Syofina Dahliar

Hukuman Mati bagi Pembuat dan Pengedar Narkoba

28 Januari 2014 - 08.58 WIB > Dibaca 4886 kali | Komentar
 

Sudah saatnya hukum di negeri ini tidak boleh lagi memberikan hukuman ringan kepada para pelaku pengedar dan pembuat narkoba.

Kita sudah muak, marah dan kesal pada beberapa kasus yang mengadili pelaku kejahatan narkoba.

Memang ada beberapa dari mereka yang telah dihukum mati, tetapi di beberapa kasus, pelaku kejahatan narkoba hanya mendapatkan hukuman berkisar 3-5 tahun.

Kita sering bertanya-tanya, mengapa terjadi semacam tebang pilih untuk kasus kejahatan yang membahayakan kelangsungan kehidupan bangsa ini?

Kita berharap sekali mereka yang berkompeten di bidang hukum harus berani dan memiliki niat serta hati nurani yang tinggi untuk menghukum seberat-beratnya pelaku kejahatan narkoba walaupun disinyalir mereka di-back up oknum tertentu.

Seperti kasus beberapa hari belakangan, penggebrekan oleh petugas kepolisian di sebuah rumah salah satu komplek perumahan di Kota Betuah ini yang dijadikan sebagai home industry (industri rumah tangga) narkoba.

Tidak tanggung-tanggung, dari bisnis haram ini, pelaku dapat meraup omzet miliaran rupiah per bulan.

Kita sangat mengharapkan media massa terus memantau kasus ini agar menjadi perhatian masyarakat sampai proses pengadilan karena jika luput dari perhatian dikuatirkan mafia narkoba yang sedang menjalani proses pengadilan akan dapat bermain dengan “mafia pengadilan” sehingga mendapatkan hukuman yang sangat ringan, padahal kejahatan yang mereka lakukan kasat mata seperti memiliki rumah peracikan narkoba dan mengedarkan barang haram tersebut yang seharusnya mendapat hukuman yang berat agar jera, karena dampak dari kejahatan mereka sangatlah berbahaya dan secara tidak langsung telah membunuh pelan-pelan masa depan para remaja yang sebagian besar menjadi korban sehingga menjadi “lost generation”.

Bila perlu saat proses maraton di pengadilan mereka seharusnya tetap berada di dalam sel tahanan kejaksaan.

Penegakan hukum yang tegas sudah sangat mendesak dilakukan di negara ini termasuk di Kota Bertuah sehingga menimbulkan efek jera bagi para penjahat narkoba serta kasus-kasus yang sama tidak terjadi lagi.

Sangat memilukan realita yang kita hadapi belakangan ini para remaja yang hancur masa depannya karena ketergantungan kepada barang haram ini.

Semoga Provinsi Riau khususnya Kota Pekanbaru nantinya akan bebas narkoba sehingga Kota Bertuah ini suatu saat akan terkenal sebagai kota yang bersih, aman, tentram karena memiliki generasi muda yang beriman, berakhlak, kreatif dan mandiri.***

Syofina Dahliar, warga Pekanbaru.
KOMENTAR
Terbaru
Ashanty  Bangga  dengan Aurel

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:00 WIB

Maia Estianty  Hamil Anak  Irwan Mussry?

Jumat, 14 Desember 2018 - 16:30 WIB

Diduga Overdosis,  Mahasiswi Ditemukan Tewas

Jumat, 14 Desember 2018 - 16:00 WIB

Rapat Kerja dan Terima Gelar Adat

Jumat, 14 Desember 2018 - 15:53 WIB

Bawaslu Akan Menindak APK Melanggar Peraturan

Jumat, 14 Desember 2018 - 15:35 WIB

Follow Us