Sinyal Bahaya HIV/AIDS di Riau

2 Desember 2013 - 09.27 WIB > Dibaca 48791 kali | Komentar
 

Sinyal bahaya untuk kita di Riau, melihat peningkatan jumlah penderita HIV dan AIDS. Ketika bulan Februari 2013 lalu angka yang dirilis baru mencapai 1.821 penderita, maka kemarin, bertepatan dengan peringatan Hari AIDS Sedunia, bilangan yang terbaca ternyata meningkat tajam, menjadi 2.117 penderita, terbanyak di Pekanbaru.

Berarti dalam 10 bulan saja bertambah hampir 300 penderita baru. Rerata, sehari bertambah satu penderita!

Ini fakta yang membahayakan, sebab sangat mungkin itu bukanlah angka yang sebenarnya, tapi yang tersembul di permukaan. Mirip fenomena gunung es. Angka sebenarnya sangat boleh jadi jauh lebih besar.

Memang tidak gampang membangkitkan kembali kepedulian terhadap penyakit atau tepatnya sindroma kehilangan kekebalan tubuh ini. Faktanya, sejak diakui 5 Juni 1981, lebih 32 tahun lalu, persebarannya nyaris tak terbendung.

Dua dokter Prancis penemunya, Luc Montaigner dan Barre-Sinoussi, sudah mendapat Nobel, sementara para dokter lain belum menemukan obatnya. Karenanya, setakat ini yang dapat dilakukan adalah mencegahnya.

Mungkin sejauh ini kita sukses mengampanyekan agar tak ada diskriminasi bagi orang-orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Juga dengan memperjuangkan hak-hak kaum HIV/AIDS, bahkan adanya hari khusus setiap tanggal 1 Desember. Itu baik demi kemanusiaan, tapi jelas belum cukup. Lebih dari itu, kita harus lebih gencar mencegah persebarannya.

Salah satu perilaku yang berisiko tinggi tertular adalah mereka yang gemar mengumbar pelampiasan syahwat di mana-mana. Terutama kepada para penjaja seks. Menjadi petaka kalau kemudian membawanya ke keluarga di rumah.

Juga yang tak kalah hebat dalam menyebarkan HIV/AIDS adalah dunia narkoba. Pecandu narkoba, apalagi yang serampangan menggunakan jarum suntik, termasuk berisiko tinggi tertular virus maut ini. Sayangnya, fakta yang ada justru memperlihatkan penyalahgunaan narkoba makin menjadi-jadi.

Karenanya, tak ada jalan lain, marilah masing-masing kita kembali ke nilai-nilai keluarga, memperkuatnya dengan pemantapan nilai agama dan moral.

Betapapun klisenya, seruan ini tetap menjadi solusi terbaik, termasuk terhadap upaya menghadang persebaran HIV/AIDS yang begitu mencemaskan.***
KOMENTAR
Terbaru
Bupati Lepas Kafilah  ke MTQ Provinsi Riau

Selasa, 11 Desember 2018 - 16:00 WIB

Polres Musnahkan  Barang Bukti Sabu

Selasa, 11 Desember 2018 - 15:30 WIB

Sandiaga Uno Dapat Sumbangan Dana Kampanye

Selasa, 11 Desember 2018 - 15:17 WIB

MUI Berperan Satukan Umat

Selasa, 11 Desember 2018 - 15:00 WIB

Aras Mulyadi Kembali Pimpin Unri

Selasa, 11 Desember 2018 - 14:49 WIB

Follow Us