Teguhkan Perjuangan Berantas Kemiskinan dan Kebodohan

Nasional | Senin, 11 November 2019 - 10:12 WIB

Teguhkan Perjuangan Berantas Kemiskinan dan Kebodohan
BERDOA: Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Ma’ruf Amin berdoa dan menabur bunga usai memimpin upacara ziarah nasional di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta, Ahad (10/11/2019). Foto kanan, Gubernur Riau H Syamsuar saat menabur bunga di Taman Makam Pahlawan Kusuma Dharma, Pekanbaru.(FEDRIK TARIGAN/JPG/HUMAS PEMPROV RIAU)

JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin upacara Hari Pahlawan di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata, Jakarta, Ahad (10/11). Pelaksanaannya berlangsung khidmat. Usai upacara, Jokowi dan Wapres Ma’ruf Amin melakukan tabur bunga dan berdoa di makam BJ Habibie hingga Ani Yudhoyono.

 

Sebelum meninggalkan TMPNU Kalibata, Jokowi sempat memberikan pernyataan kepada sejumlah wartawan. Dia menyampaikan bangsa besar adalah bangsa yang mau menghargai dan menghormati jasa-jasa pahlawannya. "Dan kita ingat bahwa para pahlawan telah berjuang, merebut, mempertahankan kemerdekaan kita," katanya.

Untuk itu Jokowi mengatakan bangsa Indonesia saat ini wajib mengisi kemerdekaan. Sebagai generasi penerus para pahlawan atau pejuang, harus terus mengisi kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan. "Terutama perjuangan dalam memberantas kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, kesenjangan, dan yang lain-lainnya. Saya rasa itu," jelas Jokowi.

Pada kesempatan itu Jokowi juga sempat ditanya soal enam jabatan wakil menteri yang belum ada orangnya. Dia menegaskan belum ada nama atau sosok keenam wakil menteri tersebut. Peraturan presidennya juga belum.

Sebelumnya kabar adanya tambahan enam wakil menteri itu disampaikan oleh Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Namun Moeldoko belum mengungkapkan nama maupun jabatan wakil menteri itu di kementerian mana saja. Saat ini posisi wakil menteri sudah ada 12 orang. Di antaranya adalah wakil menteri agama, wakil menteri BUMN yang berjumlah dua orang dan lainnya.

Di antara posisi wakil menteri yang menguat adalah wakil menteri pendidikan dan kebudayaan (Wamendikbud). Juru Bicara Kepresidenan Fajroel Rachman mengatakan saat ini jabatan wakil menteri yang sedang diproses adalah Wamendikbud dan wakil panglima TNI.

Fajroel menegaskan wakil menteri merupakan kewenangan presiden. Dia enggan mengomentari sosok Wamendikbud bakal diisi oleh perwakilan dari Muhammadiyah. Dia juga membantah penambahan jabawan wakil menteri itu untuk bagi-bagi jabatan.

Jadi Pahlawan Masa Kini
Peringatan Hari Pahlawan berlangsung khidmat di halaman Kantor Gubernur Riau, Jalan Jenderal Sudirman. Upacara rutin dilaksanakan setiap tahunnya dipimpin oleh Gubernur Riau, Syamsuar yang bertindak sebagai inspektur upacara.

Kegiatan dengan mengusung tema ‘Aku Pahlawan Masa Kini’ turut dihadiri Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, Danrem 031/Wira Bima Brigjen TNI Mohammad Fadjar, Ketua DPRD Riau H Indra Gunawan Eet. Lalu, Plt Sekdaprov Riau, Ahmad Syah Harrofie, pejabat esselon II serta pegawai di lingkungan Pemprov Riau dan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda)Riau

Gubernur Riau, Syamsuar menyatakan, masyarakat bisa menjadi pahlawan jika memiliki peran dalam menjaga dan memperkuat keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karena menurut dia, pahlawan masa kini tidak lagi menggangkat senjata melainkan menorehkan prestasi di segala bidang untuk kemajuan bangsa.

"Jangan sia-siakan pengorbanan jasa para pahlawan, mari kita isi dengan hal-hal yang positif. Jangan biarkan pihak-pihak tidak bertanggungjawab yang ingin mengadu domba dan mengacaukan persatuan bangsa kita," kata Syamsuar.

Momentum Introspeksi Diri
Sementara Komandan Lanud (Danlanud) Roesmin Nurjadin (RSN) Marsma TNI Ronny Irianto Moningka ST MM menyebut peringatan Hari Pahlawan dapat dijadikan sebagai momentum untuk introspeksi diri. Sehingga dapat memaknai nilai-nilai perjuangan yang telah dirintis para pahlawan kusuma bangsa. Ini diungkapkannya usai memimpin acara tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Kusuma Dharma Pekanbaru, Ahad (10/11) pagi.

"Nilai-nilai kepahlawanan mengandung makna sesuai dengan fitrahnya dalam diri setiap insan. Oleh karenanya, siapapun dapat menjadi pahlawan. Setiap warga negara Indonesia tanpa terkecuali, dapat berinisiatif mengabdikan diri dalam hal yang bermanfaat untuk kemaslahatan diri, lingkungan sekitar serta bagi bangsa dan negara," kata Ronny dalam rilis yang diterima Riau Pos.

Hadir dalam Upacara Ziarah Nasional, Gubernur Riau Drs H Syamsuar MSi, Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, Danrem 031/Wirabima Brigjen TNI M Fadjar, Kajati Riau Uuang Abdul Syakur, Ketua Pengadilan Tinggi Riau Bambang Myanto, Ketua DPRD Riau Indra Gunawan Eet, Kabinda diwakili Kabagops Sigit Haryono, serta Danlanal diwakili Letkol Laut Kaisar Farhan.

Danlanud menjelaskan, peringatan Hari Pahlawan menjadi momentum penting bagi bangsa Indonesia untuk introspeksi diri. Saat ini, bangsa Indonesia memerlukan sosok yang berdedikasi dan berprestasi pada bidangnya untuk memajukan negeri.(wan/jpg/rir/gus)

 





Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU




PT. Riau Multimedia Corporindo
Graha Pena Riau, 3th floor
Jl. HR Soebrantas KM 10.5 Tampan
Pekanbaru - Riau
E-mail:riaupos.maya@gmail.com