Barelang. Rudi datang ke Mapolres bersama Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Muslim Bidin beserta beberapa staf pendidikan sore itu. Rombongan langsung masuk ke dalam ruangan penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan anak (PPA) Satuan Reserse dan Kriminal.

Sebelum kedatangan Rudi dan rombongannya, polisi sudah memeriksa 14 siswi yang diduga sebagai korban pencabulan. Tak lama melihat proses penyelidikan dan Rudi juga sempat menanyakan beberapa pertanyaan ke sejumlah korban. Saat ini kan masih dalam proses penyelidikan, jika terbukti dia (Herizon) melakukannya, maka harus menjalani hukuman yang ada, tegas Rudi.

U, orangtua dari salah seorang siswi yang jadi korban, mengaku shock karena anaknya menjadi salah satu korban. Saat dia (Herizon) akan melakukan pencabulan, dia sempat mengancam akan memberikan nilai jelek dan mengeluarkan anak saya dari sekolah, ungkap U yang juga datang ke Mapolres mendampingi anaknya. U sendiri mengaku, anaknya tidak pernah bercerita apa-apa tentang pencabulan yang dialaminya. Baru setelah si kepsek dilaporkan ke polisi, anaknya berani berterus terang.

U mengatakan, anaknya dicabuli sekitar bulan Desember 2012 lalu. Saat itu anaknya dibawa menuju daerah Nongsa dengan memakai mobil. Di tengah jalan mobil berhenti. Saat berhenti itulah dia melakukan pencabulan, saat itu tak berlangsung lama lantaran ada pengendara yang lewat, bebernya.

 Bentuk pencabulan yang diterima anaknya, kata U, si kepsek meraba-raba bagian vital tubuh anaknya, serta menciumi. Anaknya juga sempat berontak agar pelaku tidak melanjuti perbuatan bejatnya. Untung saja ada yang lewat saat itu, dan kejadian pencabulan terhadap anak saya satu kali itu saja. Kejadiannya sepulang anak saya sekolah, akunya.(cnk/leo/pmb/rpg)





Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
Pemerintah Yakin Ford Tetap Kembali ke Indonesia
Senin, 08 Februari 2016 - 01:20 wib
Catat Nih... Vonis Koruptor Makin Lama Makin Ringan
Senin, 08 Februari 2016 - 00:59 wib
Polisi Vs Jessica, Rekonstruksi Siapa yang Benar?
Senin, 08 Februari 2016 - 00:48 wib
Atasi Fekonsos UIN 1-0, Unilak Raih Poin Penuh
Senin, 08 Februari 2016 - 00:26 wib
Tjong A Fie, Imigran Cina yang Sukses dan Berpengaruh
Senin, 08 Februari 2016 - 00:18 wib
Jumlah Polisi yang Bunuh Diri Makin Banyak
Senin, 08 Februari 2016 - 00:09 wib
3 SD MoU dengan Proklim RT 04 Tangkerang Labuai
Senin, 08 Februari 2016 - 00:02 wib
Allenatore si Nyonya Tua Emoh ke Chelsea
Senin, 07 Februari 2016 - 22:38 wib
TNI AL Tangkap Kapal Penyelundup Barang Ilegal
Senin, 07 Februari 2016 - 21:46 wib
Rekonstruksi Kematian Mirna Butuh Waktu Sembilan Jam
Senin, 07 Februari 2016 - 21:42 wib
Ada Adegan Berpelukan antara Jessica dengan Mirna
Senin, 07 Februari 2016 - 19:58 wib
Polisi Tembak Kepalanya Pakai Alas Bantal dan Selimut
Senin, 07 Februari 2016 - 19:36 wib
Cari Berita
Pendidikan Terbaru
Komitmen Adiwiyata Ditingkatkan

Minggu, 07 Februari 2016 - 09:50 WIB

Asistensi dalam Rangka Penguatan Pembangunan Berwawasan Antinarkoba di SMAN 4 Pekanbaru
UIR Salurkan Beasiswa Dosen

Senin, 01 Februari 2016 - 10:27 WIB

48 Guru Tak Lulus Sertifikasi

Sabtu, 30 Januari 2016 - 10:49 WIB

5.000 Siswa Disiapkan Hadapi MEA

Jumat, 29 Januari 2016 - 10:03 WIB

sumatranet
Ranggi Riau Pos
Follow Us