Ponakan Wagubri Terjebak Badai di Puncak Marapi

Sumatera | Senin, 21 Oktober 2019 - 11:04 WIB

BAGIKAN


BACA JUGA

KOTO BARU (RIAUPOS.CO) - Empat pendaki Gunung Marapi asal Riau yang salah satunya merupakan ponakan dari Wakil Gubernur (Wagub) Riau Edy Natar Nasution nyaris menjadi korban saat diterjang badai ketika berada di Puncak Marapi, Sabtu (19/10) sekira pukul 19.00 WIB. Beruntung, keempatnya dapat selamat dan kemudian berhasil dievakuasi oleh tim gabungan yang melakukan penyelamatan ke puncak.

Sore kemarin, keempatnya sudah berada di Posko Pendakian Gunung Marapi di Koto Baru, Kecamatan X Koto. Pihak keluarga pun telah bertemu dengan keempatnya dalam keadaan selamat. Rencananya, para pendaki yang masih tercatat sebaga mahasiswa tersebut akan pulang kembali ke Pekanbaru.

Keempatnya, masing-masing Satria Dwi Syahputra  (22) (ponakan Wakil Gubernur Riau), Rahmad Taufik (22), Fajri Setiawan (22) dan Adithya Bayu Nugraha (22), terjebak badai berupa angin kencang diiringi rintikan hujan saat berada di dekat Tugu Abel. Rahmad Taufik (22) salah seorang pendaki saat ditemui di Posko Koto Baru kemarin (20/10) sore menyebutkan, jika mereka bergerak dari Pekanbaru sejak Kamis (17/10) malam, dan sampai di Koto Baru pada Jumat (18/10) pagi.

Setelah beristirahat, mereka kemudian melanjutkan perjalanan pendakian dan sampai di Pasangrahan sore hari. “Di situ, kami bermalam dahulu, kemudian Sabtu pagi kami lanjutkan ke puncak. Sesampai di puncak sekira pukul 18.00 WIB, dan kami mendirikan tenda. Baru saja sekira lima belas menit tenda berdiri, langsung datang badai berupa angin kencang dan disertai hujan,” ujar Rahmad Taufik yang diamini tiga rekannya.

Sejak badai menerpa tenda mereka sebutnya, tidak berhenti hingga Ahad pagi kemarin.  “Karena kondisi tersebut kami panik dan akhirnya kami hubungi salah satu teman kami. Dia memberikan kontak Basarnas. Kami menghubungi tim Basarnas Padang untuk memberi tahu kondisi kami,” katanya. Karena diterpa badai, akhirnya mereka berempat kedinginan dan tidak dapat berbuat apa-apa selain mendekam di dalam tenda menahan dingin. Selain badai, kabut tebal juga mulai menyelimuti kawasan puncak hingga jarak pandang terganggu dan tidak lebih dari dua meter.  

“Melalui telepon kami diarahkan untuk tetap berada di dalam tenda, sementara kami dapat informasi, jika tim Basarnas tengah menjemput kami,” sebutnya.

Pada Ahad dinihari sekitar pukul 02.00 WIB, tim gabungan Basarnas, PMI, Pokdarwis Koto Baru, BKSDA, dan relawan menemukan keempatnya dalam keadaan kedinginan. Tim memberikan pertolongan kepada keempatnya, dan melakukan evakuasi untuk turun. Sementara itu, Khairunnas, Camat X Koto Tanahdatar menyebutkan, sebelum mendaki, seharusnya para pendaki mengetahui situasi cuaca sebelum melakukan pendakian dan memiliki kontak tim posko Marapi untuk memudahkan komunikasi.(st/rpg)





Tuliskan Komentar anda dari account Facebook