Bank Sampah dan Lubang Biopori Jadi Ladang Edukasi

Pekanbaru | Senin, 11 November 2019 - 10:21 WIB

Bank Sampah dan Lubang Biopori Jadi Ladang Edukasi
BUAT LUBANG BIOPORI: Rombongan PKK Tanjung Emas Sumbar belajar membuatan lubang biopori di RW 5 Kelurahan Tangkerang Labuai, Sabtu (9/11/2019). (PRAPTI DWI LESTARI/RIAU POS)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- KEBERADAAN Bank Sampah dan juga 300 lobang biopori di Kelurahan Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukit Raya mulai menjadikannya lokasi edukasi bagi masyaraka.

Tak hanya dari masyarakat sekitar, namun keberadaan sejumlah pusat kegiatan sosial tersebut telah mampu memancing keingintahuan anggota PKK Tanjung Emas Sumatera Barat datang ke sana pada, Sabtu (9/11).

Menurut Ketua LPM Tangkerang Labuai sekligus Kader Penggerak Kampung Berseri Astra Indah Madani, Mirshal mengatakan beberapa waktu yang lalu pihaknya bersama warga sekitar sengaja membuat sebanyak 300 lobang biopori, yang nantinya selain sebagai tempat resapan air juga sebagai wadah pembuat kompos. 

Meskipun beberapa lokasi pembuatan lobang biopori dilakukan di daerah yang tinggi, namun lobang biopori juga dapat menjadi lokasi alternatif penanganan sampah basah. Seperti tulang ikan, sayur, nasi basi hingga rerumputan kering yang nantinya terprementasi secara alami menjadi pupuk dan dapat membantu warga sekitar dalam bercocok tanam.

"Kita memberikan edukasi cara pembuatan lobang biopori yang hanya menggunakan alat-alat sederhana seperti bor tanah, pipa PVC, sampah serta air. Lubang ini memiliki diameter antara 10-30 cm, serta memiliki kedalaman kurang lebih 1 meter. Selain itu, lobang tersebut kemudian diisi dengan sampah organik yang memiliki fungsi sebagai makanan makhluk hidup yang ada di tanah, seperti cacing dan akar tumbuhan. Setelah 40 hari sampah yang ada di lobang tersebut telah sempurna menjadi kompos dan siap dipanen oleh warga," ucapnya.

Sementara itu, Lurah Tangkerang Labuai Joko Arif Santoso kepada Riau Pos mengatakan, Kunjungan dari Kecamatan Tanjung Emas Kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat tersebut, bertujuan untuk melakukan studi tiru terkait pengelolaan sampah yang ada di Bank Sampah Berlian Labuai, serta lobang biopori yang tengah digalakan oleh warga Tangkerang Labuai guna mengatasi permasalahan banjir di kawasan tersebut.

Lanjuta Joko, tak hanya kali ini saja Keluarahan Tangkerang Labuai mendapatkan kunjungan dari provinsi    tetangga. Namun, beberapa provinsi lainnya juga sering melakukan kunjungan, serta bertukar edukasi tentang pengelolaan sampah, serta kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

"Memang Kelurahan Tangkerang Labuai sering sekali mendapat kunjungan terkait pengelolaan sampah, terakhir dari Kabupaten Dharmasraya terdapat sekitar 250 orang ibu-ibu PKK, serta belum lama ini juga terdapat kunjungan dari Kerajaan Bhutan Thailand," ucapnya.

Pihaknya berharap, dengan seringnya Kelurahan Tangkerang Labuai mendapatkan kunjungan dari berbagai pihak, kedepannya Kelurahan Tangkerang Labuai dapat lebih banyak berbagi ilmu kepada siapapun yang ingin belajar dan berkunjung, dan semoga dapat diterapkan serta bisa mengurangi masalah persampahan di Indonesia.(ksm)

Laporan PRAPTI DWI LESTARI, Kota





Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU




PT. Riau Multimedia Corporindo
Graha Pena Riau, 3th floor
Jl. HR Soebrantas KM 10.5 Tampan
Pekanbaru - Riau
E-mail:riaupos.maya@gmail.com