Pacu di Redang Inhu, Jalan Kanan Jadi "Neraka" bagi Jalur Unggulan

Kuantan Singingi | Senin, 07 Oktober 2019 - 10:25 WIB

Pacu di Redang Inhu, Jalan Kanan Jadi "Neraka" bagi Jalur Unggulan
Lombing Cabik (kiri, depan) berpacu dengan Tiga putri olak (kanan, belakang) putaran pertama hari final di redang, Inhu, Ahad (6/10/2019). (juprison/riauposg

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Meski arenanya bagus. Namun tidak demikian dengan kondisi track atau lintasan pacu di arena pacu Desa Redang, Rengat Barat, Inhu, karena dipengaruhi oleh posisi jalur.

Jalur yang mendapat jalan di sebelah kanan diprediksi kalah telak. Karena jalur yang berpacu di track kanan dihadapkan dengan kondisi air dangkal. Atau ibarat berpacu diatas pasiran. Sedang jalur sebelah kiri diuntungkan dengan kondisi air yang deras dan dalam.

Sejumlah jalur unggulan yang berpacu di arena yang baru saja tuntas menghelat pacu jalur atau sampan tradisional itu, Ahad (6/10) kemarin. Hari pertama, yang gugur di jalan kanan adalah Putri Bungsu Dubalang Hitam. Jalur ini kalah dari jalur non unggulan, Dua Putri Tiga Danau. Menangnya telak.

Lalu, di hari final, jalur unggulan yang berpacu di lintasan sebelah kanan bertumbangan. Ada jalur Tiga Putri Olak. Jalur ini tak disangka kalah jauh dari jalur Lombing Cabik. Juga jalur non unggulan di Inhu. Di jalan kiri, Lombing Cabik santai saja menumbangkan jalur Olak Keramat di sebelah kanan.

Kini, giliran Siposan Rimbo. Jalur yang sudah 4 kali juara nasional di Tepian Narosa Telukkuantan itu, yang kalah di jalan kanan. Kalah dari jalur unggulan Inhu, Tuah Kalajengking Muda Indragiri.

"Kalau menang Siposan (nanti,red) lawan Tuah Kale. Hebat tu," kata Ijon, penonton pacu domisili Pematang Reba Inhu, sebelum saksikan pacu hari final, Ahad (6/10) kemarin.

Fakta berlanjut. Setiap dua jalur unggulan bertemu. Diprediksi, jalur yang berada di jalan sebelah kiri yang akan menjadi pemenang. Terbukti. Siposan di jalan sebelah kanan. Berpacu dengan Tuah Kalajengking sebelah kiri. Dan yang menang sebelah kiri. Siposan pun kalah.

Tadinya jalur Tuah Kalajengking yang berhasil kalahkan Siposan. Kini, di putaran kedua hari final, giliran Tuah Kalajengking dihadapkan dengan kondisi seperti Siposan saat berlawanan dengannya. Tuah Kalajengking sebelah kanan. Berhadapan dengan Siluman Buaye Muaro Puteh sebelah kiri. Siluman adalah jalur non unggulan.

Namun, faktanya. Siluman Buaye jauh meninggalkan Tuah Kalajengking. Dan giliran Tuah Kalajengking yang kalah. Harapan Tuah Kalajengking untuk juara usai kalahkan Sang Jenderal pun pupus.

Usai kalahkan Tuah Kalajengking, nasib sama dirasakan jalur Siluman Buaye. Jalur ini yang berpacu di lintasan kanan juga tak berkutik di haluan jalur Dewi Putri Datuk Lintang yang berada di jalan sebelah kiri.

"Kalau jalur yang jauh menang lawan unggulan. Lalu, kalah jauh pula oleh lawan non unggulan. Biasanya itu jelas faktor jalan. Saya lihat jalannya lurus. Ini faktor arus air. Harusnya pancang digeser. Sebenarnya tak perlu lurus betul, yang jelas berimbang. Ini sama dengan Tepian Narosa zaman dahulu. Tapi bisa diatasi. Jalan jadi tetap berimbang sampai sekarang," jelas Pengamat Pacu Jalur, Said Mustafa Husin kepada Riau Pos.co Ahad (6/10).

Jalur Dewi Putri yang pernah dikalahkan Siposan Rimbo di final iven nasional Tepian Narosa Telukkuantan 2016 itu akhirnya keluar sebagai sang juara Inhu di Redang Inhu 2019.

 

 

 

 
Laporan: Juprison
Editor: Deslina

 





Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU