GELAR LOMBA FOTO DAN KARYA TULIS

PLN Riau-Kepri dan PFI Pekanbaru Berkolaborasi

Ekonomi-Bisnis | Kamis, 12 September 2019 - 11:22 WIB

PLN Riau-Kepri dan PFI Pekanbaru Berkolaborasi
FOTO BERSAMA: Senior Manajer Teknik PT PLN Persero Gustiawan (enam kiri) foto bersama para wartawan di Pekanbaru usai menjelaskan teknik penilaian dan persyaratan lomba foto dan lomba karya tulis jurnalistik Hari Listrik Nasional 2019, Rabu (11/9/2019).)prapti dwi lestari/riau pos)

PEKANBARU(RIAUPOS.CO) -- PT PLN (Persero) UIW Riau dan Kepri, Rabu (11/9) kembali berkolaborasi dengan Pewarta Fotografi Indonesia (PFI) Pekanbaru untuk mengadakan lomba karya jurnalistik dan fotografi sempena Hari Listrik Nasional 2019. Mengangkat tema "PLN Menembus Batas Riau Kepri Terang," kegiatan ini terbuka untuk umum baik masyarakat di Kota Bertuah hingga para jurnalis.

Senior Manager Teknik  PT PLN Persero Gustiawan menjelaskan, kegiatan ini bertujuan mengajak masyarakat serta para jurnalis di  Riau untuk lebih mengenal PT PLN Persero, baik dalam segi pelayanan serta segudang program yang dimiliki oleh PT PLN Persero. Selain itu, acara ini juga bertujuan dalam rangka memeriahkan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-74 yang jatuh pada 27 Oktober 2019 mendatang.

"Dalam memperingati HLN ke-74 ini, PLN menyelenggarakan lomba foto dan karya tulis jurnalistik. Melalui tema  Menembus Batas Riau Terang, PLN berharap masyarakat turut mendukung upaya PLN dalam menerangi listrik desa hingga tercapai target 100 persen di tahun 2019,"ucapnya.

Apalagi, terdapat tiga kategori dalam perlombaan ini yaitu, lomba karya tulis jurnalistik, lomba foto untuk umum dan lomba foto internal PLN dan anak perusahaannya (PLN Group).   “Cara mendaftarnya cukup mudah. Para calon peserta lomba tidak dikenakan biaya apapun alias gratis. Hanya mendaftar ke bit.ly/lombafotoplnriaukepri,’’ ujarnya.

"Selain itu, calon peserta membuat karya tulis berupa hardnews atau feature dan juga foto dibuat satu tahun terakhir mulai 1 Januari 2018 hingga 15 Oktober 2019, dan lokasi pengambilan foto di Provinsi Riau dan Kepri," tuturnya.

Senior Manager SDM dan Umum,  Vick Nawan menjelaskan, mulai 2019 di Riau, PLN telah menyambung listrik ke desa sebanyak 25 desa dengan jaringan sepanjang 221,10 Kms. Jumlah gardu terpasang 3.750 KVA, dengan investasi kurang lebih sebesar Rp87.17 miliar sebanyak 4.580 pelanggan terlistriki.

Sedangkan, di 2017 sebanyak 61 desa dengan jaringan sepanjang 928.99 Kms, jumlah gardu terpasang 14.360 KVA, dengan investasi kurang lebih sebesar Rp211.08 miliar, sebanyak 4.580 pelanggan dapat terlistriki.

Sebelumnya, di 2018 sebanyak 128 desa dengan jaringan sepanjang 1625.01 Kms, jumlah gardu terpasang 24090 KVA, dengan investasi kurang lebih sebesar Rp485.10 miliar, sebanyak 33042 pelanggan terlistriki.

"Dan untuk mewujudkan Riau terang benderang di 2019, PLN harus menyelesaikan pembangunan di 98 desa dengan jaringan sepanjang 764.68 Kms, gardu distribusi sebesar 10.450 KVA. Estimasi pelanggan sebesar 9.111 pelanggan dan investasi kurang lebih sebesar Rp313.65 miliar," ucapnya.

Sedangkan untuk Kepulauan Riau di 2016 sebanyak 55 desa dengan jaringan sepanjang 168.56 Kms, jumlah gardu terpasang 2600 KVA, dengan investasi kurang lebih sebesar Rp47.49 miliar sebanyak 1.108 pelanggan terlistriki. Dilanjutkan di 2017 sebanyak 29 desa dengan jaringan sepanjang 116 Kms, jumlah gardu terpasang 2250 KVA, dengan investasi kurang lebih sebesar Rp36.78 miliar  dan sebanyak 1633 pelanggan dapat terlistriki.

Kemudian di 2018 sebanyak 21 desa dengan jaringan sepanjang 177.07 Kms, jumlah gardu terpasang 1750 KVA, dengan investasi kurang lebih sebesar Rp22.23 miliar dan sebanyak 2.778 pelanggan terlistriki.  

Untuk mewujudkan Kepulauan Riau terang benderang di 2019, PLN harus menyelesaikan pembangunan di 77 desa dengan jaringan sepanjang 340.26 Kms, gardu distribusi sebesar 5.750 KVA, estimasi pelanggan sebesar 11.738 pelanggan dan investasi kurang lebih sebesar Rp77.53 miliar.

Sinergi bersama jajaran pemerintahan, stakeholder dan masyarakat, diharapankan tahun ini dapat bekerja sama menyelesaikan tantangan pembangunan listrik desa sehingga dapat menyelesaikan 100 persen desa berlistrik di  Riau dan Kepulauan Riau.

"Dengan hadirnya listrik di desa-desa, harapannya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sehingga dapat mendorong laju pertumbuhan ekonomi meningkatkan taraf hidup warga dan anak-anak dapat menggunakan lampu untuk belajar sehingga pendidikan di desa dapat bertumbuh,"tegasnya.(das)
Laporan Prapti Dwi Lestari
Editor: arif





Tuliskan Komentar anda dari account Facebook