Bayi Meninggal Diduga karena Asap, Wagubri Mengaku Tidak Tahu

Pekanbaru | Kamis, 19 September 2019 - 16:28 WIB

Bayi Meninggal Diduga karena Asap, Wagubri Mengaku Tidak  Tahu
Tetangga orang tua korban yang datang melayat ke kediaman pasangan Evan Zebdrato dan Lismayani Zega, Kamis (19/9/2019) (*3/MIRSHAL/RIAUPOS.CO)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO)-  Wakil Gubernur Riau (Wagubri) Edy Natar Nasution mengaku tidak tahu perihal meninggalnya bayi baru berumur dua hari, buah hati pasangan dari Evan Zebdrato dan Lismayani Zega sudah beredar luas di tengah masyarakat. Bahkan, sudah viral di sosial media (medsol).

"Tak tahu saya,” sebut Wagubri Edy saat ditanya ada seorang warga Pekanbaru meninggal dunia diduga karena kabut asap, Kamis (19/9).

Kepada Wagubri, disampaikan bayi malang sempat mendapat perawatan medis di Rumah Sakit (RS) Syafira, Jalan Jendral Sudirman sebelumnya menghembuskan napas terakhir. Lagi-lagi, mantan Danrem 031/Wirabima mengaku, tidak tahu. “Udah meninggal atau belum. Saya belum tahu, coba tanya ke Syafira kalau informasinya begitu,” katanya.

Saat ini, diketahui pihak Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau tengah menelusuri adanya bayi diduga meninggal karena kabut asap. Pengecekan ini guna memastikan penyebab yang sebenarnya. “Ya udah, tunggu aja hasilnya (pengecekan Diskes Provinsi, red),” singkat Wagubri.

Sebelumnya, Evan Zebdrato menyampaikan, bahwa anaknya lahir dalam kondisi normal dan sehat di sebuah klinik di Jalan Lintas Timur Km 19.

"Lahir Senin sore (16/9) pukul 16.50 WIB. Pagi Selasa (17/9) dibawa pulang. Meninggal pada Rabu malam (18/9) pukul 22.00 WIB," jelasnya,  Kamis (19/9).

Lebih lanjut, pascamelahirkan baik ibu dan buah hati menginap di klinik milik dr Cristian Sianggian. Dokter itu pulalah yang merawat sejak kandungan tiga bulan hingga melahirkan. Lalu, pada pagi hari Selasa keluarga kecil pulang ke rumah yang berada di belakang gudang karton. Sekira pukul 15.00 WIB kondisi bayi panas hingga 40 derajat.

Dokter datang kembali saat diberitahu keluarga, lalu diperiksa. Pada Rabu malam, istrinya kembali melapor ke suami. Katanya, makin panas dan muka membiru serta pucat. Akhirnya dokter datang lalu membawa ke RS Syafira.

Di perjalanan sekitar pukul 08.00 WIB, buah hatinya dinyatakan kondisi kritis. Lalu, sekitar pukul 22.00 WIB dokter dari Syafira menyatakan telah tiada. "Dokter bilang terkena virus asap," jelasnya.

Evan menceritakan, anak laki-laki itu adalah anak pertamanya. Beratnya 2.8 kg dan panjang 49 cm. "Belum dikasih nama, karena memakai adat Nias. Biasanya menunggu kering dan menyusui. Berkisar sebulan baru dikasih nama," terangnya.

Tampak para kaum adam di luar sedang membuat peti. Ia katakan, dikebumikan di TPU Binjai, Tenayan Raya sekira pukul 13.00 WIB.

 

 

 

 

Laporan Riri Radam
Editor: Deslina




Tuliskan Komentar anda dari account Facebook