Aktivitas Pelabuhan Sungai Duku Normal

Nasional | Jumat, 13 September 2019 - 10:49 WIB

Aktivitas Pelabuhan Sungai Duku Normal
ILUSTRASI: Aktivitas pekerja di Pelabuhan Sungai Duku, Rumbai Pesisir, Jumat (13/9/2019). (MUSLIM NURDIN/*3/RIAUPOS.CO)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Aktivitas di Pelabuhan Sungai Duku yang berlokasi di Kawasan Teluk Leok, Rumbai Pesisir, tetap berjalan normal. Hal itu terpantau saat Riau Pos menyusur lokasi tersebut, Jumat (13/9).

Beberapa kapal sudah bersandar di pelabuhan bahkan beberapa sudah berangkat. Hilir mudik penumpang terlihat jelas di pintu masuk maupun koridor.

Pukul 08.00 WIB kapal SB Nagaline tujuan Selat Panjang sudah berangkat. Menurut keterangan agen Nagaline Fitri, ada 84 penumpang yang berangkat dari total 106 kursi.

"Meski kabut asap kapal tetap berangkat. Hanya saja kalau pagi sekarang sistemnya join dengan Meranti Ekspress. Misalnya pagi ini Nagaline yang berangkat, besok Meranti yang berangkat," jelasnya.

Lebih lanjut, untuk siang hari baik Nagaline maupun Meranti berangkat masing-masing. SB Meranti berangkat pukul 13.15 WIB sedangkan Nagaline berangkat pukul 13.00 WIB.

"Untuk siang hari sudah ada 35 orang yang beli tiket. Harga tiket reguler Rp 162 ribu ada 98 kursi dan harga VIP Rp 182 ribu ada delapan kursi," sebutnya.

Kemudian agen Meranti Ririn menyatakan, keberangkatan kapal siang hari sudah ada 40 orang yang membeli tiket. Katanya, tiket akan habis di akhir pekan. "Di akhir pekan tiket selalu habis. Totalnya ada 101 kursi," terangnya.

Katanya, harga tiket pun bervariasi. Harga tiket di Nagaline reguler Rp 162 ribu ada 85 kursi, VIP Rp 172 ribu ada 12 kursi, VVIP Rp 197 ribu ada empat kursi. "Paling diminati reguler dan jika penuh mau tidak mau ambil VIP maupun VVIP," ungkapnya.

Penumpang bernama Widi mengaku pergi ke Selat Panjang selain karena kabut asap pun karena ingin pulang kampung bertemu keluarga.

 "Kabut asap tidak dapat dihindari karena pasti di sana ada juga. Setidaknya menghindari pekatnya kabut asap di Pekanbaru yang cukup parah ini sampai menguning dan nafas pun sesak," ujarnya.

Kepada pemerintah diharap agar benar-benar tegas mengusut kasus karhutla. "Tegas dong pemerintah terhadap kasus Karhutla. Ini bukan perkara main-main loh jutaan orang warga Riau menghirup asap. Mungkim efeknya nggak sekarang, cobalah merakyat," tegasnya. (*3)

Laporan: Muslim Nurdin/*3

Editor: Edwir





Tuliskan Komentar anda dari account Facebook