Sudah Periksa 19 Saksi Karhutla di PT TI

Riau | Senin, 11 November 2019 - 10:30 WIB

Sudah Periksa 19 Saksi Karhutla di PT TI
Sunarto (Kabid Humas Polda Riau)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Penyidikan dugaan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di area PT Tesso Indah (TI), masih berlanjut. Kini, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau mengagendakan pemeriksaan saksi ahli lingkungan dan korporasi sebelum melakukan penetapan tersangka.

 

Kebakaran lahan terjadi di perusahan bergerak di bidang perkebunan sawit pada Blok T18, T19 & T20 terbakar seluas 31,81 hektare. Lahan ini berbatasan dengan Suaka Margasatwa Kerumutan. Lalu di Blok N14, N15 & N16, seluas 37,25 hektare di Desa Rantau Bakung, Kecamatan Rengat Barat, Inhu. Kebakaran ini berlangsung selama 10 hari sejak 19 Agustus 2019.

Atas peristwa itu, penyidik Ditreskrimsus Polda Riau melakukan penyelidikan dengan melibatkan sejumlah pihak. Di antaranya, ahli pengukuran dan pemetaan tematik dari Kantor Pertanahan Inhu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Inhu, ahli bidang perkebunan, ahli karhutla. Hasilnya ditemukan adanya unsur kelalaian perusahaan dalam menanggulangi karhutla. Sehingga, status penanganan perkara ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan dengan ditandai mengirimkan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) ke Kejati Riau tertanggal 18 Oktober 2019. Namun, belum ada penetapan tersangka.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Sunarto mengakui, pihaknya sudah memeriksa belasan saksi untuk dimintai keterangan dalam pengusutan kebakaran lahan di PT TI. Hal ini, dilakukan untuk merampungkan proses penyi­dikan.

"Sudah 19 saksi diperiksa, termasuk saksi ahli kebakaran dan saksi ahli kerusakan hutan. Sejauh ini, kami juga sudah berkoordinasi dengan JPU (Jaksa Penuntut Umum, red)," ungkap Sunarto kepada Riau Pos, Ahad (10/11).

Dikatakan Sunarto, pihaknya juga telah merencanakan pemeriksaan saksi ahli lingkungan serta ahli korporasi dalam waktu dekat. Peme­riksaan itu, untuk menentukan langkah dalam menetapkan tersangka atas kebakaran lahan di PT TI.

"Rencana dilaksanakan pemeriksaan saksi ahli lingkungan dan ahli korporasi. Setelah itu kami gelar perkara untuk penetapan tersangka," papar mantan Kabid Humas Polda Sulawesi Tenggara.

Untuk diketahui, kebakaran lahan PT TI ini terjadi pada 19 Agustus 2019 lalu. Api baru bisa dipadamkan pada 29 Agustus 2019. Atas kejadian ini, polisi pun melakukan serangkaian penyelidikan. Hasilnya, diduga ada unsur kesengajaan atau kelalaian dari perusahaan, sehingga terjadi kebakaran dalam lahan perizinan yang dimiliki.

PT TI diduga melakukan pembakaran dengan sengaja yakni perbuatan membiarkan kondisi lahan atau kebun tidak produktif sehingga lahan tersebut menjadi bahan bakar atau siap terbakar. Selain membiarkan lahannya tidak produktif, dengan ditumbuhi semak belukar, PT TI juga tidak siap dalam hal menghadapi terjadinya kebakaran.

Karena PT TI hanya memiliki 1 menara api dengan ketinggian 12 meter dalam luas lahan 2.443,3 hektare. Di mana semestinya 1 menara dalam 500 hektare, dengan ketinggian minimal 15 meter). Fakta lainnya, PT TI hanya memiliki 5 orang petugas damkar, namun belum memiliki perlengkapan perorangan yang memadai atau dalam artian masih jauh di bawah standar.

Semestinya PT TI memiliki 30 orang atau 2 regu berikut dengan kelengkapan perorangan yang sesuai ketentuan Permentan No.5/2018. PT TI juga tidak melaksanakan ketentuan Pasal 13 PP Nomor 4 Tahun 2001 tentang Pengendalian Kerusakan dan atau Pencemaran Lingkungan Hidup yang Berkaitan dengan Kebakaran Hutan dan atau Lahan yaitu wajib memiliki sarana dan prasarana yang memadai untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan atau lahan di lokasi usahanya.(rir)





Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

PT. Riau Multimedia Corporindo
Graha Pena Riau, 3th floor
Jl. HR Soebrantas KM 10.5 Tampan
Pekanbaru - Riau
E-mail:riaupos.maya@gmail.com