BerharapLahan Pertanian Pangan Berkelanjutan Tercapai

Rokan Hilir | Senin, 16 September 2019 - 11:06 WIB

BerharapLahan Pertanian Pangan Berkelanjutan Tercapai
FOTO BERSAMA: Asisten I Bidang Pemerintahan dan Administrasi Pemkab Rohil Drs H Fery H Parya, Kepala BPN Rohil HM Rocky Soenoko MSi berfoto bersama dengan para narasumber dan peserta ekspos hasil lapangan kegiatan persiapan data Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Bagansiapi-api akhir pekan ini.

(RIAUPOS.CO) -- Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir menyambut baik kegiatan ekspose hasil lapangan kegiatan persiapan data Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang dilaksanakan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Rohil, di Bagansiapi-api, akhir pekanlalu.

“Tentunya pemkab menyambut baik dan diharapkan semoga tercapai lahan baku pertanian pangan berkelanjutan,” sebut Asisten I Bidang Pemerintahan dan Administrasi Pemkab Rohil Drs H Fery H Parya.

Dikatakan Fery, LP2B sangat diperlukan agar lahan yang terpakai untuk pertanian tetap bisa tersedia untuk memproduksi pangan yang diperlukan masyarakat. Bukan hanya lahannya saja yang dilindungi, dengan adanya LP2B ini dapat memberikan perlindungan kepada petani. Maka apresiasi tinggi diberikan kepada para petani LP2B yang tetap konsisten menyediakan bahan pangan.

Ekspose hasil kegiatan dihadiri Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Isa Ahmadi, pejabat di BPN Rohil, Setdakab Rohil, Bappeda, DKPP, dari PUTR dan BPS Rohil.

Sementara itu, Kepala BPN Rohil HM Rocky Soenoko MSi melalui Kasi Penataan Hendro SE menyebutkan sebelum dilakukan ekspose, Tim LP2B telah melakukan kegiatan inventarisasi, identifikasi dan pengolahan data kawasan LP2B.

“Dari data awal luas lahan sawah adalah 7.771,63 hektare dan data lapangan luas lahan sawah sebesar 10.254,34 hektare untuk seluruh wilayah Rohil,” katanya.

Ia menerangkan, penyusutan luas penggunaan tanah sawah terutama sawah irigasi teknis menyebabkan terjadinya kerugian materi yang cukup besar. Terutama karena tidak berfungsinya sarana prasarana yang dibangun masa lalu dan menyebabkan terjadinya instabilitas di bidang pangan.(adv)





Tuliskan Komentar anda dari account Facebook