TARGET 200 PERUSAHAAN AMBIL BAGIAN

Bapenda Pekanbaru Gagas Property Expo

Advertorial | Senin, 11 November 2019 - 10:40 WIB

Bapenda Pekanbaru Gagas Property Expo
FOTO BERSAMA: Kepala Bapenda Kota Pekanbaru H Zulhelmi Arifin SSTP MSi foto bersama perwakilan berbagai asosiasi perumahan dan instansi terkait usai rapat menggagas Property Exp(Bapenda Kota Pekanbaru for Riau Pos)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO)  -- Jelang tutup tahun 2019, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru kembali memunculkan inovasi untuk memaksimalkan capaian pajak daerah. Dengan merangkul berbagai asosiasi, digagas Property Expo (pameran perumahan) terbesar di Kota Pekanbaru. Ditargetkan hingga 200 perusahaan perumahan akan ambil bagian.

 

Property Expo direncanakan digelar pada 5 hingga 15 Desember nanti. Bapenda Pekanbaru sudah melakukan pembahasan awal untuk realisasi rencana ini pekan lalu. Hadir perwakilan asosiasi perumahan. Di antaranya Real Estate Indonesia (REI), Asosiasi Pengembang Rumah Sederhana Sehat Nasional (Apernas), Aliansi Pengembang Perumahan Nasional Jaya (Apernas Jaya), Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi). Juga hadir Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Asosiasi Perusahaan Penyelenggara Pameran dan Konvensi Indonesia (Asperapi), Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Asosiasi Notaris dan PPAT serta Badan Pertanahan Nasional (BPN).

"Kami bersama asosiasi perumahan, Kadin, notaris PPAT, BPN, APPBI, dan Asperapi sudah bertemu. Kami akan buat pameran properti akhir tahun ini," kata Kepala Bapenda Pekanbaru H Zulhelmi Arifin SSTP MSi kepada Riau Pos, Ahad (10/11).

Dia mengungkapkan, ide ini muncul melihat geliat sektor properti yang perlu diberi dorongan. Pihaknya sudah bicara dengan stakeholder dan mereka mendukung. "Kepanitiaan adalah Bapenda, pelaksanaannya diserahkan ke event organizer yang profesional," imbuhnya.

Para peserta pameran ini nantinya adalah anggota dari asosiasi perumahan. Peserta dan konsumen akan diberikan berbagai kemudahan. Seperti pajak reklame diberikan insentif. Untuk konsumen juga nanti diberikan harga-harga diskon dan kemudahan.

Ami (sapaan akrab Kepala Bapenda) menargetkan ekonomi Pekanbaru khususnya di bidang properti bergairah dengan kegiatan ini. Dari pembahasan awal yang dilakukan, perusahaan yang sudah menyatakan kesediaan adalah Mall Ciputra. Ketersediaan tempat nanti akan tergantung dari jumlah peserta.

Dalam transaksi, dia menyebut yang disasar adalah perumahan komersial. "Tidak hanya perumahan subsidi, sasaran kami perumahan komersial dan cluster-cluster juga. Kami berharap ini diinventarisir," tambahnya.

Pemko Pekanbaru dalam hal ini melalui Bapenda berharap event ini nantinya jadi kegiatan tahunan. Bapenda mengajak swasta untuk ambil bagian karena event ini akan berdampak pada kenaikan BPHTB.

"Karena target BPHTB kita murni transaksi. Kami juga akan duduk dengan perbankan. Yang jelas untuk rumah subsidi sekarang sedang di-stop. Rumah subsidi ini yang antre sudah 10 ribu. Kalau nanti 3.000 saja transaksi dampaknya signifikan terhadap pajak daerah," paparnya.

Inovasi dalam upaya menghimpun pajak daerah bukan kali ini saja dilakukan Bapenda Pekanbaru. Sebelumnya, melalui e-channel, Bapenda Pekanbaru bekerja sama dengan empat aplikasi e-commerce  terkemuka, memberikan kemudahan akses bagi warga Pekanbaru untuk membayar pajak daerah melalui genggaman telepon seluler saja.

E-channel di-launching Senin (28/10) pagi kemarin langsung oleh Wali Kota (Wako) Pekanbaru Dr H Firdaus ST MT di SKA Co Ex. Empat e-commerce yang mendukung program ini terealisasi adalah Traveloka, Bukalapak, dan Tokopedia, dan LinkAja. Di samping itu, program ini juga didukung Bank Riau Kepri. Bapenda juga memberikan apresiasi berupa hadiah umrah pada lima orang yang dinilai berandil besar dalam menghimpun pajak daerah. Khususnya PBB. Mereka adalah Elda Rapel dan Sunarto ASN di Bapenda Pekanbaru, Taranjaman Lurah Wonorejo, Riza Zamrina THL di Bapenda dan Nurhasminsyah Camat Payung Sekaki.

Dalam menghimpun pajak daerah, personel Bapenda tak hanya bekerja siang hari. Sosialisasi daftar tagih (SDT) juga dilakukan malam hari. SDT malam terakhir digelar di Jalan Arifin Achmad dan Jalan Paus. Sebelumnya kegiatan ini sudah digelar di Jalan HR Soebrantas dan Jalan Riau. Hingga Jumat (8/11) lalu, pendapatan asli daerah (PAD) Pekanbaru dari pajak daerah berjumlah total Rp524,9 miliar.

Dirincikan, saat ini pajak hotel berada di angka Rp33,3 miliar, restoran Rp100,7 miliar, pajak hiburan Rp18,7 miliar, pajak reklame Rp27,4 miliar, pajak penerangan jalan (PPJ) Rp89,3 miliar, pajak parkir Rp17,3 miliar, pajak air tanah Rp2,7 miliar, pajak sarang walet Rp128 juta, BPHTB Rp113 miliar, PBB Rp121,2 miliar. Angka Rp524,9 miliar pajak daerah yang dihimpun ini jauh meningkat dibandingkan capaian tahun 2018 lalu. Tahun lalu, sepanjang tahun pajak daerah yang dihimpun berada di angka Rp 503 miliar.

"Ini menunjukkan trend yang positif dibandingkan tahun lalu. Tahun lalu per Desember hanya mencapai Rp503 miliar," papar Ami.

Tercapainya kenaikan pendapatan dari pajak daerah yang menggembirakan ini sebut dia karena berbagai hal. Di antaranya, Pemko Pekanbaru sendiri sudah mencabut stimulus yang dalam empat tahun terakhir diberikan. Selain itu, penghapusan denda pajak bagi PBB juga memberikan dampak.

Penghapusan denda ini awalnya diberlakukan oleh Wako Firdaus bersempena dengan Hari Jadi Kota Pekanbaru ke 235 hingga 23 Juli. Kemudian, kebijakan diperpanjang sampai 31 Agustus dan diperpanjang lagi hingga 30 September yang merupakan waktu jatuh tempo pembayaran PBB tahun 2019. Kerja keras Bapenda Pekanbaru dalam menghimpun pajak daerah sendiri didukung penuh Wako Firdaus. Salah satunya di bidang PBB.(ali/adv)





Tuliskan Komentar anda dari account Facebook




PT. Riau Multimedia Corporindo
Graha Pena Riau, 3th floor
Jl. HR Soebrantas KM 10.5 Tampan
Pekanbaru - Riau
E-mail:riaupos.maya@gmail.com