Pancasila yang Nilai-nilainya Kini Sudah Memudar

Citizen Jurnalis | Selasa, 01 Oktober 2019 - 08:03 WIB

BAGIKAN


BACA JUGA

SEBAGAI bangsa yang beragam yang berbeda agama, suku, bahasa, dan keanekaragaman lainnya, tidak menutup kemungkinan untuk kita bersatu dalam kondisi ini. Kita mempunyai ideologi dan dasar negara yang telah diperjuangkan oleh pahlawan-pahlawan kita terdahulu demi bangsa ini, yaitu Pancasila.

Namun lihatlah keadaan bangsa kita saat ini apakah telah mencerminkan ideologi negara kita sendiri. Sila-sila yang ada di Pancasila hanya sebagai kalimat-kalimat yang berisikan di dalam kertas saja. Saat ini, nilai-nilai Pancasila sudah memudar di tengah masyarakat.

Tidak sedikit kasus di negara ini yang disebabkan oleh suatu kelompok yang tidak memahami nilai-nilai Pancasila. Terutama dalam keadilan yang masih kurang diperhatikan dan dipandang sebelah mata.

Seperti kasus-kasus yang terjadi pada saat ini, terutama kasus korupsi. Hukuman koruptor saat ini dianggap tidak memberikan efek jera dan tidak adil, padahal hal yang dilakukannnya itu seharusnya diberi hukuman yang seberat-beratnya dan pastinya adil.

Ditambah lagi, undang-undang saat ini yang dianggap melemahkan lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), seolah-olah memberikan kesempatan dan ruang gerak yang bisa mempermudah melakukan memakan uang rakyat itu. Inilah keadaan sekarang yang saat ini tidak mencerminkan ideologi dan dasar negara kita sendiri.

Di era sekarang ini, nilai-nilai Pancasila harus ditumbuhkan dalam diri kita masing-masing. Hargailah para pejuang yang rela mati-matian demi ideologi bangsa kita ini, tidak buta sejarah dan menumbuhkan sikap cinta tanah air seperti para pahlawan kita.

Kesampingkan ego kita, tumbuhkan sikap kepedulian dan sikap yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila. Maka dengan itu, kehidupan bangsa dan bernegara di negara kita ini akan tercipta persatuan, kesejahteraan, kedaulatan rakyat, dan keadilan dengan sendirinya.***

Oleh: M Fariz Dwi Asmi
Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau.





Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU