MPR Usul Pelantikan Presiden Pukul 14.00, Ini Alasannya

Nasional | Rabu, 09 Oktober 2019 - 20:15 WIB

MPR Usul Pelantikan Presiden Pukul 14.00, Ini Alasannya

JAKARTA (RIAUPOS.CO) --  Salah satu hasil rapat pimpinan MPR mengusulkan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin, menjadi pukul 14.00, Minggu 20 Oktober 2019.

Sebelumnya, Ketua MPR Bambang Soesatyo mewacanakan pelantikan digelar pukul 16.00 dengan berbagai pertimbangan.

Setelah dibahas di rapim, akhirnya disepakati usulan pelantikan pada pukul 14.00. "Kami sepakat mengusulkan pukul 14.00," kata Bambang usai Rapim MPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (9/10).

Bambang menjelaskan, dalam mengusulkan jadwal pelantikan itu juga harus mendengar masukan dari capres yang akan dilantik. Sekretariat Jenderal MPR, kata dia, sudah bekerja sejak dua pekan lalu untuk menyiapkan pelantikan presiden-wakil presiden.

Legislator Partai Golkar yang karib disapa Bamsoet itu menjelaskan, memang format awal pelantikan yang sudah diputuskan MPR adalah pukul 10.00, tetapi hal iti tidak menjadi masalah kalau dilakukan pada hari kerja.

Hanya saja, berhubungan pelantikan jatuh pada Minggu 20 Oktober atau hari libur, maka diupayakan tidak mengganggu jadwal masyarakat yang akan menjalankan ibadah, maupun olahraga di care free day.

"Ada wacana mundur jadi pukul 16.00. Kenapa? Untuk memberikan kesempatan beribadah bagi masyarakat kita yang beribadah pada hari Minggu," ungkapnya. "Kemudian, kami tidak ingin mengganggu kegiatan masyarakat yang ingin olahraga di car free day," lanjutnya.

Nah, ujar Bamsoet, dari situ muncul wacana pelantikan dilakukan pukul 16.00. Hanya saja, dalam diskusi di rapim MPR berkembang, kalau pukul 16.00, terlalu mepet dengan masuknya waktu Magrib.

"Akhirnya kami sepakat untuk mengusulkan nanti baik kepada kesetjenan, maupun protokol Istana, baik juga kepada presiden untuk dilakukan pukul 14.00," ungkapnya.

Pertimbangannya, lanjut Bamsoet menjelaskan, car free day berakhir pukul 11.00. Kemudian ibadah hari Minggu pagi kemungkinan selesai pukul sekitar pukul 12.00-13.00.

"Yang Muslim selesai salat Zuhur, dan selesai upacara (pelantikan) juga masih bisa salat Asar," jelasnya. "Demikian pertimbangan kami," tutup Bamsoet.

Rapat dipimpin langsung Ketua MPR Bambang Soesatyo, dan dihadiri semua Wakil Ketua MPR yakni Syarif Hasan, Fadel Muhammad, Jazilul Fawaid, Lestari Moerdiyat, Zulkifli Hasan, Hidayat Nur Wahid, Arsul Sani, Ahmad Muzani dan Ahmad Basarah. (boy/jpnn)
Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal





Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU